Pemain debutan Shubhankar Sharma mengawali putaran pertama CIMB Classic dengan positif. Ia menorehkan skor 5-under 67 dan berada dalam posisi mengejar pegolf Amerika Bronson Burgoon yang kemarin (11/10) bermain luar biasa dengan skor 63. Bermain di Malaysia memang bukan hal baru bagi Sharma. Ia mencatatkan kemenangan keduanya di Malaysia pada bulan Februari lalu. Kemenangan yang ia raih di Saujana Golf and Country Club itu bahkan sempat membuatnya memimpin Order of Merit European Tour. Dan sejak saat itu, ia mencatatkan prestasi luar biasa lagi ketika mengikuti World Golf Championship Mexico Championship, di mana ia sempat finis di sepuluh besar. Sharma, yang kini tengah memimpin Habitat for Humanity Standings, Order of Merit Asian Tour, membukukan skor 36 di sembilan hole pertamanya berkat dua birdie dan dua bogey. Namun, ia berhasil mendapat lima birdie di sembilan hole terakhirnya. Catatan skornya ini pun menempatkannya di peringkat 14 bersama lima pegolf lainnya, termasuk juara edisi 2012 Nick Watney. “Saya sangat gembira dengan permainan saya. Memang saya tidak mengawalinya dengan baik di sembilan hole pertama. Saya bahkan sempat even par di sembilan hole pertama, tapi saya sangat senang melihat bagaimana saya bisa berjuang dan bangkit dengan skor 5-under (di sembilan hole terakhir),” tutur Sharma. Sharma mengakui di sembilan hole pertamanya itu, ia melakukan sejumlah pukulan yang buruk, yang benar-benar membuatnya emosional. Ia mendapati bahwa club-nya tidak berada di posisi yang semestinya ketika melakukan backswing. Dampaknya, ia pun kesulitan untuk memukul bola mendekati pin. Di hole kedua, ia melakukan tiga putt, lalu gagal memasukkan birdie di hole 3.
“Saya mengingatkan diri sendiri untuk tetap tenang dan berusaha melakukan yang terbaik di sembilan hole terakhir.” – Shubhankar Sharma
“Saya mulai frustrasi di hole 8. Saya salah melakukan chipping di depan green dan mendapat bogey di situ. Namun, di sanalah ia menunjukkan kematangannya sebagai pemain. Ketika frustrasi dan emosi mulai menguasai, ia berhasil menenangkan diri untuk bisa bangkit dan memperbaiki catatan skornya. “Saya mengingatkan diri sendiri untuk tetap tenang dan berusaha melakukan yang terbaik di sembilan hole terakhir dan semuanya akhirnya berjalan lancar dan saya bisa memasukkan sejumlah putt yang krusial,” sambung pegolf berusia 22 tahun ini. Ia mulai mendapatkan birdie di hole 10, yang ia lanjutkan ke hole 11. “Kedua birdie itu membantu mengubah segalanya buat saya dan sejak saat itu saya mulai main bagus,” ujar Sharma lagi. Putaran pertama menjadi milik pegolf debutan lainnya, Bronson Burgoon. Pegolf asal Amerika ini menorehkan skor 9-under 63. Setelah memulai dengan bogey di empat hole pertama, Burgoon mencatatkan 10-under di 14 hole berikutnya. Sementara itu, pegolf tuan rumah Ben Leong bermain dengan skor 4-under 68. Adapun pemegang sembilan gelar Asian Tour Gaganjeet Bhullar dan Kiradech Aphibarnrat yang baru mendapatkan keanggotaan penuh pada PGA TOUR, sama-sama berada di peringkat T26 setelah bermain dengan skor 3-under 69.

Leave a comment