Bintang-bintang golf PGA TOUR yang sudah akrab, maupun yang baru, telah meninggalkan kesan yang tak lekang oleh waktu pada ajang dua tahunan ini.
Oleh Chris Cox.
Begitu fajar menyingsing di Quail Hollow Club pada hari terakhir Presidents Cup, Kapten Tim Amerika Serikat Davis Love III mengumpulkan timnya dalam pertemuan terakhir mereka.
Beberapa jam sebelumnya, Tim Internasional telah menunjukkan kebangkitan yang mengejutkan, dengan memenangkan sesi hari kedua pada hari Sabtu untuk pertama kalinya sejak 1998, terakhir kalinya mereka memenangkan seri ini. Dalam upayanya menyingkirkan efek kejutan sehari sebelumnya, Love membawa ahli statistik dalam timnya untuk mengembalikan kerangka pikir para pemainnya ke pola pikir yang tepat.
”Pakar statistik kami menemukan sejumlah fakta mengagumkan pagi ini, tentang bagaimana tim mereka bermain, terutama menghadapi beberapa anggota dari tim kami,” ujar Love kemudian. ”Kami terus menurunkan pemain yang sama menghadapi tim terbaik mereka. Meskipun catatan beberapa pemain tidak menunjukkannya, semua orang dalam tim ini telah bermain dengan luar biasa bagus. Itulah kerja sama tim yang hebat.”
Apapun informasi yang disuguhkan para pakar statistik Tim AS, sepertinya hal itu membuahkan hasil. Tim AS pada akhirnya memenangkan partai tunggal hari Minggu itu setelah meredam upaya terakhir Tim Internasional, menang dengan kemenangan 17,5-12.5 untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut dalam ajang dua tahunan ini.
”Kami berada di posisi yang sulit pada hari Jumat, dan kami menunjukkan nyali yang tangguh untuk berjuang bangkit,” ujar Kapten Tim Internasional Trevor Immelman. ”Pada satu titik, saya tidak tahu bagaimana kalian, tapi pada satu titik sore ini, saya pikir kami masih punya kesempatan.”
Angka Kemenangan Tim AS
Asumsi Immelman memang tidak keliru. Ketika pertandingan mulai mereda pada Minggu sore, Tim Internasional masih punya peluang, sebagian besar berkat kemenangan yang diraih Kim Siwoo dan Sebastian Munoz atas bintang PGA TOUR, masing-masing, seperti Justin Thomas dan Scottie Scheffler.
Namun, pada akhirnya hari ini menjadi milik kubu Amerika. Selisih lima poin merupakan kemenangan terbesar kedua dalam perebutan total 30 poin pada ajang ini. Tim AS telah meningkatkan penampilannya, 10-0-1 dari 12 Presidents Cup terakhir dan dengan rekor 12-1-1 sejak 1994. Mereka juga telah mengemas angka kemenangan 8-0 di negeri sendiri.

Momentum awal ikut membantu upaya mereka. Kubu Amerika melanjutkan keunggulan 8-2 pada dua hari pertama, dan sepertinya mereka bisa menembus 20 poin untuk pertama kalinya sejak Presidents Cup memperebutkan 30 poin tujuh tahun silam. Kubu Amerika bermain imbang atau memimpin dalam enam hole pada tiap sepuluh partai pertama mereka.
”Jauh lebih mudah bermain jika memegang keunggulan,” ujar Jordan Spieth. ”Anda punya momentum, terutama dengan dukungan penonton. Kadang agak lebih sulit untuk bangkit di tengah jalan dan dalam posisi tertinggal.”
Spieth, Thomas Membuka Jalan
Spiethlah yang menjadi pusatnya dengan menciptakan momentum awal. Pegolf berusia 29 tahun ini mencatatkan penampilan terbaiknya dalam Presidents Cup, menorehkan rekor 5-0-0, sembari mencatatkan kemenangan partai tunggal pertamanya dalam ajang beregu internasional yang pernah ia ikuti.
Pemegang 13 gelar PGA TOUR ini menuntaskan pekan itu dengan kemenangan 4&3 atas Cam Davis asal Australia, mengakhiri rekor 0-6-1 dalam partai tunggal dalam tujuh Presidents Cup dan Ryder Cup. Ia meraih kemenangan meski mengawali permainan dengan bogey berturut-turut, lalu menorehkan lima birdie dalam 12 hole terakhirnya untuk memastikan kemenangan.
”Saya pikir saya memainkan beberapa permainan terbaik saya dalam setahun pada pekan ini, yang menjadi sesuatu yang keren untuk dilakukan dalam satu tim dengan rekan-rekan saya ini,” tutur Spieth, yang menjadi pegolf keenam yang mencatatkan rekor 5-0-0 dalam ajang Presidents Cup. ”Saya dan Justin (Thomas) menikmati periode yang luar biasa dalam ajang beregu, dan saya senang akhirnya bisa kembali dalam lingkaran pemenang dalam partai tunggal untuk pertama kalinya.”
”Periode yang sulit dipercaya” itu jelas menggambarkan duetnya dengan Thomas. Keduanya telah bermain total 64 hole bersama-sama dalam dua hari pertama dan hanya tertinggal dua kali di antara periode tersebut. Keduanya menuntaskan kebersamaan pada hari Sabtu dengan kemenangan dominan 4&3 atas Hideki Matsuyama dan Taylor Pendrith sehingga memberi keunggulan 11-7 yang sangat membuat kubu Amerika nyaman menuju hari terakhir.
Mereka menjadi pasangan ketiga yang bisa mencatatkan rekor 4-0-0 dalam satu ajang Presidents Cup, setelah Tiger Woods dan Steve Stricker melakukannya tahun 2009, dan Louis Oosthuizen dan Branden Grace tahun 2015. Dan dominasi mereka menjadi titik kritis bagi AS, ketika Scottie Scheffler menjadi pegolf No.1 Dunia kedua yang tidak memenangkan satu partai pun pada Presidents Cup—Nick Price juga melakukan hal serupa pada edisi 1994.

Lahirnya Bintang-Bintang Baru
Meski Amerika Serikat meninggalkan Quail Hollow dengan membawa pulang Presidents Cup, Tim Internasional masih bisa sedikit terhibur berkat perjuangan keras yang mereka tampilkan. Semua upaya itu turut menyoroti beberapa nama yang bermain pada PGA TOUR.
Tidak ada yang bermain semengesankan Tom Kim. Sebagai pegolf termuda yang tampil pada Presidents Cup, ia menorehkan rekor 2-3, termasuk kemenangan krusial pada partai fourball hari Sabtu atas Xander Schauffele dan Patrick Cantlay, ketika ia memasukkan birdie kemenangan di hole 18, yang memantik ledakan selebrasi di green.
”Ia menyatu secara unik,” tutur Immelman menyinggung pegolf berusia 20 tahun, yang juga meraih kemenangan pada partai foursome dengan Lee Kyounghoon atas Scheffler dan Sam Burns.
”Melihatnya memainkan 2-iron dan memasukkan putt, wah, benar-benar menunjukkan nyalinya. Saya sempat mengalami beberapa momen serupa dalam karier saya. Ada banyak pergulatan pada momen-momen tersebut. Anda merasa bersemangat, Anda merasa cemas, Anda juga merasa gugup. Ada keyakinan diri di sana. Ada banyak hal yang terlintas, dan ia melakukannya. Kami luar biasa bangga akan dia.”
Kim menjadi bagian dari rekor empat pemain Korea dalam Presidents Cup 2022. Grup ini terbukti menjadi jantung Tim Internasional, mencatatkan rekor 9-7-1 sedangkan anggota tim lainnya mencatatkan 6-19-3.
Kim memang akhirnya kalah 1-up pada partai tunggal hari Minggu dari salah satu bintang baru Tim AS, Max Homa, salah satu dari hanya empat pendatang baru yang meraih rekor 4-0-0 atau lebih baik dalam debut Presidents Cup. David Duval (1996) dan Stewart Cink (2000) juga melakukan hal serupa, sedang Shigeki Maruyama menorehkan 5-0-0 bagi Tim Internasional tahun 1998.
”Bisa berada di sini jelas menjadi satu hal, dan kemudian ke lapangan dan memainkan beberapa permainan golf yang luar biasa jelas menjadi hal yang lain lagi,” ujar Homa. ”Dan pekan ini jelas lebih daripada istimewa, menegaskan, berarti, di atas segalanya. Sungguh berarti. Saya pikir saya akan mengenang pekan ini sebagai pekan yang akan saya gunakan sebagai motivasi berkelanjutan untuk melangkah ke depan.”


