Miyu Yamashita mempertahankan posisi teratas pada AIG Women’s Open 2025, kini dengan keunggulan tipis satu stroke.
Miyu Yamashita berharap bisa memaksimalkan pengalamannya bermain dengan baik dalam dua penampilan perdananya pada AIG Women’s Open ketika memulai putaran final hari ini. Pada edisi 2022 di Muirfield, ia menorehkan prestasi terbaiknya sejauh ini dengan finis di posisi T13 setelah bermain dengan skor 4-under 80. Setahun kemudian ia bermain dengan skor even par 288 dan finis di posisi T21.
Pegolf berusia 23 tahun ini berpeluang tidak hanya mencatatkan hasil terbaik dalam partisipasi keempat pada ajang Major ini, tapi juga berpeluang memenangkannya dan menjadi pegolf Jepang ketiga yang mengangkat trofi sepanjang sejarah kejuaraan ini.
Tahun 2019 lalu Hinako Shibuno menjadi pegolf Jepang pertama yang memenangkan AIG Women’s Open dalam kapasitas ajang ini sebagai kejuaraan Major. Adapun Ayako Okamoto (1984) menjadi pegolf Jepang pertama yang meraih kemenangan ketika turnamen ini hanya masih menjadi kalender Ladies European Tour.

Memainkan putaran ketiga sebagai pimpinan klasemen memang menghadirkan tantangan yang besar. Bermain lebih siang berarti ia harus menghadapi elemen alam yang memang menjadi ciri khas kejuaraan ini.
Kesulitan tersebut terlihat dari catatan statistiknya, di mana kemarin ia hanya bisa mengantarkan bolanya ke tujuh fairway. Meskipun masih mempertahankan akurasi pukulannya ke green—14 dari 18 green in regulation—kali ini ia terpaksa melakukan 34 putt. Jumlah putt tersebut memang 8 putt lebih banyak daripada putaran kedua, tapi setidakya ia berhasil menciptakan dua birdie, lewat hole 11 dan 12 untuk mempertahankan posisi teratas.
”Angin berembus sangat kencang, jadi pemilihan club menjadi cukup sulit. Ini sesuatu yang akan menjadi fokus saya besok (hari ini), pengalaman dari Muirfield dulu bakal saya ambil untuk bisa meningkatkan permainan besok,” ujar pegolf yang juga terpaksa menorehkan empat bogey untuk mencatatkan skor 74 ini.

”Hal paling pentingnya ialah tidak meleset ke titik yang salah. Kalau bisa melakukannya, itu berarti saya tidak menempatkan diri saya di posisi yang sulit dan bisa membantu menghindari membuat bogey, yang pastinya akan membuat langkah Anda makin sulit pada kejuaraan seperti ini.”
Jelas ia tidak ingin melepas kesempatan emas untuk mengangkat trofi pada hari Minggu ini. Itu sebabnya, ia berniat untuk menganalisis permainan hari ketiga ini agar bisa bermain lebih baik.
”Besok saya akan fokus untuk memainkan permainan golf saya yang selalu saya mainkan, dan berharap hal tersebut bisa memberikan hasil yang bagus,” tandasnya.

Pegolf Korea Kim Alim kin menjadi pesaing terdekat bagi Yamashita. Juara U.S. Women’s Open 2020 ini menjadi salah satu dari hanya empat peserta yang bermain tanpa bogey—lainnya ialah Shin jenny (67), Mao Saigo (68), dan Kim Hyojoo (68). Kim, yang bermain dengan skor 70-71 pada dua putaran pertamanya, mengemas lima birdie dan tanpa bogey sehingga kini duduk di tempat kedua dengan skor total 8-under 208.
”Pengendalian bola sangatlah penting pada pekan ini dan hari ini saya bisa melakukannya dengan baik,” ujar Kim.
”Sejujurnya, saya tidak terfokus pada pemimpin klasemen, saya lebih fokus ke proses yang saya jalani dan pukulan yang saya lakukan.”
Putaran final dipastikan akan berlangsung ketat. Pasalnya, beberapa pemain juga memiliki peluang menyalip pemain di atasnya. Pegolf Amerika Andrea Lee, yang juga menorehkan skor 67 berkat tujuh birdie dan dua bogey, berada di tempat ketiga dengan skor total 7-under. Sedangkan Minami Katsu, Rio Takeda, Megan Khang, dan Charlie Hull berjarak satu stroke dari Lee di tempat keempat.


