Yang Yunseo menjadi pegolf Korea pertama yang menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific setelah menyamai rekor kemenangan terbesar pada ajang prestisius ini.
Yang Yunseo sukses mengikuti jejak Jeeno Thitikul (2018) dari Thailand dan Wu Chun-Wei (2024) dari China Taipei yang menuntaskan Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP) tanpa melepas posisi teratas sejak putaran pertama. Skor 3-under 69 pada putaran final hari Minggu ini tak hanya menjadi skor terendah pada hari terakhir kompetisi di Royal Wellington Golf Club, tapi juga memberinya kemenangan delapan stroke dari rekan senegaranya, Oh Soomin.
Skor total 16-under 272 itu juga membuatnya menyamai rekor kemenangan terbesar yang diciptakan oleh pegolf Jepang Yuka Yasuda. Yasuda menorehkan skor 11-under 277 di The Royal Golf Club, Jepang ketika menjuarai edisi 2019.
Kualitas permainan Yang benar-benar terlihat dalam kondisi lapangan yang luar biasa menantang. Angin kencang serta hujan yang turun menciptakan ujian yang sangat cocok untuk putaran final dari kejuaraan yang sangat bergengsi ini.
Kisaran embusan angin mencapai kecepatan 38-53 mil per jam pada hari terakhir. Tak jarang para peserta harus menambah 1-2 club untuk mengatasi kecepatan angin yang tinggi di lapangan. Alhasil, sepanjang 18 hole terakhir, hanya ada dua peserta yang sanggup bermain under.

Dalam sembilan hole pertamanya, Yang kerap terpaksa mencatatkan bogey (di hole 1 dan 8) sebelum melunasinya dengan birdie (hole 3 dan 9). Barulah di sembilan hole terakhirnya ia membalikkan keadaan dengan birdie di hole 11. Meskipun kemudian mendapat bogey di hole berikutnya, ia tak lagi melakukan banyak kesalahan.
Sementara itu, Oh menampilkan perjuangan yang luar biasa pada sebagian besar putaran final itu. Sepanjang 13 hole ia berhasil menjaga jaraknya dengan Yang, sampai tragedi terjad di hole 14 par 4 pendek. Pukulan tee-nya melenceng jauh, yang kemudian berdampak pada skor double bogey. Sementara, Yang malah sukses menciptakan satu-satunya eagle di hole tersebut sepanjang pekan ini.
”Menurut kalkulasi saya, pukulan tee saya sejauh 210 meter, kemudian saya menggunakan wood dengan angin membantu dari belakang, makanya pukulan saya ikut terbantu, bolanya memantul sekali dan masuk ke green,” ujar Yang, yang bersama Jazy Roberts asal Australia menjadi pemain yang sanggup bermain under pada putaran final ini.
Setelah hole 14 itu, Yang masih menambah birdie lagi di hole 16 par 3 dan bermain even par di dua hole terakhir untuk memastikan kemenangan meyakinkan ini. Ia pun berhak untuk mengikuti tiga ajang Major pada tahun ini: AIG Women’s Open, The Amundi Evian Championship, dan Chevron Championship.
”Saya sangat senang bisa finis dengan meyakinkan meskipun tidak bermain dengan cuaca terbaik. Saya juga merasa sangat bangga sepanjang empat hari ini. Sungguh suatu kehormatan bisa berpartisipasi dalam tiga ajang Major (tahun ini), kesempatan itu pasti akan menjadi pengalaman yang luar biasa,” tutur Yang.

Yang mengaku bermain dengan sesama pegolf Korea turut membantunya pada putaran final ini. ”Awalnya saya merasa cukup gugup, tapi sungguh menyenangkan bisa bermain dengan sesama pegolf Korea.”
Kamp pelatihan Tim Korea yang berlangsung di Thailand pada bulan Januari lalu juga ikut mempererat ikatan di antara pegolf Korea pada pekan ini.
”Saya sudah dekat dengan Soomin sejak penampilan pertama kami pada WAAP, demikian juga Gyubeen. Mereka menjadi bagian dari tim internasional dan kami menghabiskan waktu bersama dalam latihan di Thailand. Jadi, saya sangat dekat dengan kedua rekan setim saya itu,” tutur Yang.
Oh, yang harus kembali finis di tempat kedua kini bertekad untuk bisa kembali mengikuti ajang ini ketika WAAP digelar di Jepang tahun 2027 mendatang. ”Saya menikmati pengalaman luar biasa di Selandia Baru. Hari ini sangat berangin dan ada banyak hal yang saya sesali, tapi saya akan menjadikan pengalaman ini untuk lebih bertumbuh lagi,” ujar pegolf dengan World Amateur Golf Ranking tertinggi pekan ini, No.11 Dunia.
Kim Gyubeen, yang meraih kemenangan internasional pertamanya di Indonesia lewat Pondok Indah International Junior Golf Championship bulan Desember 2025 lalu juga tampil luar biasa dan sempat meramaikan persaingan. Sayangnya, ia mengaku ”kecewa dengan skor saya hari ini,” lantaran mengalami kesulitan dan harus menuntaskan putaran final dengan skor 82, dengan skor total 2-under 286. Meski demikian, ia melengkapi total enam pemain Korea yang mendominasi sepuluh besar pekan ini. Kim berbagi peringkat ke-9 dengan Park Seo-jin (74), sementara Hong Sumin (75) finis di posisi T7 dengan skor total 285. Adapun Park Seojin (76) berada sendirian di peringkat 6 dengan raihan 284.



