Tim Internasional mengharapkan Hideki Matsuyama menjadi ”Silent Assassin” baru dalam misi memenangkan Presidents Cup yang dimulai hari ini (26/9).

Beberapa rekannya memandang Hideki Matsuyama sebagai sensasi Jepang, pemimpin, maestro, dan pegolf hebat. Akan tetapi versi yang semua anggota Tim Internasional benar-benar harapkan ketika ia tampil pada Presidents Cup di Royal Montreal Golf Club mulai Kamis (26/9) ini ialah ”pembunuh”.

”Dia seorang pembunuh,” ujar debutan Australia, Minwoo Lee. ”Tak seorang pun yang benar-benar mengenal Hideki. Dia mengerjakan hal yang biasa ia lakukan sendiri, dan menunjukkan permainan golf yang luar biasa. Jadi, pembunuh, dan di luar lapangan, bersifat pribadi. Entahlah … apa dia sudah punya anak? Apakah dia punya segalanya? Di mana dia tinggal? Saya tidak tahu. Saya kira Google pun tak tahu. Jadi, dari sisi privasi, dia seorang pembunuh.”

Setelah bintang veteran Australia Adam Scott, yang akan tampil dengan rekor 11 kali berturut-turut bagi Tim Internasional, Matsuyama, yang musim ini menjuarai dua gelar PGA TOUR dan medali perunggu Olimpiade Paris, merupakan pegolf Internasional dengan partisipasi terbanyak pada ajang dua tahunan ini.

”Saya sungguh mengagumi apa yang ia kerjakan, tekanan yang ia hadapi bermain bagi seluruh Jepang, saya pikir juga sebagai pegolf terhebat yang pernah ada. Anda tahu, dia seorang maestro,” ujar Scott, yang membimbing Matsuyama ketika bintang Jepang itu menjalani debutnya pada Presidents Cup 2013.

Rekor Matsuyama, 7-10-5 (Menang-Kalah-Imbang) merupakan sesuatu yang Kapten Tim Internasional Mike Weir harapkan bisa diperbaiki. Itulah sebabnya, legenda Kanada ini mengajak Shigeki Maruyama menjadi salah satu asisten kaptennya. Maruyama telah menjadi bagian dari folklor Presidents Cup dan mendapat julukan ”Smiling Assassin” setelah mencatatkan rekor 5-0-0 dalam satu-satunya kemenangan Tim Internasional tahun 1998 di Royal Melbourne.

 

Tim Amerika Serikat, H-1 Presidents Cup 2024.
Seluruh anggota Tim Amerika Serikat ini akan berupaya meraih kemenangan ke-10 berturut-turut dalam ketika Presidents Cup dimulai Kamis (26/9) ini. Foto: Getty Images.

 

”Hideki pemain hebat. Jelas dia salah satu pemimpin kami. Dan dengan Shigeki di sini, yang menjadi kunci tahun 1998 dengan rekor 5-0-0 sebagai debutan yang meraih kemenangan. Dia punya karakter yang hebat. Saya kira hal ini bisa membuat Hideki tersenyum. Hideki telah menjadi pegolf Jepang tunggal selama ia bermain, tapi belum punya rekan satu tim. Jadi, kehadiran Shigeki di sini baginya sangatlah luar biasa. Ia sangat fantastis di ruang tim,” tutur Weir.

Sosok Matsuyama bagi Tim Internasional memang dianggap sangat penting. Terutama dalam misi membalikkan situasi menghadapi Tim Partai yang sangat kuat, yang dipimpin pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler, dan peraih dua gelar Major musim ini, Xander Schauffele. Itu sebabnya, Weir memasangkannya dengan jagoan tuan rumah Corey Conners dalam partai kelima dan terakhir menghadapi Patrick Cantlay dan Sam Burns dalam sesi pembuka Fourball.

Scott, pegolf tertua dengan usia 44 tahun pada pekan ini, sudah jenuh kalah dari kubu Amerika, dan ia tahu pemain seperti Matsuyama dan rekan senegaranya Jason Day mesti menjadi pemimpin di depan rekan-rekan mereka di Royal Montreal. Day akan berpasangan dengan An Byeonghun dari Korea dalam partai utama menghadapi Xander Schauffele/Tony Finau. Sementara Scott sendiri akan berpasangan dengan Minwoo Lee dalam menghadapi Collin Morikawa/Sahith Theegala.

”Kami membutuhkannya (Matsuyama) untuk memberikan poin,” ujar Scott, yang sejauh ini memegang rekor 18-25-6. ”Kami berharap pemain terbaik kami memenangkan poin. Dia tahu hal ini. Saya merasa saya perlu memberi lebih banyak poin daripada sebelumnya, jika beberapa pemain yang lebih tua dan lebih berpengalaman bisa melakukannya, semoga hal serupa bisa menular kepada seluruh anggota tim.

 

Tim Internasional, H-1 Presidents Cup 2024.
Tim Internasional kali ini sudah jauh lebih siap untuk melawan Tim AS, terutama mengingat edisi 2024 ini diadakan di Kanada, yang merupakan kandang mereka. Foto: Getty Images.

 

”Hideki sudah menang dua kali, pada dua ajang besar tahun ini. Ia membawa kekuatan itu kepada tim ini. Siapa pun yang bermain dengannya, rasanya akan mendapatkan pasangan impian. Dia sangat lihai, dan Anda tahu, kami akan mengandalkan dia pekan ini.”

Matsuyama, yang kini berstatus No.7 Dunia menjadikannya sebagai pegolf Tim Internasional berperingkat tertinggi, merasa tahun ini bisa menjadi akhir masa frustrasi tanpa kemenangan bagi Tim Internasional. ”Tim ini memiliki keseimbangan yang bagus, tiga dari Kanada, tiga dari Australia, empat dari Korea kami punya ikatan yang bagus,” tutur Matsuyama, yang saat ini menjadi kolektor gelar PGA TOUR terbanyak dari Asia dengan sepuluh gelar ini.

”Sungguh sebuah kehormatan untuk mewakili Perisai (logo Tim Internasional) ini. Perisai ini mempersatukan tim. Sangat, sangat sulit terutama bagi pemain seperti Adam (Scott), yang mungkin lebih merasakan tekanan. Ia sungguh berhasrat untuk memenangkan trofi ini. Tahun ini kami memiliki tim yang solid yang bisa memenangkan trofi, dan saya sungguh menantikannya dan berharap bisa berkontribusi bagi tim.”

Sesi Fourball Kamis
Partai 1 // 11:35: Jason Day/An Byeonghun (Internasional) vs. Xander Schauffele/Tony Finau (AS)
Partai 2 // 11:53: Adam Scott/Minwoo Lee (Internasional) vs Collin Morikawa/Sahith Theegala (AS)
Partai 3 // 12:11: Im Sungjae/Tom Kim (Internasional) vs. Scottie Scheffler/Russell Henley (AS)
Partai 4 // 12:29: Taylor Pendrith/Christiaan Bezuidenhout (Internasional) vs Wyndham Clark/Keegan Bradley (AS)
Partai 5 // 12:47: Hideki Matsuyama/Corey Conners (Internasional) vs. Patrick Cantlay/Sam Burns (AS)