Patricia Sinolungan dan Ribka Vania kini sama-sama berada di 20 besar dan menuju putaran akhir pekan.
Perubahan kondisi cuaca dari kondisi ideal pada putaran pertama, menjadi brutal pada hari kedua menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat lagi bagi 80 peserta Women’s Amateur Asia-Pacific, termasuk keenam srikandi Indonesia. Kondisi ini membuat tak satu pun pemain berhasil mencatatkan skor under.
Pada putaran pertama kemarin, skor terbaik dibukukan oleh Becky Kay yang menorehkan 8-under 64. Hari ini (26/4), skor terbaik ditorehkan oleh pegolf favorita tuan rumah Yuka Yasuda dengan 2-over 74. Bahkan hanya ada sepuluh pemain yang sanggup bermain di bawah 80. Kay yang bermain luar biasa pada hari pertama pun menorehkan skor 79, sementara juara bertahan Atthaya Thitikul menuntaskan putaran kedua dengan skor 78.
“Sepanjang hari ini cuacanya dingin, sementara kecepatan angin sekitar 20 mil per jam dengan suhu udara hanya 8° Celcius,” tutur Patricia Sinolungan. “Karena angin berembus ke mana-mana, saya harus mempertimbangkan arah angin tiap kali hendak memukul bola, mesti menilai dari mana arah angin sebelum memutuskan mesti memainkan (club) apa.”
Tak hanya urusan suhu udara serta angin saja yang menyulitkan. Untuk memperparah keadaan, hujan juga ikut turun sehingga kian mempersulit permainan. Salah satu wakil Indonesia di jajaran para wasit di lapangan, Made Eddy Putra mengungkapkan dengan singkat, “Dingin, angin, dan hujan. Saya hampir pingsan, apalagi para atlet yang bertanding.”
Patty, panggilan akrab Patricia, yang kemarin bisa mencatatkan empat birdie, hari ini akhirnya harus puas dengan hanya dua birdie di hole 13 dan 16, plus delapan bogey dan sebuah double bogey. Hasil ini jelas bukanlah skor yang buruk. Cadangan skor 2-under 70 pada hari pertama membuat Patty masih bisa bertahan di jajaran 15 besar. Dengan skor total saat ini 6-over 150, Patty kini berada di peringkat T14 bersama lima pemain lainnya. Dengan demikian, Patty menjamin tempat untuk melanjutkan perjuangan pada hari Sabtu dan Minggu nanti.
“Skor 80 yang didapat oleh Patty dan Ribka hari ini bisa dianggap sebagai even par untuk hari ini. Keduanya hanya mendapat double bogey …, dan inilah yang menjadi perbedaan utama jika dibandingkan dengan ketiga pemain lainnya.” – David Milne
Hanya terpaut satu stroke, Ribka Vania mengikuti jejak sahabatnya itu untuk melaju ke putaran akhir pekan. Meski hanya bermain dengan satu birdie, yang ia dapatkan di hole 12 par 4, dengan tujuh bogey dan sebuah double bogey, Ribka berhasil memperbaiki catatan penampilannya pada kejuaraan prestisius ini. Dengan torehan skor 71-80, ia bahkan kini berada di jajaran 20 besar, menempati peringkat 20, yang juga dihuni oleh sejumlah pemain top lain, seperti peraih dua medali emas Asian Games asal Filipina Yuka Saso, juara Australian Masters of the Amateurs Stephanie Kyriacou, serta No.68 dunia Grace Kim.
Sayangnya, cuaca yang brutal ini akhirnya menutup peluang tiga pemain Indonesia lainnya. Dua pemain debutan Gianti Mahardika dan Viera Permata Rosada, yang masing-masing bermain dengan skor 77 dan 79 pada hari pertama masih memiliki peluang untuk melaju jika saja kondisinya berbeda. Hari ini keduanya sama-sama bermain dengan skor 86, yang praktis menyudahi kejuaraan ini dengan lebih awal.
Satu wakil Indonesia lainnya, Michela Tjan juga mengalami nasib serupa. Meskipun berhasil memperbaiki catatan skornya menjadi lebih baik tiga stroke daripada hari pertama, skor total 171 praktis jauh dari cukup setelah panitia memutuskan hanya 50 pemain terbaik berikut ties yang melaju ke babak akhir pekan, dengan skor terbesar yang berhak lolos adalah 13-over.
“Bukan pekan yang saya harapkan, tapi ini menjadi pengalaman yang luar biasa, bisa bermain dalam kondisi baru dan belajar banyak soal apa yang mesti saya perbaiki untuk ke depannya,” ujar Michela.
David Milne, salah satu pelatih Indonesia yang mendampingi para pemain di The Royal Golf Club, Ibaraki, Jepang, menjelaskan salah satu kunci keberhasilan Patty dan Ribka menembus akhir pekan ialah kualitas permainan mereka yang lebih baik.
“Skor 80 yang didapat oleh Patty dan Ribka hari ini bisa dianggap sebagai even par untuk hari ini. Keduanya hanya mendapat double bogey (sebagai skor terburuk) di kartu skor masing-masing, dan hal inilah yang menjadi perbedaan utama jika dibandingkan dengan ketiga pemain lainnya,” jelas Milne.
Watch highlights of the second day at #WAAPGolf, where the weather shook up the leaderboard at the halfway point 🌬 ❄ 🏌️♀️ #ShapingTheFuture pic.twitter.com/Jb1it8CIYO
— Women’s Amateur Asia-Pacific Golf Championship (@WAAPGolf) April 26, 2019
“Selain itu, Patty dan Ribka juga memiliki kualitas short game yang sangat bagus untuk bisa mempertahankan par pada kondisi seperti hari ini.”
Perjuangan kedua srikandi Indonesia ini juga dipastikan tidak akan lebih mudah pada putaran ketiga besok. Kondisi cuaca diperkirakan akan masih seperti hari ini. Meski demikian, Patty, yang masih melanjutkan kemitraan dengan sang ayah sebagai kedinya di lapangan, menunjukkan sikap yang sudah sewajarnya ditunjukkan.
“Saya hanya harus beradaptasi dan bersiap untuk putaran ketiga besok,” tandasnya.
Pada putaran ketiga besok, Ribka akan bermain dari hole 1 mulai pukul 08:52 waktu setempat, atau 10:52 WIB. Ia akan bermain bersama pegolf tuan rumah Miyuu Goto, dan pegolf Korea No.41 dunia Kwon Seo-yun.
Sementara itu, Patty akan bermain bersama pegolf Jepang Sae Ogura dan pemain China No.79 dunia Ye Lei, juga dari hole 1. Mereka akan mulai bertanding pada pukul 09:14 waktu setempat atau pukul 11:04 WIB.


