Kauri Cliffs baru saja merayakan seperempat abad kehadirannya dan suguhan golf nan mewah ”di mana tak seorang pun menyaksikan” permainan Anda.
Bulan November lalu, Kauri Cliffs Golf Club di Selandia Baru resmi dibuka untuk publik. Lapangan ini berada di daerah yang disebut wilayah utara tanpa musim dingin. Lapangan ini pun segera mengubah wajah golf resor selamanya. Tak hanya di Selandia Baru, tapi juga seluruh dunia.
Sebelum 1999, golf dan Selandia Baru berarti dua hal, yaitu Sir Bob Charles dan links yang menyenangkan di Paraparaumu Beach. Dengan membangun lapangan golf di atas tebing, dan kemudian penginapan elegan di Rosewood Kauri Cliffs, penyandang dana asal Amerika Julian Robertson menciptakan identitas golf yang baru dan mewah di Selandia Baru. Seperempat abad kemudian, konsep resor nan mewah ini telah ditiru di negara kepulauan ini, yang banyak dipandang oleh para penggemar sebagai destinasi golf mewah yang premium di Bumi.
”Banyak yang menyebut Sand Hills dan Bandon Dunes yang menciptakan kategori khusus ’lapangan links terpencil’ dan saya bisa menerimanya,” ujar Direktur Golf Kauri Cliffs, dan lapangan tetangganya Cape Kidnappers, Ray Geffre. ”Namun, saya yakin Kauri memiliki dampak yang serupa: tanpa diragukan lagi di sini di Selandia Baru, termasuk juga secara global.

”Pertama, kalau Kauri tidak masuk daftar 100 Besa Dunia tahun 2003, mungkin tidak akan ada Cape Kidnappers. Namun, keberhasilan Kauri, lalu Cape, jelas membuka jalan bagi seluruh resor golf butik, terpencil, dan super-mewah yang dibuka di sini dan di seluruh dunia dalam abad ke-21. Singkatnya, Kauri Cliffs membuktikan bahwa orang-orang akan melakukan perjalanan jauh demi mengalami standar kemewahan, jauh dari rute yang biasa.
”Hal ini menjadi mantra kami: Bermain golf layaknya tanpa ditonton orang lain. Sebab di sini Anda benar-benar memiliki tempat untuk Anda sendiri.”
Kauri Cliffs didesain oleh murid Nicklaus, David Harmon, yang selama fase desain dan konstruksi melakukan 42 kunjungan dari rumahnya di Florida. Robertson memberinya latar subtropic memukau dan kebebasan. Harmon, mantan shaper, menjawabnya dengan menciptakan mahakarya modern, yang kontur-konturnya bersaing dengan perubahan ketinggian secara dramatis di masing-masing sembilan hole-nya. Sang arsitek juga menghasilkan rute yang cerdas, yang menyapu wilayah pedalaman—sepanjang permukaan bukit yang subur, mengangkangi jurang-jurang yang dalam—sambil selalu kembali ke area tebing yang berada di atas lebih dari 50 meter pantai di bawahnya.

Garis pantai itu menjadi salah satu alasan mengapa Kauri Cliffs—dengan pemandangannya yang jauh, dari Kepulauan Cavalli melampaui Samudra Pasifik—terus berada di jajaran atas lapangan-lapangan golf terindah di dunia. Tahun 2003, lapangan ini masuk 100 besar terbaik di dunia (saat ini Golf Digest memberinya peringkat 55), sementara penginapan yang melengkapinya ikut menjadi salah satu daya tarik.
Malahan, justru penawaran menginap-dan-bermain di Kauri Cliffs yang secara efektif menyebarkan formula serupa ke seluruh dunia golf. Ada banyak lapangan golf terpencil dan menawan hampir di mana-mana. Triknya ialah menciptakan akomodasi-akomodasi yang sepadan.
Reputasi Selandia Baru dengan penginapan-penginapan mewahnya—yang menawarkan keintiman, kemewahan, terkadang unik, tapi selalu beresonansi dengan lanskap sekitarnya—sudah lebih ada sebelum Kauri Cliffs. Huka Lodge yang terkenal, di Taupo, dibuka tahun 1924. Dengan menciptakan penginapan gaya Perkebunan di Kauri dengan 22 pondokannya, Robertson dan sang istri, Josi, mengikuti contoh Huka dan yang lain. Kemudian mereka melanjutkannya dengan salah satu desain lapangan terbaik Tom Doak, di sebelah penginapan bergaya pasca-modern di Cape Kidnappers, di dekat Teluk Hawke.

Inilah modelnya: lapangan golf yang luar biasa indah berada di sebelah penginapan dengan kualitas yang sama spektakulernya. Untuk itu, selusin resor Selandia Baru telah dikembangkan di wilayah utara dan selatan kepulauan ini. Namun, formulanya sama dengan yang ditawarkan di Adair Castle di Irlandia, Costa Navarino di Yunani, South Cape Club di Korea, dan begitu banyak properti Cabot di Amerika Utara, sampai-sampai sulit menelusuri satu per satu.
”Jika memikirkan apa yang resor-resor ini jual, mereka menjual kemewahan dan ketenangan,” ujar Geffre. ”Lapangan golf kelas dunia di ujung dunia, di mana Anda memainkan permainan Anda sendiri—karena tidak ada yang menyaksikannya! Anda tak mendapatkan sensasi seperti ini di tempat lain, bahkan di klub-klub privat terbaik.
”Tentunya golf menikmati tradisi panjang dengan memiliki akomodasi-akomodasi yang berada di sebelah lapangan yang luar biasa, terutama di tepi laut. Namun, hotel-hotel itu biasanya cukup besar, sering kali merupakan korporasi, dan terkadang tidak cukup personal. Contoh dari Kauri benar-benar memberi dunia yang jauh dari hal seperti itu. Kami menjamu perjalanan grup golf, di mana delapan orang itu menjadi satu-satunya kelompok yang berada di properti ini selama beberapa hari. Nuansa kemewahan seperti itulah yang belum muncul sampai 1999.”

Banyak yang berubah dalam 25 tahun. Untuk menegaskan maksud Geffre itu, belum lama ini Kauri menambahkan tiga hunian dengan empat kamar untuk menyambut perjalanan golf grup dan keluarga pada musim liburan. Dalam tradisi Robertson, 22 penginapannya menampilkan ciri tersendiri, dan terus memperbarui dekorasinya, tungku pembakaran terbuka, lemari, dan beranda privat dengan pemandangan yang bernilai bahkan bagi pemilik akun Instagram ternama sekali pun.
Meskipun Robertson telah meninggal dunia pada tahun 2022, keluarganya masih memiliki ketiga properti di Selandia Baru ini. Mulai 1 Desember 2023, Rosewood Hotels & Resorts dipercaya untuk menjalankan hospitalitas di Rosewood Kauri Cliffs, Rosewood Cape Kidnappers, dan Rosewood Matakauri di Queenstown.
Meski demikian, ada beberapa hal yang tak pernah berubah. Majalah Business Traveler menerbitkan dalam edisi September 2024 mereka, ”Kauri menawarkan pengalaman resor golf mewah terkemuka… Nikmatilah scuba diving, memancing, berlayar, dan olahraga lain; mendaki ke air terjun, Pink Beach yang takkan terlewatkan, dan pohon kauri berusia 800 tahun; dan kalau tidak nikmatilah ruang-ruang kamar mewah dengan gaya Perkebunan tropis (bahkan gantungan di kamar mandinya terbuat dari kulit) dan menikmati santapan yang terdiri dari lima menu dengan wine tiap malamnya.”
Kauri Cliffs
A: 139 Tepene Tablelands Road, Matauri Bay, Northland 0478, Selandia Baru
T: +64 9 407 0010 (Lodge), +64 9 407 0060 (Pro-Shop)
E: proshop@kauricliffs.com
W: https://www.robertsonlodges.com/the-lodges/kauri-cliffs


