Taisei Shimizu melejit ke puncak klasemen hari pertama ANA Open Golf Tournament 2025 dengan permainan nyaris sempurna di Wattsu Course, Sapporo Golf Club.
Bermain tanpa bogey dengan mengemas tujuh birdie membawa Taisei Shimizu menguasai puncak klasemen putaran pertama ANA Open Golf Tournament. Skor 7-under 65 miliknya itu membuatnya unggul dua stroke dari pegolf Korea Ryu Hyunwoo, Kento Yamawaki, Sejung Hiramoto, dan Ren Yonezawa.
Bermain dari sembilan hole terakhir di Wattsu Course, di Sapporo Golf Club, Shimizu lekas menyatu dengan lapangan tersebut. Setelah bermain even par di dua hole pertamanya, ia langsung membukukan birdie di hole 12, 14, 16, dan 17 sehingga membutuhkan hanya 32 pukulan di sembilan hole pertamanya itu.
Ia masih melanjutkan momentumnya dengan menambah dua birdie lagi dari hole 1 dan 2, sebelum akhirnya menutup putaran pertama itu dengan menaklukkan hole 5 par 5 dengan birdie.
”Saya mengubah pola pikir saya dengana berfokus untuk mengendalikan semuanya, dari posisi address, dan saya kira hal ini benar-benar membantu.”
Pegolf yang menjuarai Japan PGA Championship pada bulan Mei 2025 lalu ini menyebut pola pikir dan pelatihnya sebagai kunci penampilannya yang tajam pada putaran pertama ini. Skor 65 ini praktis menjadi hadiah ulang tahun bagi sang pelatihnya, yang tepat menikmati pertambahan usia pada hari Kamis (18/9) ini.
”Hari ini ulang tahun pelatih saya, jadi saya sangat ingin memberi hadiah yang bagus kepadanya dengan permainan golf saya,” tutur Shimizu. ”Secara keseluruhan, pukulan saya hari ini bagus, dan akhirnya saya merasa bisa mengendalikan bola. Saya mengubah pola pikir saya dengan berfokus untuk mengendalikan semuanya, dari posisi address, dan saya kira hal ini benar-benar membantu.”
Ia juga menambahkan desain Wattsu Course terlihat cocok untuk permainannya. Itu sebabnya, ia merasa lebih yakin untuk tetap bermain agresif tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.
”Saya suka lapangan ini. Tidak banyak area OB, dan kalaupun bola saya meleset, seperti di hole terakhir, bolanya masih ada di bawah pepohonan, dan saya masih bisa memainkannya dari sana,” tandasnya.


