Taiga Semikawa mengikuti jejak Keita Nakajima dengan menjadi pegolf amatir kedua yang menjuarai Panasonic Open 2022.

Pekan ini akhirnya menjadi milik pegolf amatir Taiga Semikawa. Pegolf berusia 21 tahun ini menyusul jejak Keita Nakajima yang menjadi pegolf amatir kedua yang tampil sebagai juara Panasonic Open. Nakajima sendiri memenangkan kejuaraan ini pada tahun 2021 lalu.

Mengawali putaran final dengan menjadi salah satu pimpinan klasemen bersama Katsumoto Miyamoto dan Tomoharu Otsuki, Semikawa menorehkan serangkaian birdie di hole-hole terakhirnya untuk mencatatkan skor 66 dan meraih kemenangan satu stroke atas Aguri Iwasaki. Ia pun mengangkat trofi kemenangannya dengan skor total 22-under. 266.

Semikawa hanya bermain 1-under di sembilan hole pertamanya lantaran hanya mendapat dua birdie dan satu bogey di hole 9. Beralih ke sembilan hole penentu di Onotoyo Golf Club, di Hyogo itu, Semikawa mencatatkan enam birdie di delapan hole yang membawanya memimpin ke puncak klasemen. Dan meskipun mengakhiri 18 hole terakhir ini dengan bogey, ia masih unggul satu stroke dan melanjutkan kesuksesan pemain amatir pada ajang Panasonic Open ini.

”Entah bagaimana menggambarkan perasaan saya sekarang ini. Saya luar biasa senang. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini,” tutur Semikawa, yang namanya, Taiga, terinspirasi dari nama Tiger Woods.

”Saya tahu kalau saya punya peluang menang kalau bisa terus membuat birdie karena semua pemain bisa bermain dengan skor sangat rendah di lapangan ini. Begitu birdie yang meningkatkan moral saya tercipta di hole 10, saat itulah saya merasa yakin bisa main bagus.”

Semikawa mengaku merasa frustrasi ketika tampil pada ajang Kansai Open bulan April 2022 lalu. Kala itu ia sebenarnya juga berpeluang memenangkan turnamen. Akan tetapi, kini kekecewaannya itu jelas terpuaskan.

 

Juvic Pagunsan, Round 4 Panasonic Open 2022.
Juvic Pagunsan memperbaiki peringkatnya pada Money Rankings JGTO dari posisi 89 ke peringkat 55 dengan finis T5 pada Panasonic Open 2022. Foto: JGTO Images.

 

”Saya tidak pernah mengira bisa memenangkan kejuaraan JGTO sebagai seorang mahasiswa,” tandas pemuda yang menjadi pegolf amatir keenam yang memenangkan ajang JGTO dalam sejarah Tour di Jepang ini. Kemenangan ini menjadi gelar keduanya tahun 2022 setelah sebelumnya ia sempat menjuarai ajang Japan Create Challenge in FukuokaRaizan pada ABEMA Tour.

Meskipun akhirnya gagal mengungguli Semikawa, Iwasaki masih bisa merasa puas karena justru dialah yang berhak meraih hadiah uang terbesar, yaitu ¥20 juta lantaran Semikawa yang masih berstatus amatir tidak dapat menerima hadiah tersebut.

Acungan jempol juga layak diberikan kepada pegolf veteran asal Filipina, Juvic Pagunsan. Pegolf berusia 44 tahun ini menorehkan tiga birdie di empat hole terakhirnya untuk menorehkan skor 4-under 68 dan finis dengan skor total 17-under 271. Pencapaiannya ini menempatkannya finis di peringkat kelima, bersama Miyamoto, lima stroke di belakang Semikawa.

Pagunsan masih belum mampu melanjutkan prestasinya ketika memenangkan gelar JGTO lewat ajang Gateway to The Open Mizuno Open bulan Mei tahun lalu. Pada musim ini, satu-satunya hasil terbaiknya ialah ketika finis T8 pada ajang Golf Nippon Series JT Cup.

Finis T5 pekan ini ikut meningkatkan rasa percaya dirinya untuk melanjutkan sisa musim ini, terutama setelah delapan kali gagal lolos cut dalam 14 turnamen yang ia ikuti.

”Pekan ini menjadi pekan yang berkesan dan positif. Putting saya bagus, terutama setelah mengganti putter. Rasanya sangat bagus di atas green,” tutur Pagunsan, yang pada hari ini menorehkan enam birdie dengan dua bogey.

Pencapaiannya kali ini ikut mendongkrak peringkat Pagunsan dari posisi 82 ke peringkat 55 pada daftar peraih hadiah uang JGTO musim ini. Meski demikian, ia masih memiliki hak bermain penuh hingga akhir tahun 2023, sebagai hasil dari kemenangannya tahun lalu.

Pegolf Australia Brad Kennedy menemani Pagunsan di jajaran sepuluh besar. Skor 70 yang ia raih pada putaran final membantunya menorehkan total 16-under 272.