Thongchai Jaidee mencatatkan skor terendah dalam kariernya untuk finis di tempat kedua pada ajang Shaw Charity Classic.

Bintang veteran asal Thailand Thongchai Jaidee menikmati finis terbaiknya musim ini pada PGA TOUR Champions dengan fins di tempat kedua pada ajang Shaw Charity Classic presented by Rogers pada hari Minggu (20/8) kemarin.

Pegolf berusia 53 tahun ini menorehkan skor 8-under 62 pada musim penuh keduanya pada sirkuit yang ditujukan bagi para pegolf berusia 50 tahun ke atas. Skor yang ia bukukan di Canyon Meadows, di Calgary, Kanada itu merupakan skor terendah dalam kariernya dan membawanya finis hanya satu stroke di belakang sang juara, Ken Duke (66), yang mencatatkan skor total 14-under 196.

Sepuluh besar ini menjadi sepuluh besar kedua pada musim ini setelah sebelumnya ia sempat finis T5 pada ajang Dick’s Sporting Good Open. Finis yang meyakinkan di Kanada itu turut melambungkan posisinya ke peringkat 26 pada daftar peraih hadiah uang Charles Schwab Cup.

”Minggu ini saya bermain dengan bagus,” tutur Thongchai, yang bermain penuh untuk musim keduanya pada PGA TOUR Champions. ”Saya berusaha untuk bisa masuk 30 besar daftar peraih hadiah uang. Saya sebenarnya mengalami kesulitan dengan iron saya, putting saya persis seperti awal tahun ini dan waktunya tepat sekali karena saya bisa melakukannya dengan baik beberapa hari terakhir.

”Hari ini permainan iron saya cukup berjalan dengan baik dan putting saya mulai kembali. Saya main bagus di sembilan hole pertama dan bisa bangkit di sembilan hole terakhir. Ada keyakinan pada putting saya, yang menjadi kuncinya. Itu sebab saya bisa main 13-under. Sangat senang dengan hasil in. Saya malah kaget dengan keberhasilan mencatatkan skor yang begitu rendah. Rasa percaya diri saya bakal kembali kalau seperti ini.”

Ia memulai putaran finalnya dengan tertinggal tujuh stroke, namun membuat empat birdie di lima hole pertamanya sehingga mulai mengancam sang pemuncak klasemen. Lima birdie lagi ia raih di sembilan hole terakhirnya, plus satu bogey di hole 14.

”Anda tidak akan pernah tahu. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan permainan saya, dan berusaha menjaga bola agar tetap di fairway” ujarnya lagi.

Keputusannya menggunakan putter baru pada putaran final tampaknya juga menjadi salah satu kunci. ”Saya berusaha menemukan feel yang sedikit berbeda, dan ternyata membantu,” ujar pegolf yang telah menjuarai delapan gelar DP World Tour ini.