Ayaka Furue menikmati start yang cemerlang dengan mencatatkan skor terendah pada putaran pertama Amundi Evian Championship.

Ayaka Furue melanjutkan kisah indah di Evian-les-Bains yang ia torehkan pada tahun 2021 lalu. Dalam debutnya pada ajang Amundi Evian Championship itu, Furue menorehkan prestasi terbaiknya selama mengikuti ajang Major.

Kali ini ia kembali dengan status anggota LPGA, menyusul keberhasilannya menembus Qualifying School tahun lalu. Meski penampilannya pada panggung golf papan atas itu belum membuahkana hasil secemerlang kiprahnya di negeri sendiri, ia seakan kembali melanjutkan apa yang ia mulai di Perancis tahun lalu.

Pada putaran pertama ajang Major kelima kaum wanita ini, pegolf berusia 22 tahun ini langsung mencatatkan skor terendah, 8-under 63, untuk mengungguli para jawara Major, termasuk pegolf No.1 Dunia Ko Jinyoung dan sang juara bertahan Minjee Lee. Sembilan birdie dengan satu bogey menghias kartu skornya, sekaligus memberinya keunggulan satu stroke atas Brooke Henderson dan Nelly Korda.

”Saya menyukai lapangan ini, dan dengan getaran-getaran yang bagus dari pengalaman tahun lalu, saya pikir saya bakal main bagus, dan saya bermain dengan baik hari ini,” tutur Furue. ”Saya mendapatkan ritme yang bagus. Banyak pukulan saya yang mendekati lubang. Putting saya juga sangat bagus hari ini.”

Sebagai pendatang baru di panggung LPGA, Furue yang masih mengincar kemenangan pertamanya di Amerika telah mengemas hasil terbaiknya pada ajang Bank of Hope LPGA Match-Play presented by MGM Rewards. Namun, dari total 14 turnamen yang ia ikuti, ia gagal bermain penuh selama empat putaran pada dua turnamen. Dan hal tersebut justru terjadi pada dua ajang Major, yaitu pada U.S. Women’s Open dan KPMG Women’s PGA Championship.

Usai gagal lolos cut di Congressional Country Club, Furue memilih pulang ke Jepang untuk berlatih dan mengembalikan rasa percaya dirinya dengan bermain di JLPGA.

 

Brooke Henderson, Round 1 Amundi Evian Championship 2022.
Dua birdie di dua hole pertama memberi momentum bagi Brooke Henderson untuk mencatatkan skor 7-under 64. Foto: Philippe Millereau/KMSP.

 

”Saya pulang ke Jepang dan berlatih dengan ayah saya dan mengembalikan rasa percaya diri untuk datang dan bermain ke sini lagi,” tutur Furue, yang mencatatkan finis T26 pada ajang Nipponham Ladies Classic.

Hasil tersebut mungkin bukan hasil yang ideal untuk menuju ajang Major. Namun, nuansa yang ia peroleh di Evian-les-Bains ini jelas membangkitkan kembali semua kenangan indah yang ia alami setahun silam.

”Saya sangat senang dan tidak mengkhawatirkan di mana posisi saya saat ini. Besok adalah besok, dan kami akan berjuang lagi besok. Saya mendapatkan gambaran yang sangat baik, getaran-getaran positif dari lapangan ini, jadi semoga saya bisa melangkah seperti ini tiap hari,” ujarnya.

Sementara itu, Henderson menikmati start yang tak kalah solidnya setelah mendapatkan momentum dengan meraih dua birdie di dua hole pertamanya. Meski mencatatkan skor 64, mencatatkan enam birdie, satu eagle, dan satu bogey, ia mengaku lapangan di Evian Resort Golf Club ini bukanlah lapangan yang mudah.

”Lapangan golf ini bisa menjadi begitu sulit. Bisa dimainkan dengan susah. Namun, terkadang ketika Anda bisa mendapat sejumlah birdie, Anda bisa mendapatkan momentum, dan itulah yang terjadi hari ini,” jelas Henderson.

”Saya bisa mendapat birdie di dua hole pertama hari ini, jadi saya merasa putaran kali ini akan berjalan dengan baik. Hanya berusaha untuk melanjutkannya, membuat sebanyak mungkin birdie. Jelas ada beberapa hole yang bisa Anda serang dan mainkan secara agresif dan di hole-hole lainnya Anda hanya bisa bermain aman dan bersabar. Jadi, butuh keseimbangan di antara keduanya.”

 

Nelly Korda, Round 1 Amundi Evian Championship 2022.
Nelly Korda menjadi satu di antara enam pegolf di jajaran sepuluh besar yang bermain tanpa bogey. Foto: Tristan Jones/LET.

 

Catatan skor Henderson ini juga diikuti oleh pegolf No.3 Dunia Nelly Korda. Korda menjadi salah satu dari enam pemain di jajaran sepuluh besar yang sukses menghindari satu bogey pun. Hanya saja, dengan torehan tujuh birdie, ia berhasil memulai Amundi Evian Championship ini dengan menempati peringkat kedua bersama Henderson.

Seperti halnya Furue dan Henderson, permainan Korda kali ini juga tampak sangat meyakinkan. Korda mengaku pukulannya sangat bagus sepanjang 18 hole pertama ini sehingga banyak mengantarkan bola mendekati lubang. Akan tetapi, ia juga menyebut kualitas putting-nyalah yang memberinya hasil yang lebih solid ketimbang penampilannya yang sudah-sudah.

Akan tetapi, jelas sorotan permainannya terjadi di hole 18, yang merupakan hole kesembilannya. Ia berhasil mempertahankan momentumnya dengan menghindari bogey setelah bolanya sempat masuk ke air. Keputusannya untuk memainkan bola tanpa melakukan drop terbukti tepat.

”Saya merasa ragu untuk memilih club. Antara 7-iron atau 6-iron, dan saya tidak ingin memukul terlalu jauh, namun tidak benar-benar berpikir bahwa kalau tidak memukul 7-iron itu dengan baik, bolanya akan masuk ke air,” jelas Korda. ”Saya punya peluang bagus untuk memukul ke green, jadi saya berusaha melakukannya, dan ya, berhasil mengamankan par. Sudah pasti jauh lebih baik daripada mengambil drop.”

Pegolf Amerika Cheyenne Knight menjadi pesaing lainnya yang juga bermain solid. Knight menorehkan delapan birdie dengan dua bogey untuk menghuni tempat keempat sendirian dengan skor 66.

Ko Jinyoung, Lydia Ko, dan pegolf Jepang lainnya Yuna Nishimura untuk sementara berbagi tempat kelima dengan sama-sama menorehkan skor 5-under 66.