Meski bertanding dengan masalah punggung, Hideki Matsuyama menorehkan skor 67 pada putaran pertama Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard.

Bertanding dalam kondisi punggung yang sakit tidak menghalangi Hideki Matsuyama untuk menampilkan permainan yang solid. Skor 5-under 67 pada putaran pertama Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard membawanya hanya terpaut satu stroke di belakang pimpinan klasemen Shane Lowry.

Matsuyama, yang baru menjuarai The Genesis Invitational tiga pekan silam, melakukan chip-in untuk eagle di hole 16 par 5 untuk melengkapi enam birdie dan dua bogey. Skor 67 ini sekaligus membuatnya menyamai rekor skor terendah yang pernah ia raih di Bay Hill dalam penampilan ke-10 secara berturut-turut pada ajang ini.

Pegolf yang kini mengoleksi jumlah kemenangan terbanyak pada PGA TOUR yang dimiliki pegolf Asia ini harus berjuang mengatasi rasa sakit di punggungnya.

”Kondisi seperti ini terjadi mungkin sekitar dua tahun lalu. (Untungnya) tidak bertambah buruk sejak saat itu.” — Hideki Matsuyama.

”Punggung saya tidak terasa sempurna, tapi saya masih bisa melakukan pukulan, sambil melindungi diri sendiri. Rasanya saya bisa mempertahankan momentum dari turnamen sebelumnya, jadi saya pikir hal itu sungguh membantu,” tutur Matsuyama, yang kemarin mengantarkan bolanya ke 10 dari 14 fairway.

Dalam kondisi yang relatif tenang, Juara Masters 2021 ini mengawali putaran pertama itu dengan birdie dari jarak 5,4 meter di hole 1. Ia kemudian menambah dua birdie lagi dari hole 4 dan 5, yang masing-masing ia raih dari jarak kurang dari semeter. Ia menambah dua birdie lagi di sembilan hole berikutnya, sebelum kemudian mendapat dua bogey. Namun, eagle di hole 16 membantunya berada di posisi yang ideal untuk berburu gelar dan melengkapi koleksi trofi yang unik.

”Tidak ada ekspektasi untuk putaran hari ini, tapi saya bisa mempertahankan putaran yang bagus sepanjang hari. Tidak ada angin dan (di) Bay Hill, hal ini agak langka, jadi saya pikir kondisi itu sangat membantu,” ujarnya.

Kemenangannya pada The Genesis Invitational, turnamen dengan Tiger Woods selaku tuan rumah, dan keberhasilannya menjuarai Memorial Tournament presented by Workday dengan Jack Nicklaus sebagai tuan rumah, membuat Matsuyama mengincar kemenangan pada pekan ini. Turnamen pekan ini menjadi turnamen terakhir dari hanya tiga turnamen dengan legenda golf sebagai tuan rumahnya.

”Finis terbaik saya di sini ialah T67 atau segitu. Saya bermain dengan ekspektasi yang sangat rendah.” — Shane Lowry.

Sehari sebelumnya, ia sempat mengaku masalah punggung bisa menjadi tantangan untuk pekan ini. Meskipun dalam putaran pertama ia terlihat beberapa kali merasa tidak nyaman, ia masih bisa menampilkan permainan layaknya dalam kondisi yang bugar.

”Kondisi seperti ini terjadi mungkin sekitar dua tahun lalu. (Untungnya) tidak bertambah buruk sejak saat itu,” tutur pegolf yang sebelumnya sempat lama terganggu oleh cedera leher ini. ”Tapi kaki saya agak mati rasa sekarang, jadi benar-benar tidak dalam kondisi yang sempurna.”

Sementara itu, pegolf China Taipei C.T. Pan mendapat dua birdie di tiga hole terakhirnya untuk skor 71. Duo Korea Im Sungjae dan An Byeonghun kemudian menyamai catatan tersebut. Lowry sendiri berhasil memuncaki klasemen sementara setelah hanya membutuhkan 31 pukulan di sembilan hole terakhirnya untuk menorehkan skor 6-under 66.

Lowry memang belum pernah meraih prestasi pada ajang ini. Malah ia telah empat kali gagal lolos cut dari lima penampilannya. ”Mengerikan,” ujarnya sambil tertawa. ”Finis terbaik saya di sini ialah T67 atau segitu. Saya bermain dengan ekspektasi yang sangat rendah. Saya tahu kalau saya memang lagi main bagus. Golf itu olahraga yang lucu. Selama bertahun-tahun saya mengalami kesulitan di sin. Jelas ini turnamen besar, turnamen akbar, dan saya sangat senang dengan skor hari ini.”