Kim Joohyung mewujudkan impiannya meraih kartu dan gelar PGA TOUR, dan kini menatap FedExCup Playoff.

Kim Joohyung menampilkan kualitas bintangnya dan memberi sinyal kuat kehadirannya di panggung PGA TOUR dengan mengukuhkan status bintangnya pada ajang Wyndham Championship. Kemenangannya di Greensboro hari Minggu (7/8) menjadikannya pegolf kelahiran tahun 2000-an pertama yang memenangkan ajang PGA TOUR. Tidak tanggung-tanggung, ia meraih kemenangan dengan keunggulan lima stroke atas rekan senegaranya, Im Sungjae, dan pegolf Amerika John Huh.

Dalam usia 20 tahun, satu bulan, dan 17 hari, Kim menjadi pegolf termuda kedua sejak Perang Dunia II (Jordan Spieth menjadi yang termuda tatkala menjuarai John Deere Classic 2013) yang meraih sebuah kemenangan PGA TOUR. Pada putaran final itu ia menorehkan skor 9-under 61 dengan skor total 20-under 260.

Setelah memulai hole pertama putaran pertamanya dengan quadruple bogey—yang menjadikannya sebagai pemain pertama yang tercatat (sejak 1983) yang mendapat skor quadruple bogey atau lebih buruk di hole pertama dan berakhir sebagai pemenang—kini ia berhak mengikuti FedExCup Playoff yang dimulai Kamis ini. Kemenangannya itu otomatis memberinya keanggotaan PGA TOUR. Sepekan sebelumnya, ia sudah mendapatkan poin FedExCup yang cukup sebagai Anggota Khusus Temporer untuk mendapat kartu PGA TOUR musim 2022-2023.

”Sungguh gila,” ujar Kim. ”Saya tidak pernah memenangkan turnamen setelah mengawalinya dengan quadruple bogey, tapi lihatlah sekarang. Saya main bagus pekan ini. Sungguh sulit untuk tidak berpikir jauh pada putaran final apalagi ketika tahu bahwa saya begitu dekat dengan kemenangan. Namun, saya tidak melepaskan fokus sampai melakukan putting di hole 18,” jelas pegolf yang memilih nama Tom untuk nama Inggrisnya, setelah terinspirasi dari film animasi ”Thomas the Tank Engine”, yang juga dikenal sebagai ”Thomas and Friends”.

”… bisa bermain dan menang ajang PGA TOUR sebagai non-anggota dan memastikan kartunya bukanlah hal mudah dan ia sukses mencapainya. Saya sangat bangga kepada Tom (Kim Joohyung).” — Im Sungjae.

Kim harus bermain lebih pagi pada hari Minggu itu lantaran harus menuntaskan delapan hole tersisa setelah pada hari Sabtu kondisi cuaca membuat putaran ketiga tak dapat dituntaskan. Setelah memastikan skor 68, Kim hanya berjarak dua stroke dari Im, dan layaknya lokomotif cepat, ia langsung menampilkan permainan yang panas dengan menorehkan enam birdie dan sebuah eagle untuk mengambil alih kendali.

Dengan putter yang sedang tajam—ia ada di peringkat teratas Strokes Gained: Puttinng dan mendapat 12,5 stroke melampaui seluruh pemain—Kim sempat mendapat bogey di hole 10, namun kembali menorehkan birdie di hole 15 dan 16 untuk membawa pulang hadiah uang senilai US$1,3 juta. Kemenangan itu juga membawanya ke peringkat 21 pada Official World Golf Ranking, sekaligus berpeluang untuk masuk Tim Internasional untuk Presidents Cup menghadapi AS di Quail Hollow bulan September.

”Bulan ini sungguh padat dan banyak hal yang pastinya berubah,” ujar Kim, yang bermain dalam lima pekan berturut-turut. Kemenangan ini ikut membawanya ke peringkat 34 pada klasemen FedExCup, yang otomatis membuatnya berhak mengikuti dua ajang FedExCp Playoff pertama, yaitu FedEx St. Jude Championship (untuk 125 pemain teratas) dan BMW Championship (75 besar).

”Seperti yang saya dan tim saya harapkan, kami berharap mencapai titik tertinggi. Dan target ini bukanlah yang termudah. Mungkin mudah di mata orang lain, tapi ada banyak kerja keras di belakang layar hanya untuk sang manajer melakukan banyak hal buat saya dan keluarga saya yang telah berkorban,” jelas Kim, yang telah meraih kemenangan di Malaysia, Singapura, India, Indonesia, Filipina, Pakistan, dan Korea.

”Ini masih sebuah awal buat saya dan ada banyak hal yang ingin saya capai dan ini ibarat membeli mobil, kami membeli mobil, dan kami harus terus mengendarainya, jadi saya berharap bisa terus menginjak gas.”

 

 

Finis sendirian di tempat ke-7 di Detroit sepekan sebelumnya telah memberinya kebebasan untuk mengendalikan permainannya pada ajang Wyndham Championship. Kemenangannya itu juga menjadikannya pegolf Korea ketiga setelah K.J. Choi (2005) dan Kim Siwoo (2016) yang menjuarai ajang tersebut, sekaligus menjadikannya pegolf Korea kesembilan yang meraih gelar PGA TOUR.

”Seratus persen, (prestasi di Detroit) itu meringankan beban saya,” tutur Kim. ”Saya pikit itulah sebabnya saya bisa cepat bangkit. Pekan lalu saya juga main 9-under, tapi tidak mudah. Tahu kalau saya sudah main bagus pekan itu, membuat saya datang ke sini tanpa khawatir apakah saya akan mendapat kartu PGA TOUR dan lainnya. Saya berkata pada diri sendiri untuk bersenang-senang dan menikmatinya, kamu sduah dapat kartu Tour, jadi nikmati tiap momen dan jangan terlalu serius. Namun, sembilan hole terakhir ini mmeang gila, mungkin inilah putaran paling serius yang saya mainkan. Putter saya terasa seberat 200 pon hari ini, saya tidak bohong!”

Sementara itu, Im juga patut merasa kecewa karena nyaris meraih gelar PGA TOUR ketiganya. Namun, skor 68 pada putaran final itu sudah cukup membuatnya finis T2 dan menempati peringkat 10 pada Comcast Business TOUR TOP-10 dan mendapat bonus tambahan sebesar US$1 juta. Ia jelas mengakui ketangguhan Kim, yang bermain dengannya dalam putaran latihan sebelum turnamen berlangsung.

”Saya melewatkan beberapa putt penentu di sembilan hole pertama sehingga skor awal saya kurang bagus, tapi secara keseluruhan saya senang dengan finis T2,” ujar Im. ”Saya sangat, sangat gembira untuk Tom. Dia anak yang hebat dan bisa bermain dan menang ajang PGA TOUR sebagai non-anggota dan memastikan kartunya bukanlah hal mudah dan ia sukses mencapainya. Saya sangat bangga kepadanya.”