Tom Kim menaklukkan Patrick Cantlay dan melanjutkan sensasi fenomenalnya pada ajang Shriners Children’s Open untuk menyamai rekor Tiger Woods.
Pegolf Korea Tom Kim kian meningkatkan statusnya sebagai pemain bintang baru dengan mengalahkan pegolf No.4 Dunia Patrick Cantlay pada ajang Shriners Children’s Open hari Minggu (9/10) kemarin. Kemenangan tiga stroke yang ia raih tak hanya memberinya gelar PGA TOUR kedua dalam empat turnamen yang ia ikuti, tapi juga membuatnya menyamai rekor Tiger Woods yang meraih gelar PGA TOUR kedua sebelum genap berusia 21 tahun.
Pemuda yang baru berusia 20 tahun ini menorehkan skor 5-under 66 untuk menyamai rekor skor kemenangan 24-under 260 di TPC Summerlin. Kemenangan Kim ini tidak lepas dari triple bogey yang didapatkan pesaingnya asal Amerika tersebut, persis ketika ia berbagi posisi teratas dengan menyisakan satu hole.
Shriners Children’s Open pekan itu menjadi ajang PGA TOUR keempat yang diikuti oleh Kim sejak mendapatkan statusnya pada PGA TOUR. Kariernya yang melejit telah terlihat usai menjuarai Wyndham Championship dan tampil mengesankan dalam debutnya pada Preisdents Cup dua pekan silam. Kala itu ia menyumbangkan 2 poin bagi Tim Internasional dan tampil sebagai penyambung semangat dengan teriakan dan luapan semangatnya.
Permainannya di TPC Summerlin juga sangat mengagumkan. Dalam 72 hole yang ia mainkan tak satu bogey pun menghias kartu skornya. Catatan ini menjadikannya sebagai pemain pertama sejak J.T. Poston (Wyndham Championship 2019) yang meraih kemenangan tanpa mendapat satu bogey pun.
”Sungguh luar biasa. Beberapa bulan lalu saya bahkan tidak punya status di AS ini, dan sekarang bisa menang dua kali, dan berada di posisi yang sama dengan Tiger, rasanya sulit dipercaya. Suatu kehormatan buat saya, dan jelas merupakan mimpi yang jadi kenyataan,” tutur pegolf yang juga sempat bertanding di Indonesia dan menjuarai ajang Ciputra Golfpreneur Tournament 2018 silam.
Berbagi tempat teratas dengan Cantlay, yang merupakan juara Shriners Children’s Open 2017 dan Juara FedExCup 2021, Kim segera meraih keunggulan dua stroke ketika mulai memainkan sembilan hole terakhir berkat tiga birdie. Cantlay sendiri berusaha menyaingi permainan Kim dengan mencatatkan empat birdie yang sangat penting, terutama dengan Kim juga menambah dua birdie lagi. Keduanya pun masih bersaing ketat di puncak klasemen ketika memasuki hole 18.
Sayangnya, driver Cantlay meleset jauh ke area berpasir. Upayanya untuk melakukan recovery gagal dan harus mengambil penalti, yang membuatnya harus menorehkan triple bogey justru di hole penentu. Ia pun harus merelakan peluang meraih gelar PGA TOUR kesembilan dalam kariernya kepada pemuda asal Korea tersebut. Kemenangan Kim ini sekaligus melanjutkan tongkat estafet dari rekan senegaranya, Im Sungjae, yang memenangkan turnamen ini 12 bulan silam.
”Saya beruntung di hole 18 itu. Saya tidak akan bohong, Patrick bermain luar biasa, dan suatu kehormatan bisa berduel dengannya, dan bisa keluar sebagai pemenang, saya merasa sangat beruntung,” tutur Kim, yang sebelumnya menghadapi Cantlay dalam dua partai pada Presidents Cup dengan hasil satu kemenangan dan satu kekalahan.
Cantlay sendiri mengakui swing yang buruk pada saat yang salah membuyarkan harapannya. ”Tak terlalu kurang beruntung. Saya melakukan swing yang buruk, dan bolanya meleset jauh. Di depannya ada semak-semak, dan saya berpikir satu-satunya peluang saya untuk melanjutkan turnamen ini ialah mengembalikan bola ke fairway. Ternyata saya tak bisa melakukannya. Saya berpikir langkah itu patut dicoba karena saya tak merasa punya peluang untuk melakukan up-and-down dari semak-semak di sana,” jelasnya.
Bagi Kim, kemenangan ini tentunya menjadi teramat sangat luar biasa. Ia memulai tahun ini tanpa status apa pun pada PGA TOUR. Setelah finis di tempat ketiga pada ajang Genesis Scottish Open, turnamen yang juga diakui oleh DP World Tour, bulan Juli 2022, ia akhirnya meraih keanggotaan khusus temporer. Lalu ia meraih kemenangan perdananya pada Wyndham Championship.

”Meraih kemenangan, mengikuti FedExCup Playoff, Presidents Cup, dan menang lagi pekan ini—benar-benar luar biasa. Saya harus terus melanjutkannya, dan saya menikmati performa sejauh ini, jadi saya berharap bisa meraih lebih banyak kemenangan lagi. Jalan saya masih panjang, dan saya berharap bisa memiliki karier yang panjang pada PGA TOUR. Masih banyak yang harus saya latih,” ujar Kim.
Meski menikmati kemenangan, Kim berniat membawa performa solidnya ini ke Jepang. Pekan ini satu-satunya ajang PGA TOUR di Jepang, ZOZO CHAMPIONSHIP akan diadakan di Accordia Golf Narashino Country Club. ”Masih banyak hal dalam golf yang harus saya tingkatkan, dan ada banyak pemain di luar sana yang sudah mendapat lebih banyak sukses ketimbang saya, jadi saya mesti belajar dan terus bermain lebih baik,” tegas Kim.
Kemenangan bagi pegolf Korea menjadi sangat penting dan mengingat eratnya ikatan di antara mereka, tidaklah mengherankan jika melihat Im, Lee Kyounghoon, dan Kim Seonghyeon menyambutnya di green hole 18 untuk merayakan kemenangan tersebut.
”Luar biasa lho! Mereka seperti abang buat saya, dan melihat mereka menunggu di green hole 18, saya sangat bersyukur melihatnya. Sungguh spesial rasanya bisa melihat mereka di sana.”
Pekan tersebut jelas menjadi pekan yang membanggakan bagi Korea. Pemain debutan Kim Seonghyeon (66) mencatatkan finis terbaiknya pada ajang PGA TOUR dengan berada di posisi T4 dengan skor total 20-under. Sementara Im (67) finis sendirian di peringkat ke-7. Adapun Kim Siwoo (67) berada di posisi T8. Untuk pertama kalinya dalam sejarah PGA TOUR, empat pegolf Korea menempati jajaran sepuluh besar.


