Sebanyak 137 atlet dari 13 negara memulai persaingan pada Pondok Indah International Junior Golf Championship ke-12, Selasa (16/12) ini.
Salah satu ajang golf junior berskala internasional di Indonesia, Pondok Indah International Junior Golf Championship (PIIJGC), kembali bergulir mulai Selasa (16/12) ini. Sebanyak 136 atlet dari total 13 negara telah berkumpul di Pondok Indah Golf Course untuk perhelatan ke-12 pekan ini.
Kembalinya PIIJGC untuk ke-12 kalinya ini turut menegaskan komitmen jangka panjang Pondok Indah Golf Club dan Pondok Indah Golf Course dalam melahirkan atlet-atlet golf berprestasi Indonesia, yang nantinya bisa melangkah hingga ke jenjang profesional.
Ketua Panitia Michael Tjoajadi menunjuk bagaimana anggota Tim Nasional Indonesia yang mempersembahkan medali perak dan perunggu SEA Games 2025 terdiri dari atlet-atlet yang tak hanya bermain pada PIIJGC, tapi juga pernah menjuarai kejuaraan ini.
”Pondok Indah Golf Club dan Pondok Indah Golf Course ingin menjadikan turnamen ini sebagai pembibitan bagi para pegolf junior yang nantinya bisa melangkah ke amatir, dan kemudian beralih profesional dan mewakili Indonesia,” ujar Tjoajadi.

Meskipun mimpi ini lebih ditekankan bagi atlet-atlet Indonesia, faktanya sejumlah peserta internasional kini telah mencapai sukses di level profesional. Juara pada edisi perdana, Danthai Boonma, misalnya sudah mengoleksi dua gelar Asian Tour sejak beralih profesional dua tahun setelah menang di Pondok Indah. Sementara juara kelompok putri pada edisi perdana, Paphangkorn Tavatanakit atau yang kini lebih dikenal sebagai Patty Tavatanakit bahkan telah memenangkan dua gelar LPGA Tour, termasuk gelar Major tahun 2021.
”Pegolf wanita No.1 Dunia Atthaya Thitikul juga pernah menjuarai turnamen ini pada tahun 2017,” imbuh Tjoajadi. ”Di sinilah kami ikut berperan dalam memberikan suatu jalan bagi keberlangsungan para pegolf junior ini untuk melangkah ke jenjang berikutnya, di mana pada pertengahan tahun kami juga mengadakan ajang amatir (Medco-Pondo Indah Amateur Golf Championship).”
Wakil Ketua Umum PB PGI Sony Muhammad Hassan menyambut kembalinya PIIJGC pekan ini dengan antusias. Beliau menyebut kontribusi Pondok Indah Golf Club dan Pondok Indah Golf Course lewat PIIJGC menjadi bukti nyata sumbangsih untuk masa depan golf di Indonesia.
”Terima kasih untuk para orangtua yang memberi waktu, bimbingan, tenaga, dan dana sehingga anak-anaknya bisa lebih serius mencintai olahraga golf ini. Kita tahu olahraga ini tidak murah dan terus terang kami juga menyadari kemampuan negara juga terbatas dan mungkin bisa memberi fasilitas pertandingan, jadi terima kasih juga kepada Pondok Indah dan klub golf lainnya yang aktif merekrut atlet-atlet muda supaya tarafnya makin baik. Kita berharap ke depannya akan kontinu seperti itu. Tidak mudah karena jadwal sekolah mereka juga padat dan kalau weekend juga biasanya lapangan ramai. Tapi kita juga perlu memiliki klub golf yang punya program seperti ini. Dan kita melihat hasilnya makin lama makin baik,” ujarnya.

Selain Indonesia, ajang ini juga turut dihadiri oleh para pegolf junior dari Australia, China, China Taipei, Hong Kong, India, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Swedia, Thailand, dan United Kingdom. Adapun dari total 137 peserta tersebut, 51 di antaranya bertanding di kategori Boys A, 26 Boys B, 15 Boys C, 25 Girls A, 11 Girls B, dan 9 Girls C.
Sepanjang sejarahnya, PIIJGC telah tujuh kali dimenangkan oleh pegolf putra Indonesia. Mereka adalah Fadhli Soetarso (2013), Alexander Valentino (2014), Kentaro Nanayama (2016), Jonathan Wijono (2017), Amadeus Susanto (2019), Rayhan Abdul Latief (2023), dan Kenneth Henson Sutianto (2024). Adapun empat juara lainnya—Kittada Kosalutta (2022), Pongsapak Laopakdee (2018), Tanakorn Torsee (2015), dan Danthai Boonma (2012)—berasal dari Thailand.
Jika Indonesia mendominasi kelompok putra, para pegolf Thailand mendominasi kelompok putri. Selain Thitikul (2017) dan Tavatanakit (2012), pegolf Thailand lainnya ialah Suvichaya Vinijchaitham (2022), yang baru saja mendapat kartu LPGA Tour, dan Kanyalak Preedasutijit (2013). Dua edisi dimenangkan pegolf Filipina—Princess Mary Supral (2014) dan Mikhaela Fortuna (2015), dan dua edisi dimenangkan oleh Indonesia lewat Elaine Widjaja (2023) dan Lydia Sitorus (2019). Sementara Korea (Lee, 2024), Hong Kong (Virginie Ding, 2018), dan China (Tian Qi, 2016) masing-masing memenangkan satu kali.
Selain itu, belum pernah ada pegolf yang memenangkan ajang ini lebih dari sekali. Pekan ini, juara bertahan Kenneth Henson Sutianto dan pegolf Korea Lee Sieun akan berusaha untuk mematahkan fakta tersebut.


