Marcus Lim menorehkan skor 65 keduanya untuk berada di jajaran atas ajang Ciputra Golfpreneur Tournament di Damai Indah Golf BSD Course.
Pegolf asal Malaysia Marcus Lim melanjutkan tren positif yang dari negeri sendiri ke Damai Indah Golf BSD Course. Sebulan yang lalu, pegolf yang beralih profesional tahun 2024 ini nyaris menikmati kemenangan pertamanya di sirkuit lokal di Malaysia.
”Saya sempat main 9-under pada hari kedua dan memimpin saat masuk ke putaran final. Sayangnya, saya belum bisa memaksimalkan permainan dan meraih kemenangan, tapi saya belajar dari pengalaman tersebut,” tutur Lim.
Persis itulah yang ia lakukan. Ia menuntaskan putaran pertamanya pada Kamis (21/8) pagi tadi dengan skor 65, lalu melanjutkan momentum tersebut dengan mengemas delapan birdie dan sebuah bogey untuk skor 65 kedua baginya pada pekan ini.
”Kemarin saya memang bermain dengan baik dan penundaan akibat cuaca itu memberi saya waktu istirahat juga apalagi di beberapa hole terakhir kemarin pukulan iron saya mulai kurang memuaskan. Jadi, hujan kemarin memberi jeda sehingga saya bisa istirahat, lalu ketika kembali ke sini pukulan saya malah jauh lebih baik,” ujar Lim menyinggung putaran pertamanya.
”Pukulan saya dalam dua hari terakhir sedang bagus, drive saya bagus dan saya bisa menempatkan bola di posisi yang bagus. Secara umum memang pukulan saya biasa-biasa saja, hanya saja banyak putting saya yang masuk, dan saya kira itulah kuncinya di sini karena banyak green yang sulit di lapangan ini, jadi saya beruntung saja banyak putting saya yang masuk dua hari ini.”

Dengan skor total 14-under 130, kini ia memegang keunggulan tipis atas duo Inggris Matt Killen (65) dan Steve Lewton (70). Adapun pegolf China Taipei yang dua tahun silam nyaris meraih kemenangan, Ho Yu-cheng, sendirian menempati peringkat keempat dengan catatan 12-under setelah kembali membukukan skor 66.
”Ada banyak pemain bagus pekan ini, jadi saya sangat bersyukur bisa berada di puncak klasemen sata ini, tapi saya hanya akan mengikuti rencana permainan saya, fokus dan tidak bakal melihat papan klasemen sama sekali, memainkan permainan sendiri dan fokus pada proses saya, saya kira itulah hal pentingnya,” tandasnya.
Edisi ke-10 Ciputra Golfpreneur Tournament kali ini menjadi yang paling berat, mengingat batas cut-off yang ditentukan ada pada skor 5-under. Keputusan tersebut akhirnya diresmikan pagi ini (22/8) setelah tujuh grup terakhir atau 21 pegolf menuntaskan putaran kedua, setelah permainan terpaksa dihentikan pukul 17:58 WIB kemarin.
Keputusan ini jelas mengecewakan wakil Indonesia, yang hingga pada putaran kedua hanya bisa mengemas 4-under. Mereka adalah Rory Hie, Elkie Kow, Alfred Sitohang, dan George Gandranata.
Adapun pegolf Ciputra Golfpreneur Foundation Kevin Caesario Akbar memimpin kubu Indonesia setelah sukses mengemas skor 6-under 66 untuk menempati peringkat T22 dengan skor total 7-under 137.

”Pukulan approach saya bagus, dari jarak 100-110 itu banyak yang menempel di green. Hari ini saya bisa main dengan tujuh birdie karena menurut saya banyak dibantu sama pukulan approach itu, banyak putting untuk birdie yang saya dapat dari jarak dekat, dari jarak semeter, satu setengah meter,” jelas Kevin.
”Saya sih akan berfokus pada satu demi satu pukulan saja, kita pikirkan lagi rencana permainan akan seperti apa, pin-nya di mana saja, ya mainkan hole demi hole, pukulan demi pukulan.”
Adapun Jonathan Hartono menjadi satu-satunya pegolf amatir yang berhasil lolos cut setelah menciptakan dua birdie di dua hole terakhirnya.
”Sebelum memulai putaran ini saya sempat mematok target bermain setidaknya 3-under karena perkiraan saya cut-off pada skor tersebut. Saya kira saya juga beruntung bisa cepat panas lebih awal. Saya bisa main 3-under dalam enam hole pertama sehingga ikut membantu meningkatkan rasa percaya diri pada sepanjang putaran hari ini,” ujar mahasiswa Harvard, yang mencatatkan birdie di hole 3, 4, 6, 12, dan 13 dalam 14 hole pertamanya ini.
Perjuangannya sempat terhambat oleh bogey di hole 15 dan 16, yang membuatnya kembali berada di posisi 3-under. ”Untungnya saya melakukan pukulan yang sangat bagus dari bunker fairway di hole 17 dan menyisakan jarak sekitar 1,8 meter serta berhasil mendapat birdie di sana. Dan di hole 18, saya berhasil mencapai green dalam dua pukulan dan melakukan dua putt untuk birdie,” sambung pegolf yang bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation sejak 2019 ini.


