BNI Indonesian Masters kembali menjadi bagian dari kalender Asian Tour pada musim 2025.
Ajang golf terbesar di Indonesia, BNI Indonesian Masters, dipastikan kembali digelar pada tahun 2025. Turnamen yang tahun depan menjadi penyelenggaraan ke-13 mendapatkan jadwal baru. Untuk pertama kalinya, ajang ini akan diselenggarakan pada 28-31 Agustus 2025. Status turnamen ini juga masih sebagai bagian dari The International Series dengan total hadiah sebesar US$2 juta.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2011, turnamen ini telah mengalami lima perubahan jadwal. Pada 2011-2012, ketika Lee Westwood menjuarai dua edisi pertama itu, ajang ini digelar pada bulan April. Lalu pada edisi 2013 digeser ke awal Mei, sebelum akhirnya kembali diadakan pada bulan April (2014 dan 2015). Setelah sempat diadakan pada bulan Oktober pada edisi 2016, ajang ini mendapat jadwal bulan Desember pada periode 2017-2022, mayoritas diadakan pada pekan kedua atau ketiga.
Ketika Sariw Suwannarut menjuarai turnamen ini tahun 2023, BNI Indonesian Masters diadakan untuk pertama kalinya pada bulan November. Sedangkan Richard T. Lee menjuarai turnamen ini pada 3 November 2024.
Meskipun dalam jadwal yang dirilis Asian Tour belum ada kepastian soal penyelenggaraan Indonesia Open, bulan Agustus biasanya menjadi bulan penyelenggaraan kejuaraan golf tertua di Indonesia itu. Jika ajang tersebut kembali hadir pada bulan Agustus, penempatan BNI Indonesian Masters pada bulan yang sama akan mengonsentrasikan kompetisi tertinggi di Indonesia pada periode yang sama.
”Tahun 2025 menjanjikan musim menarik lainnya, di mana kami melampaui total hadiah US$30 juta untuk tahun ketiga secara berturut-turut.” — Cho Minn Thant, Komisioner & CEO Asian Tour.
Selama ini BNI Indonesian Masters tak hanya identik dengan pemain bintang, tapi juga menjadi puncak tertinggi level kompetisi di Indonesia. Hal ini kian dipertegas dengan fakta bahwa tidak satu pun pegolf tuan rumah bisa bermain penuh hingga hari Minggu.
Meskipun tanggal penyelenggaraan sudah pasti, belum ada informasi terkait lokasi penyelenggaraan turnamen ini. Publik golf di Indonesia tampaknya harus menanti hingga pengumuman resmi gelaran ajang ini dari pihak penyelenggara turnamen. Akan tetapi, perubahan lokasi penyelenggaraan akan menggeser posisi turnamen ini, mengingat ajang ini dimulai dengan maksud menciptakan status yang mirip dengan Masters Tournament, yang selalu diadakan di lapangan yang sama.
Terlepas dari jadwal BNI Indonesian Masters tersebut, Asian Tour memiliki jadwal turnamen yang padat. Total ada 22 turnamen yang akan digelar dengan total hadiah lebih dari US$30 juta. Sepuluh di antaranya menjadi ajang The International Series, sebagai kemitraan yang berkelanjutan dengan LIV Golf.
Selain itu, Asian Tour juga akan kembali memiliki turnamen di India dan Filipina. Ajang Philippine Open (23-26 Januari 2025) akan kembali ke jadwal kompetisi setelah enam tahun tidak menjadi bagian dari ajang regional ini. Sementara di India, ajang International Series India presented by DLF akan digelar sepekan kemudian, yaitu pada 30 Januari-2 Februari.

”Kami telah menempuh jalan yang panjang sejak pertama kalinya Asian Tour didirikan 20 tahun silam. Tahun 2025 menjanjikan musim menarik lainnya, di mana kami melampaui total hadiah US$30 juta untuk tahun ketiga secara berturut-turut,” ujar Cho Minn Thant, Komisioner & CEO Asian Tour.
”Tahun tersebut akan kembali menjadi tahun ketika kami bisa memberikan peluang yang luar biasa bagi para anggota kami, menghibur jutaan penggemar di seluruh Asia, dan kembalinya sejumlah destinasi yang akrab dan populer.
”Kami akan memberikan kabar baru seiring dengan perkembangan jadwal sembari melangkah ke tahun baru yang sangat menjanjikan.
Jadwal lengkap kompetisi Asian Tour musim 2025 dapat diakses melalui situs resmi mereka.

