Carl Yuan mengawali kampanye pada RBC Canadian Open dengan permainan solid yang menempatkannya kini terpaut satu stroke dari kuartet pemuncak klasemen.
Setelah berbulan-bulan lamanya, pegolf asal China Carl Yuan akhirnya mencatatkan salah satu permainan terbaiknya. Pada putaran pertama RBC Canadian Open kemarin (8/6), ia mencatatkan skor 4-under 68 sehingga kini hanya berjarak satu stroke dari kuartet pimpinan klasemen.
Pegolf berusia 26 tahun ini sempat mengalami periode sulit dalam musim perdananya berkiprah pada PGA TOUR. Musim ini ia baru lima kali lolos cut dari total 16 turnamen yang ia ikuti. Akan tetapi, penampilannya dalam 18 hole pertama kemarin seakan berubah drastis. Ia bahkan mampu menciptakan tujuh birdie di Oakdale Golf and Country Club, di Toronto.
Hanya Aaron Rai, Chesson Hadley, Corey Conners, dan Justin Lower yang bermain lebih baik daripada Yuan pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$9 juta ini. Adapun juara bertahan dan pemegang dua gelar RBC Canadian Open Rory McIlroy hanya mampu mengemas 1-under 71.
Yuan jelas merasa puas bisa mencatatkan skor putaran pertama terendah (dalam turnamen individu) sejak bulan Oktober 2022 lalu. ”Jelas (skor 68 itu) menjadi skor yang bagus di lapangan ini,” ujarnya.
”Memang ini lapangan yang menantang. (Namun,) saya senang dengan cara main saya dan bermain benar-benar bebas hari ini, sesuatu yang belum pernah saya lakukan dalam beberapa turnamen terakhir. Saya senang bahwa secara mental semuanya bisa berubah. Saya berusaha untuk sekadar menikmati permainan di lapangan. Menurut saya seperti itulah saya sebenarnya. Dan (lapangannya) sangat cocok untuk permainan saya. Saya menikmati waktu di lapangan dan bisa mencatatkan skor yang bagus.”
Putter-nya turut bekerja dengan baik, yang ditandai dengan keberhasilannya melesakkan putt birdie dari jarak 5 meter, 7 meter, dan 5 meter, masing-masing, di hole 12, 16, dan 8. Ia juga masih bisa berbangga setelah harus menorehkan bogey di hole 13.
”Saya bermaksud memukul bola ke arah tribun penonton untuk melakukan pembebasan, tapi bolanya malah memantul lebih jauh dan berhenti di area penalti. Saya sebenarnya merasa puas bisa menyelamatkan bogey,” ujar Yuan, yang melakukan pukulan keempatnya dari jalur buggy dan menyisakan jarak 1,5 meter untuk bogey.
”Saya mengambil jeda beberapa pekan. Menurut saya tidak banyak perubahan teknik, hanya mental. Saya merasa lebih berhasrat, lebih mencintai olahraga ini.” — Carl Yuan.
Bermain bersama rekan senegaranya Marty Dou Zecheng (75), Yuan kini berniat untuk kembali menikmati putaran kedua dalam upayanya mempertahankan kartu PGA TOUR musim ini. Pengalaman berkali-kali gagal menembus akhir pekan jelas bukan hal yang menyenangkan baginya, padahal ia sempat menang sekali dan delapan kali masuk sepuluh besar pada Korn Ferry Tour musim lalu. Kini ia menghuni peringkat 187 pada klasemen FedExCup.
”Saya mengambil jeda beberapa pekan. Menurut saya tidak banyak perubahan teknik, hanya mental. Saya merasa lebih berhasrat, lebih mencintai olahraga ini. Sungguh sulit bermain hanya untuk bisa mengamankan kartu keanggotaan, berusaha lolos cut. Saya hanya perlu menikmati permainan dan mencatatkan skor yang bagus,” tutur pegolf yang mewakili China pada Olimpiade Tokyo 2020 ini.
Pada putaran pertama itu, ia memukul ke 15 fairway dan 15 kali pula mewujudkan green in regulation sehingga bisa memudahkannya meraih banyak birdie. ”Memukul ke fairway jelas sangat krusial di sini. Jika berada di rough akan sulit untuk memukul bola ke sejumlah posisi pin. Jelas harus menghindari beberapa bogey atau lebih dan memanfaatkan peluang di seluruh hole par 5 atau hole-hole yang lebih mudah,” tandasnya.
Pegolf Korea Kim Seonghyeon menjadi wakil Asia lain yang juga mencatatkan skor 4-under 68, di mana keduanya kini berbagi peringkat kelima dengan tujuh pegolf lainnya. Sementara pegolf China Taipei C.T. Pan mengawali turnamen ini dengan skor 70 dan berada di posisi T29. Pegolf Korea lainnya, Noh Seungyul, juga bermain under dan menorehkan skor 71.


