Alfred Raja Sitohang berniat bertanding tanpa ekspektasi apa-apa ketika memulai ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament besok (21/8).

Alfred Raja Sitohang melakoni debutnya pada ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament mulai besok (20/8) sebagai salah satu dari enam atlet Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) di Damai Indah Golf BSD Course. Pegolf berusia 22 tahun ini baru saja menuntaskan pendidikannya pada Oregon State University dan mulai kembali memfokuskan dirinya pada kompetisi golf.

Ajang yang berlangsung pada 21-24 Agustus ini praktis menjadi turnamen profesional pertama yang ia ikuti sejak menuntaskan sekolahnya di Amerika.

Alfred harus mendapati iklim kompetisi yang berubah drastis ketika ia kembali ke Indonesia tahun ini. Gegap gempita dan pemberitaan Indonesian Tourism Golf Pro Series sepanjang tahun 2023 lalu membuatnya sempat berharap bisa menikmati kompetisi secara lebih reguler seusai menuntaskan sekolahnya. Apalagi pada tahun ini ia tak banyak mengikuti turnamen.

Pada periode Januari hingga Mei lalu, periode musim dingin dan musim semi di Amerika, ia hanya bisa mengikuti tiga turnamen. Selain itu, pegolf asal Bogor, Jawa Barat ini juga mempersiapkan kelulusannya. Alhasil, ia hanya bisa mengikuti lima turnamen, termasuk ajang 7th Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) dan Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship (MPIIAGC).

”Apakah dua turnamen cukup? Tidak juga. Saya berharap bisa ikut lebih banyak turnamen, tapi saya melihat sisi positifnya saja.”

”Permainan saya tidak jelek karena saya finis T5 (pada ajang OJAO). Lalu pada ajang Medco (MPIIAGC), permainan saya tidak terlalu bagus, tapi juga tidak terlalu jelek. Saya belajar banyak dari dua turnamen itu. Apakah dua turnamen cukup? Tidak juga. Saya berharap bisa ikut lebih banyak turnamen, tapi saya melihat sisi positifnya saja,” tutur Alfred.

Alfred mendapati kualitas permainan iron yang kurang prima dalam dua turnamen pertamanya sejak kembali ke Indonesia sebagai hal penting yang mesti ia perbaiki.

”Jadi, selama 3-4 minggu terakhir saya lebih fokus melatih permainan iron. Sejauh ini saya sudah 5-6 kali turun lapangan di BSD ini. Menurut saya, ini lapangan yang sangat menuntut kualitas pukulan yang prima. Kalau bisa memukul dengan bagus dan melakukan putting dengan maksimal, kita bisa bermain seperti Naraajie yang bermain dengan skor 24-under (ketika memenangkan OB Golf Invitational 2022),” sambungnya lagi.

”Kalau bisa memukul dengan baik dari tee, saya pikir saya bisa menyisakan pukulan 7-iron ke green di hole-hole par 4 di sini. Dan jika bisa memainkan hole-hole par 5 dengan cerdas, Anda bisa main bagus dan mendapatkan skor yang rendah. Hanya butuh pukulan yang sempurna dari tee, fairway, dan putting yang tajam.”

”Jadi, gol saya itu saja: tetap menjalani proses saya sendiri, tetap menjadi diri sendiri, dan berusaha menikmati permainan.”

Kesempatan untuk kembali bertanding pada turnamen profesional pada pekan ini bakal memberinya pengalaman dan modal berarti baginya. Pasalnya, ia juga berniat untuk beralih profesional dalam waktu dekat.

Sadar bahwa jalannya masih panjang, Alfred menyikapi kesempatan ini sebagai proses baginya untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

”Sejujurnya, saya masih dalam transisi dari lulusan universitas ke menjadi pegolf penuh waktu. Saya tidak punya banyak ekspektasi terhadap diri sendiri. Saya rasa saya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang turnamen, jadi di turnamen ini gol saya lebih ke have fun saja dan memastikan ketika melihat ke belakang, saya bisa berkata kepada diri sendiri kalau saya sudah melakukan semuanya dengan maksimal.

”Memang terdengar klise, tapi jauh lebih sulit melakukannya. Pemain kita, dengan level kita, dengan proses masing-masing, rutinitas sebelum memukulnya masing-masing, punya cara tersendiri dalam mempersiapkan diri menjelang turnamen. Namun, oleh karena ada tekanan, ekspektasi dari diri sendiri, dari orang lain, kita lupa kalau ada hal-hal tertentu yang mesti dilakukan supaya bisa main bagus.

”Jadi, gol saya itu saja: tetap menjalani proses saya sendiri, tetap menjadi diri sendiri, dan berusaha menikmati permainan.”

Alfred akan ditemani Jonathan Xavier Hartono di lini amatir CGF, sementara Kevin Caesario Akbar, Peter Gunawan, Fadhli Soetarso, dan Joshua Andrew Wirawan akan mewakili CGF dari lini profesional. Alfred sendiri akan memulai turnamen ini dari hole 10, mulai pukul 12:50 WIB.