Mari melihat 18 momen terbaik pada PGA TOUR, yang menyertakan berbagai kemenangan berkesan dari beberapa nama tenar, kemunculan bintang-bintang internasional dan kemenangan emosional yang akan terus dikenang.
Oleh Helen Ross.
- Nick Taylor Menjuarai RBC Canadian Open
Terimalah faktanya. Tidak ada pesaing lain untuk meraih posisi teratas. Lagipula, sudah 69 tahun sejak terakhir kali pegolf Kanada menjuarai ajang nasional terbukanya. Belum lagi kemenangan itu berkat putt eagle sejauh 21 meter–putt terjauh dalam karier Taylor–di hole play-off keempat dengan Tommy Fleetwood. Oh, dan jangan lupa juga bahwa salah satu sahabat baiknya, Adam Hadwin, menantinya di samping green, memegang botol sampanye, bersama beberapa tokoh golf Kanada. Dan dalam keributan yang menyusul setelahnya, Hadwin ditekel dari belakang oleh penjaga keamanan lantaran ia bergegas hendak menyiram sahabatnya. Nah, Anda tak bisa membikin-bikin kisah ini.
- Kim Menjuarai Sony Open in Hawaii sebagai Seorang Suami
Sebulan setelah menikahi bintang Korean LPGA Tour Oh Jihyun, Kim Siwoo memperpanjang bulan madunya dengan memenangkan gelar PGA TOUR keempat pada Sony Open in Hawaii. Ia berjuang keras menghadapi Hayden Buckley pada putaran final dan menciptakan birdie melalui chipping yang memukau di hole terakhir, yang terbukti menjadi penentu dan memberi kemenangan satu stroke. ”Saya bisa melihat kehadirannya di lapangan golf dan begitu merasa agak gugup, hal itu benar-benar membantu saya rileks. Rasanya kami sedang bulan madu karena kami datang sepekan lebih awal,” ujarnya.
- Michael Block Menciptakan Hole-in-One pada PGA Championship
Para penonton bersorak, dan Michael Block, pro klub yang memikat hati dunia golf pada PGA Championship, mengira bolanya hanya mendekati lubang. Namun, ia takt ahu kalau pukulan 7-iron miliknya memasukkan bola ke lubang di hole 15 par 3 pada putaran final itu sampai rekan mainnya, Rory McIlroy, menghampiri dan memberinya tos. ”Bolanya tidak masuk, ’kan?” tanya Block. ”Langsung masuk lubang,” balas McIlroy sambil nyengir. Block, yang menjadi satu-satunya pro klub yang lolos cut, menorehkan bogey di hole berikutnya, tapi berhasil finis T15.
- Lucas Glover Menjuarai Wyndham Championship
Anda perlu mengambil tisu untuk adegan ketika dua anak Glover berlari ke green di Sedgefield Country Club dan berteriak, ”Ayah menang!” Putrinya menangis dan Glover yang biasanya tenang mesti menghapus air matanya beberapa kali sembari melihat pelangi di atas langit. Hari Minggu itu mestinya menjadi hari ulang tahun ke-97 mendiang ayah Glover, ”pahlawan” yang membantunya bermain golf. Membuktikan bahwa kemenangan itu bukan kebetulan, Glover–yang beralih memakai long putter pada bulan Mei untuk mengatasi yips putting selama 10 tahun–meraih gelar keenamnya pada pekan berikutnya lewat ajang FedEx St. Jude Championship.

- Brian Harman Menjuarai Major Pertamanya
Rekor kejuaraan Major Harman sama sekali tidak membanggakan. Ia datang ke Inggris musim panas lalu dengan hanya dua kali mencapai sepuluh besar dalam 29 kali mengikuti Major. Namun, ia membalikkan keadaan dan para pencibir–yang meneriakinya ”dia tidak punya nyali untuk memenangkan ajang ini”–pada Open Championship, meraih keunggulan lima stroke setelah 36 dan 54 hole dan menang dengan keunggulan enam stroke. Kemenangan yang dominan ini menjadi gelar PGA TOUR ketiga baginya dan yang pertama sejak Wells Fargo Championship 2017, 168 turnamen kemudian. - Viktor Hovland Bukukan 28 Strok pada Sembilan Hole Terakhir untuk Menjuarai BMW Championship
Pegolf Norwegia berusia 25 tahun ini membukukan tujuh birdie yang fenomenal di sembilan hole terakhir untuk memberi sentuhan akhir dalam skor terendah dalam kariernya, 61. Hovland juga butuh permainan heroic–ia tertinggal empat stroke saat beralih ke Sembilan hole terakhir, tapi mampu mengungguli pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler dan Matt Fitzpatrick. 9-under pada putaran final itu juga menjadi putaran final terendah yang diraih seorang juara PGA TOUR tahun 2023. Tidak buruk buat seseorang yang memulai turnamen ini dengan peringkat 133 untuk skor rata-rata putaran final.
- Lexi Thompson Bermain pada Shriners Children’s Open
Ia datang ke TPC Summerlin berharap menjadi pegolf wanita pertama setelah Babe Didrikson Zaharias tahun 1945 yang lolos cut pada ajang PGA TOUR. Dan Thompson tampil mengesankan–pada satu titik pada hari Jumat untuk menorehkan lima birdie dalam sepuluh hole–tapi finis tiga stroke di bawah batas cut. Skor 69 pada putaran kedua itu menjadi skor di bawah 70 yang kedua, yang dibukukan pegolf wanita pada ajang PGA TOUR.
- Viktor Hovland Memasukkan Putt 7,5m di Hole 14 untuk Menjuarai FedExCup
Putt birdie penentu di hole tersulit di East Lake Golf Club membangu Hovland Hovland menahan laju Xander Schauffele, yang memotong keunggulan lima stroke menjadi tiga stroke pada ajang TOUR Championship. Kedua pemain ini menampilkan putaran final yang cemerlang, Hovland menutup dengan skor 63 dan Schauffele dengan skor 62, tapi pegolf Norwegia itulah yang memenangkan hadiah US$18 juta dan meraih kemenangan ketiganya musim itu.
- Eric van Rooyen Raih Kemenangan Emosional di Meksiko
Putt eagle sejauh 4,8 meter di hole ke-72 memberi kemenangan dramatis bagi van Rooyen pada World Wide Technology Championship. Kemenangan heroik itu menuntaskan permainan fenomenal 8-under 28 di sembilan hole terakhir untuk menahan laju Matt Kuchar dan Camilo Villegas dengan dua stroke. Setelah itu, van Rooyen menahan air matanya saat mengungkapkan bahwa ia bermain untuk sahabat baiknya dan mantan rekan satu kampusnya yang sedang sekarat akibat melanoma.

- Tom Kim Sukses Pertahankan Gelar Shriners Children’s Open
Ia tidak bermain tanpa bogey dalam 72 hole, seperti yang ia lakukan tahun 2022. Namun, Kim masih melakukan sesuatu yang cukup Istimewa ketika kembali ke TPC Summerlin dan menjuarai Shriners Children’s Open untuk kedua kalinya dalam dua tahun berturut-turut. Pegolf Korea Selatan berusia 21 tahun ini menjadi juara tiga gelar PGA TOUR termuda setelah pegolf legendaris Gene Sarazen, Horton Smith, dan Tiger Woods.
- Eropa Menjuarai Ryder Cup
Tim pimpinan Luke Donald menunjukkan kekuatanya dengan unggul 6,5-1,5 setelah hari pertama, termasuk memenangkan seluruh partai Foursome. Para pegolf Eropa itu mempertahankan keunggulan lima stroke menuju partai Tunggal, dengan pegolf Amerika Rickie Fowler menuntaskan putt birdie dari jarak kurang dari semeter untuk meraih kemenangan atas Tommy Fleetwood. Rory McIlroy memimpin Eropa dengan rekor 4-1-0, penampilan terbaik dalam kariernya pada ajang Ryder Cup, dan Eropa meraih kemenangan ke-8 dalam 11 Ryder Cup terakhir. Dan kini setidaknya AS baru bisa meraih kemenangan lagi di Eropa setelah 34 tahun (tatkala Ryder Cup kembali digelar di Eropa empat tahun lagi).
- Jason Days Mejuarai AT&T Byron Nelson Kedua
Skor 62 pada putaran final membantu pegolf Australia ini mengatasi ketertinggalan dua stroke dan mengubahnya menjadi kemenangan pertama sejak Wells Fargo Championship 2018. Inilah kemenangan pertama dalam lima tahun dan 106 turnamen. Dalam kurun waktu tersebut, Day berjuang mengatasi masalah punggung yang begitu berat, sampai-sampai ia berpikir untuk pension. Selain itu, ia juga harus berduka setelah ibunya meninggal dunia. Jadi, gelar PGA TOUR ke-13 ini menjadi sangat emosional bagi pegolf veteran berusia 35 tahun ini.
- Keegan Bradley Menjuarai Travelers Championship
Ia tidak memainkan enam hole terakhir seperti yang ia harapkan, tapi para penggemar di New England tetap mengelu-elukan namanya, seakan-akan ia merupakan pegolf setempat, ketika ia melangkah ke hole 18. Tiga bogey itu pun terlupakan ketika Bradley memasukkan putt par dari jarak 0,6 meter dan menjuarai gelar PGA TOUR pertama dalam turnamen pertama yang pernah ia mainkan. ”Saya tak bisa menggambarkan seperti apa rasanya,” ujar Bradley yang emosional, setelah ia memeluk sang istri dan anak-anaknya.

- Sahith Theegala Menjuarai Fortinet Championship
Rasanya bisa dibilang tidak ada pemain lain yang diiringi sahabat dan keluarga yang lebih banyak daripada Theegala. Lulusan Pepperdine itu meraih gelar PGA TOUR pertamanya. Putra imigran India yang ramah ini tumbuh besar di Southern California, dan menyebut dukungan tersebut ”mencengangkan”. Dari memimpin pada putaran ketiga, ia berhasil meraih kemenangan dua stroke.
- Rickie Fowler Menang Lewat Play-Off pada Rocket Mortgage ClassicFowler membutuhkan birdie di hole 18 itu hingga dua kali pada hari Minggu untuk mengakhiri puasa gelar yang meresahkan dalam 4 tahun, 4 bulan, dan 29 hari. Yang pertama ia butuhkan dari jarak 0,9 meter, yang kedua saat play-off dengan Adam Hadwin dan Collin Morikawa, dari jarak 3,6 meter. Kemenangan ini menjadi gelar keenam dalam kariernya dan membantunya menjadi bagian dari Tim Ryder Cup AS.
- Collin Morikawa Menjuarai ZOZO CHAMPIONSHIP
Sulit dibayangkan ada juara turnamen yang sefavorit Morikawa, yang ayahnya merupakan keturunan Jepang. Ia mengakhiri turnamen dengan skor 63, skor terendah sepanjang turnamen, untuk mengatasi ketertinggalan dua stroke dan menang dengan empat stroke. Yang membantu kemenangannya di Chiba, Jepang itu ialah rangkaian birdie yang ia bukukan dalam 12 dari 24 hole terakhirnya.
- Camilo Villegas Digdaya pada Butterfield Bermuda Championship
Dengan kemenangan ini, Villegas mematahkan paceklik gelar dalam sembilan tahun, rentang waktu yang memberi banyak kisah baginya. Dalam periode itu, pegolf berusia 41 tahun asal Kolombia ini menikah dan menyambut putri mereka, Mia, yang meninggal 22 bulan kemudian setelah berjuang melawan kanker otak. Putranya, Mateo, kemudian lahir dan tentulah ia menyaksikan kemenangan sang ayah melalui TV di rumah mereka. Namun, Mia tetap hadir dalam benak sang ayah, yang langsung menatap ke langit setelah menyaksikan putt terakhirnya masuk. Sekelompok pegolf Amerika Latin yang telah menantinya di pinggir green pun memberi selamat kepada Villegas dan menyiramnya dengan sampanye. Oh, apakah kami juga menyebut bahwa Villegas, yang berniat mengikuti Q-School, juga nyaris menang sepekan sebelumnya dan finis T2? Kemenangan ini mungkin menjadi kemenangan paling popular tahun 2023.


