Pegolf India Shubhankar Sharma mengungguli para pemain bintang yang berlaga pada World Golf Championships-Mexico Championship setelah pada putaran kedua kemarin ia membukukan skor 5-under 66, yang sekaligus memberinya keunggulan dua stroke menuju ke putaran ketiga.

Eagle yang ia bukukan di hole pertama benar-benar memberinya momentum untuk melanjutkan performanya setelah pada hari pertama ia juga bermain solid. Lalu ia juga membukukan birdie di tiga hole penutup, sekaligus membuat semarak para penonton yang meramaikan Golf Club de Chapultepec.

Dengan total skor 11-under 131, Sharma menempatkan dirinya sebagai pimpinan klasemen sementara, mengungguli sejumlah nama besar, seperti juara The Masters Sergio Garcia asal Spanyol, Rookie of the Year PGA TOUR Xander Schaufelle, dan Rafa Cabrera Bello yang berada di tempat kedua dengan total skor 133.

Sementara itu, juara bertahan yang juga merupakan pegolf nomor satu dunia Dustin Johnson kemarin bermain dengan skor 5-under 66 dan total skor yang berjarak empat stroke dari Sharma. Selain Johnson, peringkat kelima itu di antaranya juga ditempati oleh pegolf Thailand Kiradech Aphibarnrat yang kemarin bermain dengan 2-under 69.

Melihat performanya pada pekan ini, memang tak terlihat kalau Sharma menjalani debutnya bermain di Meksiko ini, pada ajang World Golf Championships, di tengah para pegolf top dunia. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kemenangannya pada Joburg Open dan Maybank Malaysia Championship dalam tiga bulan terakhir bukanlah suatu kebetulan.

”Saya sangat gembira. Ini posisi terbaik yang bisa saya bayangkan. Main dengan bagus, dan bogey yang saya lakukan hari ini hanyalah lantaran melakukan tiga putt,” tutur Sharma seusai memainkan putaran kedua.

”Saya tak memikirkan apa-apa, cuma ingin bersenang-senang,” sambungnya. ”Ini merupakan ajang WGC pertama saya dan saya sangat senang bisa memainkan empat putaran karena saya malah gagal lolos cut dalam dua ajang terakhir yang saya mainkan. Tapi biarpun gagal lolos cut, saya tahu kalau saya main bagus. Jadi, saya hanya ingin bersenang-senang dan benar-benar menikmati hari ini (2/3).”

Terlepas dari fakta bahwa sebelumnya ia tidak lolos cut dalam dua ajang European Tour yang ia mainkan, Sharma menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu pemain yang kuat di Tour. Eagle yang ia hasilkan di hole pertama ia bukukan setelah pukulan 3-wood-nya melayang sejauh 320 yard dan bola bergulir hingga berjarak dua kaki dari lubang.

Pegolf berusia 21 tahun ini memang sempat mendapat bogey di dua hole selanjutnya, namun, pada sembilan hole terakhir ia bermain sangat meyakinkan. Birdie di hole 12 dan 13, lalu tiga birdie berturut-turut untuk memastikan dirinya sebagai pimpinan klasemen.

”Saya sudah banyak berlatih untuk datang dan bermain pada level setinggi ini. Anda mesti punya ekspektasi besar buat dri sendiri kalau mau main pada panggung sebesar ini,” katanya.

Sebelumnya, Jeev Milkha Singh menjadi pegolf India dengan finis terbaik pada ajang WGC-Mexico Championship 2009. Tapi Sharma berpeluang melampaui pencapaian seniornya tersebut. Jika ia berhasil melakukannya, ia akan mendapat tempat pada WGC-Dell Technologies Match Play, The Masters, dan THE PLAYERS Championship.

Saat ini peringkat Sharma pada Official World Golf Ranking adalah yang tertinggi bagi India. Saat ini ia berperingkat 75, empat peringkat lebih baik daripada Anirban Lahiri. Namun, sama seperti Lahiri ketika ia meraih rangkaian sukses dalam karier golfnya, pencapaian istimewa tersebut tidak menjadikan Sharma pribadi yang berbeda. Ia mengaku menuju Meksiko dengan penerbangan kelas ekonomi.

”Secara pribadi saya tidak berubah, saya masih orang yang sama. Mungkin saya mendapat lebih banyak perhatian, mendapat lebih banyak permintaan wawancara. Saya pikir itu semua tidak masalah selama hal itu meningkatkan pemahaman orang terhadap golf di India,” ujarnya.

”Kelas ekonomi masih tetap bagus, Anda pilih duduk di selasar dan semuanya akan terasa sempurna. Mungkin penerbanga pulang ke India saya akan coba terbang dengan kelas bisnis.”

Sharma menambahkan, dirinya memang bermaksud untuk bisa menuju PGA TOUR karena itulah yang menjadi sasaran selanjutnya bagi pegolf termuda yang berlaga di Meksiko ini. ”Segalanya berlangsung dengan begitu cepat. Tapi bermain bagus di sini pada pekan ini akan membuat saya kian dekat dengan impian tersebut,” tutupnya.