Yin Ruoning membuka peluang meraih medali pada cabang olahraga golf Olimpiade Paris 2024.

Skor terendah pada putaran kedua Olimpiade Paris 2024 di Le Golf National membawa pegolf China Yin Ruoning ke peringkat kedua klasemen sementara. Mantan pegolf No.1 Dunia ini bermain bersih tanpa bogey dan mencatatkan tujuh birdie sehingga kini hanya terpaut satu stroke dari pegolf Swiss Morgane Metraux yang memuncaki klasemen dengan skor total 8-under 136.

Yin, yang meraih Major pertamanya pada ajang KPMG Women’s PGA Championship 2023 lalu, langsung menciptakan tiga birdie berturut-turut di tiga hole pertamanya. Dan setelah menorehkan birdie keempat dari hole 7, ia menambah tiga birdie lagi dari hole 11, 14, dan 18 untuk memastikan melejit ke peringkat kedua.

Kualitas putting yang prima menempatkannya di posisi teratas untuk kategori Strokes Gained: Putting dengan total 7,669 dalam dua putaran terakhir. Ia juga menjadi yang terbaik untuk Putt per Green in Regulation dengan catatan 1,62.

 

Bianca Pagdanganan, Round 2 Olimpiade Paris 2024.
Pegolf Filipina Bianca Pagdanganan juga membuka peluang meraih medali setelah menjadi salah satu penghuni peringkat keenam dengan skor total 3-under. Chris Condon/PGA TOUR/IGF.

 

”Kemarin pukulan approach saya sangat buruk, tapi hari ini saya melakukan beberapa pukulan yang bagus, meskipun ada juga pukulan tee yang tidak akurat. Saya juga melakukan recovery di hole 10 (sehingga menghindari bogey). Secara keseluruhan, putaran saya cukup solid,” jelas Yin.

Yin mengaku ingin membalas kegagalannya menghindari bogey di hole 1 putaran pertama. ”Di hole kedua, (saya menyisakan pukulan) wedge ke green. Menciptakan peluang birdie yang bagus, dan hole 3 adalah hole par 5, jadi saya bisa meraih birdie ketiga. Start yang cukup bagus,” imbuhnya.

Meski baru dua putaran, rasanya lumrah jika menyebut nama Feng Shanshan, seniornya yang sempat meraih medali perak pada Olimpiade Rio 2016. Dengan posisinya sekarang, dan 36 hole tersisa, Yin jelas punya peluang yang bagus untuk menjadi pegolf China kedua yang memenangkan medali Olimpiade. Toh ia memilih untuk menghindari membayangkan hal-hal seperti itu.

”Saya kira sebaiknya saya berfokus pada tiap pukulan, tiap putaran, dan besok (hari ini) menjadi hari yang baru buat saya,” ujarnya lagi. ”Saya hanya tertinggal satu stroke, rasanya dengan permainan saya ini kalau bisa menempatkan bola di fairway dan melakukan pukulan approach yang bagus, saya punya peluang yang sangat bagus untuk terus melangkah ke putaran akhir. Jadi, ya saya akan berusaha untuk tetap sabar.”

Tidak hanya Yin yang berada di jajaran sepuluh besar dengan dua putaran tersisa. Peraih medali perunggu Asian Games 2018 Bianca Pagdanganan asal Filipina juga berasil memperbaiki permainannya. Setelah hanya bermain even par 72 pada hari pertama, kemarin Pagdanganan mencatatkan skor 3-under 69.

 

Morgane Metraux, Round 2 Olimpiade Paris 2024.
Dengan 28 pukulan di sembilan hole pertamanya, pegolf Swiss Morgane Metreux memimpin klasemen sementara kompetisi golf wanita Olimpiade Paris 2024 dengan skor total 136. Foto: Tracy Wilcox/PGA TOUR/IGF.

 

Meskipun mengawali permainan hari itu dengan bogey di hole 1, pegolf berusia 26 tahun ini lekas bangkit dengan birdie di hole berikutnya. Langkahnya sempat terhenti oleh bogey keduanya dari hole 4, namun setelah itu ia tak lagi melakukan kesalahan yang membuahkan skor serupa. Sebaliknya, ia menambah empat birdie lagi, termasuk di hole terakhir untuk menjadi salah satu penghuni peringkat 6 dengan skor total 3-under 141.

Mantan pegolf No.1 Dunia lainnya, Atthaya Thitikul asal Thailand juga menyamai raihan Pagdanganan tersebut. Pemegang tiga gelar LPGA ini juga mengemas lima birdie dengan dua bogey untuk mencatatkan skor total yang sama.

Jika pegolf Jepang Miyu Yamashita masih mempertahankan posisinya di jajaran sepuluh besar setelah bermain 2-under 70, rekan senegara Yin, Lin Xiyu (70) juga masih di jajaran atas.

Metreaux yang bermain pada pagi hari memanfaatkan kondisi lapangan yang tidak berangin untuk memuncaki klasemen sementara. Ia hanya membutuhkan 28 pukulan untuk menuntaskan sembilan hole pertamanya. Empat birdie dengan dua eagle jelas menjadi bekal berharga, terutama ketika ia hanya bisa bermain 2-over di sembilan hole terakhirnya lantaran hanya mendapat satu birdie, tapi terpaksa mendapat tiga bogey.

”Saya sangat tenang. Saya tahu permainan saya sedang bagus, dan putting saya juga mengimbanginya. Malahan ini menjadi awal putaran yang sangat tenang buat saya,” ujarnya. ”Perbedaan antara kemarin dan hari ini pada awal permainan ada pada putting (yang terasa lebih solid). Saya jadi merasa percaya diri untuk melangkah dan berusaha untuk tetap fokus sebisanya.”