Shannon Tan menyambut tantangan para jawara dalam penampilan keduanya pada HSBC Women’s World Championship pekan ini.
Pegolf favorit tuan rumah Shannon Tan melangkah menuju HSBC Women’s World Championship pekan ini dengan status baru. Juara Order of Merit Ladies European Tour (LET) ini segera melakoni penampilan keduanya pada ajang yang disebut-sebut sebagai ajang Major Asia ini. Ia melengkapi duo Singapura bersama Chen Xingtong, yang kembali tampil usai memenangkan kualifikasi nasional.
Tan, yang pekan ini berstatus undangan, hadir dengan modal yang cukup meyakinkan. Dalam turnamen pertamanya tahun ini, PIF Saudi International, yang menjadi kalender bersama LET dan LPGA Tour hampir dua pekan lalu, ia menorehkan skor total 14-under 274 dan finis di posisi T12.
”Setelah tampil untuk pertama kalinya dalam ajang ini tahun lalu, saya mulai tahu mesti berharap bagaimana tahun ini. Saya kira memenangkan Order of Merit LET tahun lalu juga ikut menambah rasa percaya diri, dan saya kira, dua minggu lalu saya bermain dengan baik di Saudi,” tutur Tan.
Dengan 9 dari 10 pegolf teratas dunia, plus 44 jawara Major dan tujuh pemain mantan No.1 Dunia, Tan mengaku masih mengalami demam bintang walaupun statusnya sendiri telah membuatnya layak menjadi salah satu bintang di Tanjong Course, Sentosa Golf Club pekan ini. Sejak beralih profesional pada 2024, ia telah menjuarai tiga gelar LET setelah memenangkan Singapore Ladies Masters pada sirkuit CLPG Tour sebagai amatir. Keberhasilannya menjuarai Order of Merit tahun lalu turut diwarnai oleh dua gelar LET yang ia menangkan lewat ajang Amundi German Masters dan Hero Women’s Indian Open.

”Saya akui, terkadang saya masih suka demam bintang. Sudah jelas saya lebih merasa demam bintang tahun lalu. Namun, melihat mereka bermain ketika saya masih remaja dan tumbuh dengan mengagumi mereka dan sekarang bisa berada di lapangan yang sama, tentunya sangat berarti bagi saya,” sambungnya.
Toh sebagai profesional, Tan juga menyadari bahwa ia tak boleh sekadar mengalami demam bintang dan mengagumi para jawara LPGA yang akan bertanding bersamanya pekan ini. Hasratnya untuk terus menjadi anutan bagi para pegolf junior di Singapura bakal menjadi salah satu motivasinya untuk bisa menampilkan permainan terbaik dan memperbaiki catatan penampilannya pada ajang ini.
”Menghadapi pekan ini, saya akan memperlakukannya sebagaimana saya menjalani tiap pekan. Pada akhirnya, saya harus melakukan pukulan demi pukulan, hole demi hole, dan mengikuti rencana permainan saya,” ujar Tan, yang akan memainkan putaran pertama besok (26/2) bersama pegolf China Liu Yan dan pegolf Thailand Pajaree Anannarukarn.
”Pastilah saya ingin main dengan baik dan berada di antara nama-nama besar yang hadir. Namun, saya kira saya akan berfokus melakukan langkah-langkah kecil dan proses-proses kecil yang saya miliki.”

Tan kerap menyaksikan siaran langsung LPGA Tour sejak ia masih berusia 14 tahun. Tidaklah mengherankan jika sirkuit tersebut menjadi target besar baginya, terlebih setelah menunjukkan kualitasnya pada LET dalam dua musim terakhir, di mana ia meraih kemenangan perdananya pada tahun 2024 lewat ajang Magical Kenya Ladies Open.
Kehadirannya pada pekan ini jelas memberinya kesempatan bernilai, bukan hanya kompetisi skala LPGA Tour, melainkan juga kompetisi skala Major, mengingat tahun ini ia berhak mengikuti setidaknya empat ajang Major—The Chevron Championship, KPMG Women’s PGA Championship, The Amundi Evian Championship, dan AIG Women’s Open.
”Secara teknis, ajang ini disebut ajang Major Asia. Jadi, tentu saja ini ajang besar dengan banyak pemain bintang. Sembilan dari sepuluh pegolf terbaik di dunia ada di sini. Bermain bersama mereka turut memberi nuansa kalau saya bermain pada ajang Major lainnya juga,” tuturnya lagi.
”Dalam hal pertumbuhan saya sebagai seorang pegolf, saya kira saya sudah melakukan banyak di berbagai aspek permainan saya, tapi ini proses yang panjang dan masih banyak hal lain dari permainan saya yang mesti saya latih. Saya kira secara keseluruhan saya sudah berkembang di dalam dan luar lapangan.”


