Tom Kim mengincar ”balas dendam” terhadap pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler lewat ajang Presidents Cup.
Jika Tom Kim bisa memilih satu lawan yang ingin ia hadapi pada Presidents Cup pekan ini, bintang Tim Internasional itu bakal mengharapkan kesempatan melawan pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler di Royal Montreal Golf Club.
Pegolf berusia 22 tahun ini memang mengincar penebusan, baik di level pribadi maupun tim. Pekan ini menandakan keikutsertaan kedua baginya dalam Tim International dalam ajang dua tahunan yang resmi dimulai hari (26/9) ini.
”Kalau bisa bermain dengan Scottie, pasti akan sangat menyenangkan,” tutur Kim, yang mencuat menjadi bintang baru di Quail Hollow, di Charlotte, AS dua tahun lalu. Ia menyumbangkan dua poin dalam debutnya tersebut.
”Kami sama-sama merasa nyaman, dan saya sering bermain dengannya di rumah kami. Selama sepekan saya akan sangat tidak menyukai dia. Saya punya kesempatan mengalahkan dia satu lawan satu tahun ini (lewat ajang Travelers Championship), tapi saya kalah. Saya ingin bisa mendapat partai pembalasan dengannya. Dia bakal bermain sangat, sangat baik, tapi pada saat yang sama jika bisa melakukan sesuatu yang istimewa pada hari Minggu (partai tunggal) menghadapi pemain sekaliber dia, (poin kemenangannya) akan sangat besar bagi tim kami.”
”Menurut saya pekan ini sangat menyenangkan karena kami bermain di kandang sendiri.”
Kekalahan 17,5-15,5 dari Tim AS tahun 2022 itu masih menyakitkan bagi Kim. Kala itu ia, secara mengejutkan, tampil sebagai pembawa keberuntungan bagi Tim Internasional berkat gejolak dan api masa mudanya. Ia menikmati hari Sabtu yang berkesan, pertama bermain dengan Lee Kyounghoon dalam partai Foursome untuk mengalahkan Scheffler dan Sam Burns dengan 2&1, dan kemudian berpasangan dengan Kim Siwoo dalam sesi Fourball untuk mengalahkan Patrick Cantlay dan Xander Schauffele 1-up, di mana ia melesakkan putt birdie kemenangan yang menyulut ledakan selebrasi yang akan selamanya terukir dalam sejarah Presidents Cup.
Meskipun Tim AS telah mendominasi Presidents Cup dengan meraih kemenangan dalam sembilan penyelenggaraan terakhir dengan rekor 12-1-1 (Menang-Kalah-Imbang) sejak 1994, Kim yakin Tim Internasional memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan di Royal Montreal. Apalagi mereka kini bermain di hadapan pendukung tuan rumah. ”Saya berusaha menjadi semua yang saya bisa. Saya berusaha untuk benar-benar menjadi pendorong energi besar bagi tim kami di lapangan. Pada saat yang sama saya harus mengerjakan tugas saya dan berusaha memenangkan sebanyak mungkin poin,” tutur Kim, yang digambarkan sebagai ”Energiser Bunny” (kelinci bertenaga dalam iklan baterai zaman dulu) oleh Lee Kyounghoon di Quail Hollow.
”Suasananya sangat bagus. Tim ini—banyak anggota tim dari tahun 2022 yang kembali dan jelas ada beberapa pemain baru. Kekompakannya sangatlah berbeda. Saya kira kami jauh lebih kuat daripada kami dua tahun lalu. Menurut saya pekan ini sangat menyenangkan karena kami bermain di kandang sendiri.”
Kim jelas berharap bisa memainkan peranan dalam mempersembahkan kemenangan bagi Kapten Mike Weir, pegolf legendaris Kanada, dan Trevor Immelman, yang menjadi salah satu dari lima asisten Weir. ”Saya ingin memenangkannya untuk Trevor. Saya melihat betapa berhasratnya ia dan betapa keras usahanya. Setelah hari Minggu itu, rasanya menyakitkan sekali kami tidak bisa membawa pulang Presidents Cup dan fakta itu masih sering mengganggu pikiran saya. Akan sangat istimewa bagi Mike (jika bisa menang) dan kemenangan bakal menempatkan dia di kategori yang berbeda. Saya benar-benar akan melakukan apa saja supaya mereka berdua bisa membawa pulang trofi itu,” tutur Kim.
”Saya mau rekan main saya tahu kalau saya bermain sekuat mungkin.”
”Dalam beberapa Presidents Cup terakhir, kami sudah menjadi lebih kuat. Di Charlotte, ada banyak pemain baru yang jauh dari kandang kami, sangat sulit menyiapkannya. Rasanya masih buram. Dengan yang kali ini, ada lebih banyak pemain yang lebih berpengalaman. Saya kira kami sudah menjadi lebih kuat dan dengan pengalaman lebih banyak kami punya peluang bagus untuk membawa pulang trofinya.”
Kemenangan bagi Tim Internasional jelas akan membayar musim 2024 yang kurang menonjol bagi Kim. Pemegang tiga gelar PGA TOUR ini hanya dua kali menembus sepuluh besar—kekalahan play-off dari Scheffler pada ajang Travelers Championship dan T4 pada RBC Canadian Open—dan finis di posisi 51 pada klasemen akhir FedExCup. Setelah musimnya berakhir pada ajang FedEx St. Jude Championship, Kim langsung mengalihkan fokusnya ke Presidents Cup, memastikan ia benar-benar istirahat dan siap untuk duel empat hari menghadapi para pemain tangguh dari Tim AS. Ia juga siap untuk membakar para pendukung tuan rumah.
”Saya berharap (para penggemar) bisa sangat riuh. Saya tak sabar untuk berada di tee pertama … dan mendorong para penonton bersorak. Saya melakukannya di Amerika, yang bukan kandang kami, dan saya yakin para penonton nanti akan menjadi keunggulan kami,” ujarnya. ”Anda sudah lihat bagaimana Presidents Cup pertama saya sangat berhasrat penuh dan saya ingin bebruat banyak buat tim kami. Saya berusaha menjadi semacam suara kecil bagi tim kami. Saya mau rekan main saya tahu kalau saya bermain sekuat mungkin.”

