Hideki Matsuyama memasuki akhir pekan di TPC Southwind sebagai salah satu pimpinan klasemen sementara FedEx St. Jude Championship.

Hideki Matsuyama melanjutkan momentum yang ia ciptakan pada putaran pertama ajang FedEx St. Jude Championsip dengan membukukan skor 6-under 64. Penampilan gemilang ini membuatnya menjadi salah satu pemuncak klasemen pada turnamen yang menjadi ajang pertama dari rangkaian FedExCup Playoff ini.

Pegolf yang baru saja menjuarai medali perunggu Olimpiade Paris 2024 ini kembali mengemas tujuh birdie, namun hanya mencatatkan satu bogey sehingga kini mengumpulkan 11-under 129. Ia pun berbagi posisi teratas dengan pegolf Amerika Denny McCarthy, yang menorehkan skor 63 berkat sembilan birdie.

Skor total 129 ini menjadi skor 36 hole terendah yang pernah Matsuyama bukukan dalam PGA TOUR. Sebelumnya, permainan terbaiknya ialah dengan skor 130 ketika bermain pada ajang BMW Championship 2018 dan Wyndham Championship 2016.

Matsuyama dan McCarthy hanya unggul satu stroke dari Sam Burns (63), sedangkan pimpinan klasemen FedExCup dan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 Scottie Scheffler berjarak satu stroke dari Burns setelah menorehkan skor 65.

Permainan yang menonjol juga turut ditampilkan bintang Korea Tom Kim. Setelah hanya bisa bermain dengan skor 1-over 71, kemarin (16/8) ia bermain dengan skor 64 dan bermain bersih tanpa bogey. Dengan demikian, kini ia menghuni posisi T13 dengan 5-under.

”Memang agak sedikit, kurang adil mungkin bukan frasa yang tepat, tapi Scottie (Scheffler) layak berada di posisi yang lebih jauh daripada cuma dua stroke ketika memulai TOUR Championship.” — Hideki Matsuyama.

Sayangnya, langkah serupa tidak terjadi pada rekan senegaranya, An Byeonghun dan Im Sungjae. Keduanya menorehkan skor 70 sehingga berada di posisi T42 dengan 1-under. Adapun Kim Siwoo bermain dengan skor 74 sehingga harus terlempar ke peringkt T67 dengan 4-over.

Matsuyama, yang terpaksa bermain tanpa kedi regulernya, kembali bermain luar biasa. Sepanjang 18 hole kedua kemarin, ia menunjukkan kualitas pukulan dan putting yang prima, di antaranya dengan melesakkan birdie dari jarak 7,8 meter di hole 6, 5,1 meter di hole 9, dan 9,9 meter di hole 11. Empat birdie lainnya tercipta dari jarak kurang dari 2,4 meter. Penampilannya kemarin menjadi 12 putaran berturut-turut di mana ia menorehkan skor even par atau lebih baik. Catatan tersebut sekaligus menjadi rekor terpanjangnya pada PGA TOUR.

”Jawaban panjangnya, saya gagal memasukkan putt jarak pendek di hole 2, memukul bola ke air di hole 4, tapi sejak saat itu, saya bermain dengan sangat baik dan putting saya juga bagus. Hari ini (cuacany) bagus dan sejuk,” jelas pegolf yang menempati peringkat teratas dalam 36 hole untuk kategori Strokes Gained: Putting ini.

Pemegang sembilan gelar PGA TOUR ini berinat untuk memaksimalkan permainan bagusnya pekan ini. Jika bisa menang, ia bakal menempati peringkat ketiga pada klasemen FedExCup ketika memulai BMW Championship. Turnamen tersebut juga hanya akan ditujukan bagi 50 pegolf teratas klasemen FedExCup.

Jika bisa mempertahankan posisi di peringkat ketiga menjelang ajang terakhir musim ini, TOUR Championship di East Lake dua pekan lagi, ia berhak memulai ajang tutup musim itu dengan hanya berjarak tiga stroke dari Scheffler, yang telah menjuarai enam gelar PGA TOUR musim ini.

”Saya suka sistem ini, terutama kalau saya berada di posisi yang bagus. Memang agak sedikit, kurang adil mungkin bukan frasa yang tepat, tapi Scottie layak berada di posisi yang lebih jauh daripada cuma dua stroke ketika memulai TOUR Championship,” sambung Matsuyama. ”Tapi dengan begitu, saya kira kondisinya akan berat baginya. Namun, saya justru akan menikmatinya.”