Bintang Echavarria, Poston, McCarty dan Yu bersinar terang pada FedExCup Musim Gugur.
Echavarria Menang di Jepang
Sebuah penyesuaian pada grip putting yang baru terbukti menjadi pembeda bagi Nico Echavarria. Ia pun menikmati debut yang sukses pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP. Pegolf berusia 30 tahun asal Kolombia ini mencatatkan birdie di hole 18 untuk mengalahkan pemegang dua gelar Major Justin Thomas dan Max Greyserman, yang menjadi rekannya ketika finis T4 pada ajang Zurich Classic of New Orleans awal tahun 2024.
Echavarria datang ke ACCORDIA GOLF Narashino Country Club dengan peringkat 107 pada kategori Strokes Gained: Putting. Namun, ia menemukan cara latihan yang baru dengan pelatihnya di Las Vegas pekan lalu, di mana ia gagal lolos cut pada ajang Shriners Children’s Open. Lantaran masih belum puas, ia memutuskan mengubah grip putter-nya pada hari Kamis setelah tiba di Jepang.
Peningkatan ini dramatis. Echavarria, yang dua kali menorehkan skor 64, kini menempati posisi 8 pada Strokes Gained: Putting untuk pekan tersebut. Ia menempati posisi teratas untuk putt per green in regulation dan menempati posisi kedua pada total putt dengan 106 putt. Echavarria memainkan hole 18 par 5 dengan 5-under, yang sekaligus menyamai skor terbaik sepanjang pekan ini, dan ia juga bermain tanpa bogey dengan skor 9-under dalam empat hole terakhir. Ia pun bermain 0,51 stroke lebih baik daripada para pesaingnya di hole 18 dan melakukan dua putt birdie untuk meraih kemenangan.
Permainannya di hole-hole par 3 juga luar biasa. Ia membukukan 10-under dan menyamai catatan Justin Leonard sebagai performa terbaik yang pernah dibukukan oleh seorang juara sejak 1983. Skor rata-ratanya, 2,5, juga menjadi yang terendah keempat yang diraih seorang juara di hole par 3 sejak 2003. Ia mencatatkan 7,61 stroke total di hole-hole par 3 dan melakukan total putt sepanjang 36,6 meter dan 8 inchi. Ia menorehkan skor terendah dalam kariernya dengan 20-under 260, yang berarti satu stroke lebih baik daripada rekor turnamen yang dibukukan oleh Tiger Woods tahun 2019, untuk meraih gelar PGA TOUR keduanya.

Poston Menjuarai Shriners Children’s Open
J.T. Poston jelas menemukan zona nyamannya di TPC Summerlin. Kemenangannya pada Shriners Children’s Open merupakan finis ketiganya di antara empat besarnya di sana dan menandakan kedua kalinya dalam kariernya ia membukukan skor 67 atau lebih baik dalam empat putaran pada sebuah ajang PGA TOUR. Tahun 2023 lalu ia juga finis T3.
Poston tidak benar-benar cemerlang dengan driver-nya. Akurasinya hanya 34 dari 56 fairway untuk menyamai pukulan ke fairway tersedikit di antara para pemenang Shriners Children’s Open. Namun, ia masih bisa berada di jajaran 20 besar untuk kategori Strokes Gained—ke-15 untuk Off the Tee, ke-20 untuk Approach the Green, dan ke-6 untuk Putting dan Around the Green. Catatan serupa juga menjadi yang kedua kalinya dalam kariernya.
Akan tetapi, pegolf asal North Carolina ini bermain luar biasa di tiga hole par 5, di mana ia mencatatkan 3 eagle dengan 4 birdie. Malahan, ia menciptakan eagle di Summerlin tiap 63 hole dan telah membukukan 8 eagle dalam total 504 hole yang ia mainkan di sana. Mau perbandingan? Rata-rata karier eagle pada PGA TOUR ialah 1 eagle per 182 hole yang dimainkan.
Skor total 22-under miliknya juga membuatnya menyamai skor terendah keempat dalam kariernya, sebagian besar berkat lima hole terakhir, di mana ia bermain 11-under. Fakta ini juga lebih baik daripada juara turnamen serupa lainnya, kecuali Ben Martin tahun 2014. Pada pekan itu, Poston mencatatkan 9,82 stroke untuk pukulan tee ke green, lebih baik daripada seluruh pemain dalam 49 dari 72 hole.

McCarty Raih Kemenangan pada Ajang Black Desert Perdana
Pekan itu menjadi pekan yang pertama gelaran Black Desert Championship. Ajang ini menjadi turnamen PGA TOUR pertama di Utah sejak 1963 dan Matt McCarty yang baru pertama kali bermain pada PGA TOUR memanfaatkannya untuk meraih gelar pertamanya.
Mungkin kita sudah bisa memperkirakannya. Pada akhrinya, McCarty baru saja mendapatkan promosi ke PGA TOUR berkat kemenangan ketiganya pada Korn Ferry Tour. Kemenangan di Utah ini menjadi kemenangan keempatnya dalam sepuluh turnamen yang ia ikuti sehingga menjadikannya pegolf kedua yang menjuarai ajang PGA TOUR pada tahun yang sama setelah meraih promosi, sejak Jason Gore melakukannya tahun 2005. Hanya dua pemain yang membutuhkan turnamen lebih sedikit untuk mewujudkan gelar PGA TOUR pertamanya—Jim Benepe (1) dan Garrett Higgo (2). Black Desert Championship ini sendiri menjadi ajang PGA TOUR ketiga baginya.
McCarty, yang memiliki keunggulan dua stroke sebelum memulai putaran final dan menang dengan tiga stroke, berada di posisi terbaik untuk Strokes Gained: Total dengan catatan +15,13. Secara khusus permainannya solid di hole-hole terakhir. Dalam tiga hole terakhirnya ia mencatatkan 7-under—yang memberinya 3,46 stroke dari Tee ke Green dan 4,28 Around the Green sehingga menjadi yang terbaik untuk kategori tersebut. Ia juga meraih eagle di dua hole par 4 dan menyamai rekor Dustin Johnson (yang melakukannya dua kali), Rocco Mediate, dan Brad Faxton sebagai juara PGA TOUR yang meraih prestasi serupa.

Gelar Perdana bagi Yu di Mississippi
Selama bertahun-tahun ajang Sanderson Farms Championship kerap memberi kemenangan perdana bagi sejumlah pegolf. Edisi 2024 ini juga tidak menjadi pengecualian. Namun, Kevin Yu dari China Taipei harus berjuang keras untuk mewujudkan kemenangan itu. Birdie di hole 18, baik di hole ke-72, maupun saat play-off membuatnya meraih kemenangan setelah memulai putaran final dengan jarak dua stroke di belakang Beau Hossler.
Kemenangan ini menjadikan Yu sebagai pegolf China Taipei ketiga yang menjuarai ajang PGA TOUR. Ia bergabung dengan C.T. Pan dan T.C. Chen. Ia juga menjadi juara PGA TOUR perdana ke-14 dalam turnamen ini. Pegolf lulusan Arizona State University ini mewujudkan kemenangan ini dalam ajang PGA TOUR ke-56 yang ia menangkan.
Skor total 23-under miliknya juga menjadi rekor skor terendah di Coutry Club of Jackson. Adapun akurasi driving yang mencapai 51,80% menyamai catatan terendah keempat yang diraih oleh seorang juara PGA TOUR Musim ini. Namun, ia membayarnya dengan permainan putter yang tajam. Ia mencipakan 27 birdie (total birdie terbanyak kedua dalam kariernya) dan menempati peringkat kedua dari jarak putt yang dimasukkan dan meraih 8,66 stroke lebih baik daripada seluruh peserta untuk urusan putting.
Selain itu, catatan Strokes Gained: Total miliknya, +12,52 berarti ia bermain 2,5 stroke lebih baik daripada pencapaian terbaik dalam kariernya sebelumnya, yang ia ciptakan pada ajang Myrtle Beach Classic.


