Yang Yunseo dan Paula Martin Sampedro bakal bersaing untuk meraih predikat amatir terbaik pada putaran final AIG Women’s Open hari ini.
Pegolf amatir Korea Yang Yunseo berhasil memanfaatkan kondisi lapangan yang relatif lebih bersahabat untuk bermain lebih baik pada putaran ketiga. Pegolf berusia 18 tahun ini mencatatkan skor 1-over 72 setelah mengemas empat birdie, tiga bogey, dan sebuah double bogey.
Bermain bersama juara Major dan pemegang sembilan gelar LPGA asal Korea Kim Hyojoo jelas menciptakan suasana yang relatif lebih nyaman baginya.
”Kami bermain bersama pada The Chevron Championship, dan kembali bersama lagi pada turnamen ini. Kami tidak banyak mengobrol, tapisaya sangat terkesan melihat permainannya yang solid dan meyakinkan.”
Juara Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP) 2025 ini sebenarnya sempat bermain 1-under dalam 14 hole. Ia menciptakan birdie di hole 1, 7, 9, dan 10, dengan double bogey di hole 3 dan bogey di hole 5. Sayangnya, ia terpaksa bermain 2-over di empat hole terakhir lantaran harus menuai bogey di hole 15 dan 18.
”Bisa bermain penuh selama empat hari dalam tiga ajang Major sudah menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya.” — Yang Yunseo.
”Ketimbang hole-hole di mana saya bisa menciptakan birdie, hole-hole di mana saya berhasil melakukan penyelamatan dengan baik justru lebih berkesan dalam benak saya,” ujarnya, menyinggung sorotan dalam permainannya pada putaran ketiga di Royal Lytham & St Annes tersebut.
Keberhasilannya menembus akhir pekan praktis telah mewujudkan targetnya pekan ini. Prestasi ini sekaligus melengkapi pencapaian serupa ketika ia finis T38 pada The Chevron Championship dan T41 pada The Evian Championship. Ia bahkan berbagi predikat amatir terbaik bersama Farah O’Keefe asal Amerika Serikat pada ajang The Chevron Championship bulan April lalu.
”Bisa bermain penuh selama empat hari dalam tiga ajang Major sudah menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya,” tutur Yang. ”Memenangkan WAAP telah membuka begitu banyak kesempatan. Saya belajar banyak hanya dari mengikuti kejuaraan-kejuaraan ini.”
Meski demikian, dengan skor total 5-over 218, ia masih berpeluang untuk memenangkan Smyth Salver, trofi untuk pegolf amatir terbaik, lantaran kini ia berjarak hanya dua stroke dari pegolf amatir Spanyol, Paula Martin Sampedro (76).

Martin Sampedro sempat memulai putaran ketiga dengan catatan 2-under usai mengemas skor 69-71. Akan tetapi, kondisi lapangan yang lebih menantang dengan angin yang lebih kencang berembus pada siang hari membuatnya harus puas mencatatkan satu birdie dengan tiga bogey dan double bogey di hole terakhirnya.
Sementara itu, pegolf berkewarganegaraan Amerika Serikat Yealimi Noh (69) kukuh di puncak klasemen setelah menjadi satu-satunya pegolf yang bermain di bawah par dalam 54 hole.
Sempat bermain 1-over dalam sembilan hole pertama, ia sukses bermain 3-under di sembilan hole terakhirnya untuk menguasai posisi teratas dengan catatan 7-under 206. Ia akan memainkan putaran final hari ini dengan keunggulan tiga stroke atas Esther Henseleit (67) asal Jerman, pegolf No.2 Dunia Jeeno Thitikul (72) asal Thailand, Luci Li (69) dari Amerika Serikat, Shiho Kuwaki (73) dari Jepang, dan pegolf Korea Ryu Haeran (74).
”Rasanya saya sedikit kehilangan tempo dan kembali menemukannya di sembilan hole terakhir, dan permainan saya benar-benar solid. Ada sejumlah penyelamatan par yang bagus. Bahkan menyelamatkan untuk bogey atau par adalah segalanya (untuk mempertahankan momentum). Sangat berharga seiring putaran ini berlangsung,” tutur Noh.



