Matt Killen merayakan akhir pekan paling berkesan dalam karier profesionalnya dengan menikmati kemenangan pada ajang Ciputra Golfpreneur Tournament.
Sebelas tahun silam, Matt Killen tiba di Damai Indah Golf BSD Course sebagai pegolf yang baru menjadi profesional. Tampil pada ajang yang kini menjadi turnamen dengan penyelenggaraan paling konsisten di panggung Asian Development Tour, pegolf asal Inggris ini hanya bisa mengemas 7 birdie dengan 8 bogey, satu double bogey, dan satu quadrupple bogey. Skor tersebut membuatnya hanya bisa tampil dalam dua putaran.
Akan tetapi, akhir pekan lalu penantian panjang untuk bisa mengangkat trofi akhirnya terbayarkan juga. Tampil dalam edisi kesepuluh sejak pertama kali digelar tahun 2014 silam, Killen akhirnya memenangkan Trofi Emas Entrepreneur, trofi yang khusus diberikan bagi pemenang Ciputra Golfpreneur Tournament. Ia tak hanya mewujudkan kemenangan pertamanya sebagai seorang profesional, tapi juga berkali-kali memecahkan rekor skor terendahnya selama tampil di Damai Indah Golf BSD Course.
Dalam putaran pertama, yang terpaksa terusik oleh cuaca buruk, Killen memecahkan rekor skor terendahnya untuk pertama kalinya ketika menutup 18 hole pertama dengan raihan 6-under 66. Skor ini satu stroke lebih baik daripada skor 67 yang ia ciptakan pertama kalinya pada putaran kedua tahun 2017 dan putaran ketiga tahun 2018. Skor ini memberinya start yang sangat bagus, meskipun kala itu ia tertinggal lima stroke dari rekan senegaranya, Steve Lewton, yang menciptakan skor terendah sepanjang pekan, 11-under 61.
Lalu pada putaran kedua ia memperbaiki rekor skornya dan membukukan skor 65 untuk kemudian memperbaiki rekor permainannya selama mengikuti ajang ini dengan mencatatkan skor 64 pada putaran ketiga, yang memberinya keunggulan dua stroke menuju putaran final.
Memainkan putaran final dengan mentalitas yang terpaku pada permainan sendiri, Killen justru mengawali permainannya dengan kurang meyakinkan. Dua birdie dan dua bogey di lima hole pertama memaksanya harus meningkatkan fokusnya untuk melepaskan diri dari kejaran Lewton dan Ho Yu-cheng, yang menjadi rekan mainnya. Dan birdie ketiga pada Sabtu (24/8) itu membuatnya mampu kembali bernapas lega.

Meski kemudian harus bersabar hingga hole 16 untuk menambah catatan birdie-nya, Killen akhirnya bisa menutup turnamen dengan kemenangan berkat eagle di hole terakhirnya.
”Sepanjang sembilan hole pertama saya sudah sadar kalau Steve menjadi pesaing terdekat saya, dan saya berusaha untuk melupakan hal tersebut dan kembali memainkan permainan saya dan saya cukup berhasil melakukannya, tapi saya bahkan tidak tahu posisi saya berada di mana ketika sampai di hole 18,” tutur Killen.
”Entah apakah saya sudah bisa mencerna kemenangan ini atau tidak, saya tahu kalau saya hampir meraih kemenangan, saya hampir meraih kemenangan lima-enam pekan lalu, tapi malah kalah dan akhirnya finis di tempat kedua, dan saya tahu kalau permainan saya kini sudah menjadi lebih baik, dan apakah saya bisa segera mencernanya, entahkah, tapi saya kira kita akan lihat bagaimana pekan depan.”
Sementara itu, pegolf Ciputra Golfpreneur Foundation Kevin Caesario Akbar sukses mencatatkan hasil terbaik dari kubu tuan rumah. Pegolf yang telah menjuarai satu gelar Asian Development Tour ini menorehkan skor 5-under 67 untuk menikmati finis terbaiknya selama mengikuti ajang ini.
Pada putaran final itu, Kevin menorehkan birdie dari hole 4, 5, 7, 8, dan 11.

”Senang banget karena belum pernah bawa pulang piala dari turnamen ini. Dulu ada kesempatan untuk jadi pemain terbaik amatir, tapi ternyata, kalau tidak salah, tersusul oleh Tirto (Tamardi),” ujar Kevin yang sepanjang pekan hanya mencatatkan lima bogey. ”Lalu saya juga pernah punya kesempatan untuk bisa menjadi pegolf profesional terbaik Indonesia, tapi pada 2022 itu George (Ganadranata) bisa main lebih bagus, dan akhirnya sekarang bisa bawa pulang piala pemain terbaik Indonesia pada minggu ini.”
Pegolf Ciputra Golfpreneur Foundation lainnya, Naraajie Emerald Ramadhanputra (69) akhirnya harus finis di posisi T30 dengan skor total 276, sedangkan Peter Gunawan (73) finis di posisi T35 dengan skor total 277.
Adapun Jonathan Xavier Hartono kembali menjadi pegolf amatir terbaik setelah menjadi satu-satunya pemain amatir yang lolos cut. Seperti halnya Kevin, Jonathan juga berhasil main tanpa bogey dengan catatan empat birdie. Ia pun finis di posisi ke-50 dengan skor total 5-under 283.
”Tahun lalu permainan golf saya masih lebih baik. Waktu itu saya bisa banyak berlatih karena tidak banyak melakukan aktivitas lain selain golf,” tutur Jonathan, yang kini berkuliah pada Harvard College di Amerika.
”Tahun ini saya mulai magang pada PricewaterhousCoopers Indonesia dalam Tim Financial Risk Management, jadi sebagian waktu saya sejak Juli lalu banyak dihabiskan di kantor dan lebih banyak latihan di atas jam 7 malam, jadi bisa mencatatkan skor yang saya raih ini saja sudah luar biasa, saya kira bisa lolos cut juga luar biasa. Tentulah saya berharap kemarin bisa main lebih baik, tapi saya senang dengan finish saya hari ini.”


