Jeneath Wong menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara pada babak 32 besar Women’s Amateur Championship.

Jeneath Wong melangkah ke babak 32 besar sebagai satu-satunya wakil Asia Tenggara pada edisi ke-120 Women’s Amateur Championship di Prince’s Golf Club. Pegolf Malaysia ini melangkah ke babak match play setelah menuntaskan 36 hole stroke play di peringkat T49 setelah menorehkan skor 79-71.

Wong harus berjuang keras menghadapi perlawanan Silje Torvund Ohma. Pegolf Norwegia yang sempat menjadi salah satu pimpinan klasemen pada putaran pertama stroke play itu memberinya perlawanan sengit sampai akhirnya Wong memastikan kemenangan di hole 17 dengan skor 2&1.

Bisa melangkah ke babak 32 besar dalam debutnya pada ajang bersejarah ini jelas menjadi suatu prestasi berarti bagi pegolf berusia 18 tahun. Meski baru pertama kali mengikuti Women’s Amateur Championship, Wong bukannya tidak memiliki bekal berharga. Tahun ini ia sudah empat kali masuk sepuluh besar dari tujuh turnamen yang ia ikuti kala mengusung nama kampusnya, Pepperdine University. Ia juga turut membawa kampusnya itu menembus perempat final NCAA Division One Women’s Golf Championship, serta tampil pada Augusta National Women’s Amateur bulan April lalu.

”Rasanya saya bisa memenangkan duel ini ketika memasuki hole 17.” — Jeneath Wong.

”Rasanya saya bisa memenangkan duel ini ketika memasuki hole 17,” ujar Wong. ”Kami bermain imbang hingga hole 13 atau 12 … sampai saya akhirnya bisa memenangkan dua hole dari sana dan mempertahankan keunggulan.

”(Match play ini) lebih membuat saya bermain menghadapi lawan saya ketimbang diri sendiri. Jadi, Anda mesti memperhatikan permainan mereka dan bagaimana mereka melakukan pukulan dan melihat mereka mengeksekusinya.”

Kondisi lapangan yang cukup bersahabat juga menjadi salah satu alasan ia bisa tampil solid dan melangkah ke babak selanjutnya.

”Hari pertama benar-benar sangat berangin, dan hari ini agak lebih reda sehingga memberi perbedaan yang sangat berarti. Green di sini keras dan dalam kondisi prima, jadi bakal memberikan tantangan bagi semua pemain,” imbuhnya.

Wong menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara setelah Juara Women’s Amateur Asia-Pacific Eila Galitsky harus gugur lebih awal setelah kalah 1-up dari pegolf Amerika Catherine Rao. Dua wakil Asia Tenggara lainnya, Rianne Mikhaela Malixi asal Filipina dan Anne Fernandez dari Singapura juga takluk dari lawan masing-masing. Malixi harus mengakui ketangguhan pegolf Irlandia Sara Byrne yang menang 1-up, sedangkan Fernandez takluk 3&2 dari Olivia Grondborg asal Denmark.

 

Eila Galitsky, Match Play Women’s Amateur Championship 2023.
Langkah Eila Galitsky harus terhenti setelah takluk dari Catherine Rao asal Amerika. Foto: The R&A.

 

”Saya akan melakukan satu demi satu pukulan, main sabar dan main seperti biasa,” ujarnya lagi. Wong akan menghadapi pegolf Perancis Justine Fournand.

Sementara itu, meski tidak dapat melangkah lebih jauh pada ajang yang sangat prestisius ini, Galitsky menikmati pengalaman berarti. Dalam dua putaran stroke play, ia bermain dalam grup yang sama dengan Ingrid Lindblad, yang merupakan pegolf No.1 Dunia saat ini. Ia juga bisa menikmati lapangan links sebelum mengikuti ajang Major AIG Women’s Open, sebagai bagian dari privilese yang ia dapatkan usai menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific.

”Sungguh luar biasa (bisa main dengan Lindblad) karena saya bermain dengan mantan No.1 Dunia, Rose (Zhang) di Augusta, jadi senang bisa berkata kalau saya sudah bermain dengan dua pegolf No.1 Dunia. Semoga saya bisa belajar darinya dan bisa menjadi No.1 kelak,” tuturnya.

”Saya pikir pekan ini sangat membantu (persiapan ke AIG Women’s Open). Saya tahu Walton Heath bukan lapangan links, tapi menurut saya ada sedikit kesamaan dengan lapangan ini dan pastinya pengalaman pekan ini akan mempersiapkan saya.

”Saya sangat bersemangat karena pada dasarnya saya ingin bisa memenangkan AIG Women’s Open suatu hari kelak dalam karier saya, itulah ajang Major yang ingin saya menangkan!”