Thongchai Jaidee kembali meraih kartu PGA TOUR Champions setelah menempati posisi kedua pada Qualifying School.

Salah satu legenda golf Asia asal Thailand, Thongchai Jaidee, sukses mengamankan statusnya pada PGA TOUR Champions setelah menempati peringkat kedua pada Qualifying School yang dimainkan di TPC Tampa Bay kemarin (10/12). Skor 4-under 67 pada putaran final itu cukup membawanya berada tiga stroke di belakang Rob Labritz, yang keluar sebagai juara.

Bersama David Branshaw, Thongchai sempat berbagi tempat kedua setelah keduanya sama-sama mengoleksi 14-under. Namun, birdie di hole play-off pertama mereka (di hole 10), memastikan pegolf Thailand tersebut finis di tempat kedua.

”Performa saya sepanjang pekan ini bagus,” ujar Thongchai. ”Putting saya sangat bagus. Semuanya bahkan lebih baik daripada awal tahun ini. Semoga saja permainan saya bisa dipertahankan.”

Memang bukan kali ini saja Thongchai meraih kartu PGA TOUR Champions. Dua tahun lalu, ia mendapatkan status penuh bermain pada Tour yang ditujukan bagi para pegolf berusia 50 tahun ke atas ini. Kala itu ia juga berhasil menembus Qualifying School. Sayangnya, pandemi COVID-19 memaksanya harus melewatkan sebagian besar jadwal musim 2020-2021 lantaran pembatasan perjalanan memaksanya harus tinggal di Thailand. Begitu bisa kembali ke Amerika, ia sempat finis di sepuluh besar dalam dua turnamen berturut-turut.

”Rasanya sungguh menyenangkan. Saya memainkan putaran yang solid, sepanjang pekan ini saya juga bermain solid, dan sekarang saya meraih kartu saya lagi. Semoga tahun depan bisa menjadi lebih baik daripada tahun ini. COVID-19 memengaruhi segalanya dan membatasi segalanya. Keadaan menjadi sangat sulit buat semua orang.

”Saya sudah membayangkan hal ini terwujud. Dan saya menuntaskannya, sungguh sulit dipercaya. Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan pikiran.” — Rob Labritz.

”Dalam dua turnamen terakhir, saya bisa finis di lima besar dan sepuluh besar dan hasil tersebut mengembalikan rasa percaya diri saya. Saya berlatih dengan sangat keras sebelum ke sini. Tidaklah mudah meraih satu dari lima kartu (keangotaan) dan saya senang telah melakukannya. Saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya untuk dukungan mereka, mengingat saya sudah berada di AS dalam tujuh bulan terakhir.”

Sementara itu, Labritz, yang merupakan seorang pegolf klub profesional, berhasil tampil luar biasa setelah memulai putaran final itu dengan terpaut hanya satu stroke di belakang pimpinan klasemen.

”Saya sudah membayangkan hal ini terwujud. Dan saya menuntaskannya, sungguh sulit dipercaya,” ujar Labritz usai mewujudkan impiannya selama 15 tahun. ”Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan pikiran. Saya luar biasa senang dan nyaris sulit berkata-kata. Saya sudah menanti kesempatan seperti ini, untuk mengetahui bagaimana permainan saya.”

Setelah bermain even par di empat hole berturut-turut pada putaran final itu, Labritz menorehkan tujuh dari sepuluh hole berikutnya, sebelum akhirnya menuntaskan empat hole terakhirnya dengan par. Sebelumnya, pegolf yang genap berusia 50 tahun pada 31 Mei 2021 lalu ini berhasil melangkah ke Final Stage setelah finis di tempat kedua pada First Stage Qualifier yang dimainkan di Buckhorn Springs bulan lalu di Valrico, Florida.

Selain Labritz, Thongchai, dan Branshaw, Roger Rowland dan Tom Gillis juga berhak meraih status penuh setelah finis di jajaran lima besar. Adapun para pemain yang finis di peringkat 6-30 berhak mengikuti ajang kualifikasi terbuka pada tahun 2022, salah satunya termasuk pegolf Korea Charlie Wi, yang finis di posisi T17.