Taiki Yoshida menjadi salah satu pemuncak klasemen Fortinet Players Cup berbekal dorongan dari lonceng pernikahan.
Taiki Yoshida, Shugo Imahira, Kosuke Sunagawa, dan Kota Kaneko menikmati awal yang ideal. Mereka sama-sama membukukan skor 66 untuk berbagi puncak klasemen sementara ajang Fortinet Players Cup, yang mulai bergulir Kamis (30/10) kemarin.
Bermain di Narita Hills Country Club, keempat pegolf ini sukses menaklukkan lapangan 6.526 meter (7.137 yard), 71 par secara mengesankan pada turnamen yang baru pertama kali digelar dan menyediakan total hadiah sebesar ¥150 juta ini.
Yoshida, yang sepanjang musim ini hanya dua kali gagal lolos cut, menyebut performa putting menjadi kunci penampilan solidnya.
”Jelas putting saya,” ujar Yoshida. ”Bahkan dari jarak jauh (saya bisa memasukkannya), saya pun tak meleset memasukkan putt jarak pendek. Pada pagi hari kondisi green-nya sempurna. Kalau bisa memukul sesuai jalur yang dituju, bolanya pasti akan masuk.”
”Saya tidak sepenuhnya puas dengan pukulan-pukulan hari ini. Memang putting sayalah yang menyelamatkan putaran ini.” — Taiki Yoshida.
Meskipun tidak sepenuhnya puas dengan kualitas pukulannya, Yoshida, yang mengejar gelar perdananya di panggung Japan Golf Tour Organization (JGTO) ini puas melihat kualitas short game yang membantunya mempertahankan momentum.
”Saya tidak sepenuhnya puas dengan pukulan-pukulan hari ini. Memang putting sayalah yang menyelamatkan putaran ini,” ujarnya lagi.
Pegolf berusia 28 tahun ini turut menuturkan kunci dari konsistensinya pada musim ini. ”Sejujurnya, motivasinya ialah mencari uang!” ujarnya tertawa.
Dengan pernikahan yang rencananya berlangsung bulan Desember, Yoshida berharap bisa meraih satu kemenangan sebelum hari besarnya itu. ”Saya ingin bisa menang sebelum menikah,” ujarnya. ”Itulah motivasi terbesar saya sekarang.”
Jika Yoshida mengejar kemenangan perdananya, Imahira berniat merengkuh gelar ke-11 dalam kariernya. Meski sempat mencatatkan dua bogey di dua hole pertamanya, ia mengaku puas bisa bangkit dan memperbaiki permainannya.
”Bisa bermain dengan baik di bawah tekanan hari ini turut memberi percaya diri agar bisa terus melangkah.” — Kosuke Sunagawa.
”Sejujurnya, setelah awal yang demikian, rasanya saya ingin pulang saja,” ujar Imahira. ”Pukulan tee saya di hole pertama malah ke kanan, lalu di hole berikutnya justru ke kiri. Mungkin karena area latihannya menanjak. Mungkin tempo saya jadi berubah.”
Meski demikian, pegolf berusia 33 tahun ini berhasil melakukan penyesuaian dan menemukan kembali iramanya. Praktis ia mengemas lima birdie dengan satu eagle untuk akhirnya membukukan skor 66.
Adapun Sunagawa mengaku permainannya pada hari pertama bukannya berjalan mulus. Double bogey di hole 15 turut menghambat momentum permainannya. ”Kondisinya berat, jadi saya bilang pada diri sendiri kalau bisa main 1-under di sembilan hole terakhir saja sudah bagus. Saya berhasil tetap tenang dan main dengan solid setelah itu.”
Pekan ini ia harus berjuang keras lantaran ia berada di ambang kritis dalam mempertahankan hak bertandingnya untuk musim depan. Apalagi tinggal tiga turnamen tersisa dari jadwal JGTO musim ini. Tak pelak lagi hal ini memberi tekanan tambahan baginya.
”Pastilah ada tekanan. Meski begitu, para pemain top telah mengalami hal serupa, dan saya ingin menghadapinya juga. Bisa bermain dengan baik di bawah tekanan hari ini turut memberi percaya diri agar bisa terus melangkah,” tegasnya.


