Lee Kyounghoon menghadapi turnamen ”hidup-mati” untuk melanjutkan rekor lima kali berturut-turut menembus FedExCup Playoff.
Lee Kyounghoon mungkin merasa dirinya terjebak dalam Squid Game, seri drama Korea sukses yang diciptakan Netflix. Dengan tersisa Wyndham Championship sebagai turnamen terakhir PGA TOUR pada Musim Reguler, ia harus berjuang habis-habisan jika ingin mengikuti FedExCup Playoff, mengingat ia berada tiga peringkat di luar 70 besar.
Tak seperti rekan senegaranya, seperti Tom Kim (14), Kim Siwoo (18), Im Sungjae (36), dan An Byeonghun (52), yang sudah mengamankan tempat mereka untuk ajang Playoff pertama pekan depan, FedEx St. Jude Championship, Lee mesti setidaknya finis di posisi 30 atau lebih baik agar bisa bergabung dengan keempat pegolf Korea lainnya itu, sekaligus memperpanjang rekornya menembus FedExCup Playoff hingga lima musim berturut-turut.
”Ini seperti permainan menyintas … kalau tidak main bagus pada turnamen ini, Anda tersingkir. Saya menjadi agak gugup, tapi saya pikir kondisi ini bisa membantu saya juga,” tutur pemegang dua gelar PGA TOUR ini.
”Saya sangat sadar bahwa peluang saya terancam, tapi saya merasa sangat yakin karena saya hanya perlu main bagus untuk memperbaiki peringkat dan meraih tiket mengikuti Playoff.
Saat ini ia ada di peringkat 73 klasemen FedExCup dan terpaut 27 poin di belakang Austin Eckroat yang menghuni peringkat 70.
”Saya tahu kalau bisa main bagus dalam rangkaian Playoff dan finis di posiis 70, 50, dan 30 saya akan mendapat keuntungan untuk tahun depan.”
Pekan ini menjadi kelima kalinya bagi Lee bermain di Sedgefield Country Club, yang telah menobatkan Kim Siwoo dan Tom Kim sebagai juara, masing-masing pada tahun 2016 dan 2022. Sejauh ini finis terbaik Lee pada Wyndham Championship ialah T24, dua tahun silam.
”Lapangannya sangat sempit, dan pukulan tee akan menjadi sangat penting. Saya berfokus untuk melakukan pukulan tee, dan melatih putting juga karena saya mesti membuat banyak birdie ketika mendapatkan peluang.”
”Tahun lalu saya memulainya dari luar 30 besar sebelum TOUR Championship, tapi saya masih bisa melangkah ke turnamen terakhir karena main bagus pada BMW Championship. Saat itu saya tidak terlalu rakus dan punya kenangan yang bagus, jadi saya pikir kalau bisa dapat hasil bagus pekan ini saya bisa mengurangi ketamakan (untuk ingin melangkah lebih jauh) dan fokus pada permainan saya.”
Pada dasarnya, Lee tak hanya mengincar tempat pada FedExCup Playoff. Ia juga berniat menembus 50 besar FedExCup, yang akan menjamin hak bertanding pada seluruh turnamen besar musim depan.
”Pastilah sangat penting. Saya tahu kalau bisa main bagus dalam rangkaian Playoff dan finis di posiis 70, 50, dan 30 saya akan mendapat keuntungan untuk tahun depan. Sangat ideal jika bisa terjadi, tapi kalau pun tidak, fakta itu hanya akan menjadi pengingat agar bersiap lebih baik. Kalau tidak kecewa dan meningkatkan permainan, saya pikir saya bisa mengikuti turnamen-turnamen besar lagi,” tutur Lee.
Selain Lee, pegolf Korea lainnya Kim Seonghyeon juga mengalami posisi hidup dan mati pada pekan ini. Secara matematis, Kim mesti finis sendirian di peringkat 18 atau lebih baik agar bisa melanjutkan musim ini, setidaknya dalam satu pekan ke depan.


