Lima hal berikut ini menjadi catatan penting dari gelaran Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior Word Championship 2024 yang baru lalu.
Atraksi Hiburan Membuka Pekan Kejuaraan
Untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior Word Championship, acara pembukaan dilakukan lebih meriah ketimbang yang sudah-sudah.
Parade peserta kini dilakukan secara mengalir dengan menampilkan foto para peserta di layar raksasa di atas panggung.
Kemudian atraksi jet ski profesional mengantarkan trofi kejuaraan dari tee hole 18, melintasi danau ke dermaga yang sengaja dibangun di dekat area seremoni.
Sebagai pengantar menuju peresmian kejuaraan, atraksi menegangkan dari para pemandu sorak membawa para hadirin dan peserta mencapai antiklimaks dari pembukaan ajang ini. Tiga VIP, Ketua Dewan Pembina Ciputra Golfpreneur Foundation Budiarsa Sastrawinata, Presiden Direktur Bank Mandiri Darmawan Junaidi, dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia Japto Soerjosoemarno kemudian melakukan simbolisasi pembukaan dengan menyentuh layar LED, menggantikan pembunyian sirene seperti yang menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun.

Pesona Savannah de Bock
Savannah de Bock menjadi pegolf berperingkat teratas yang tampil pada MCGJWC edisi ke-27 ini. Ia menjadi pegolf pertama dari zona 100 besar dunia yang pernah mengikuti ajang ini. Ia berperingkat 64 menurut World Amateur Golf Ranking tatkala memberi konfirmasi dan duduk di posisi 75 saat mulai bertanding.
Menariknya, kehadiran anggota pemenang dua Junior Solheim Cup (2021 dan 2023) ini bisa terwujud berkat pendekatan personal.
Panitia berhasil meyakinkan de Bock bahwa pengalaman bermain di Asia sembari menikmati keramahtamahan khas Indonesia akan menjadi pengalaman yang bernilai untuk karier golfnya.
De Bock mengakui perbedaan rumput di Eropa dan Amerika dengan di Asia akan menjadi tantangan besar baginya. Persis itulah yang terjadi. Meskipun permainannya dari tee ke green kerap solid, ia tampak kesulitan menaklukkan green dengan bulir-bulir rumput yang menjadi fitur green di Indonesia.
Meski demikian, pada putaran ketiga ia berhasil bermain jauh lebih baik. Lima birdie dengan dua bogey menjadikannya sebagai pemain dengan skor terendah pada putaran final, yang sekaligus membawa posisinya ke tempat kedua.

Hampir Absen
Sepekan sebelum merapat ke Damai Indah Golf, PIK Course, Rayhan Abdul Latief hampir gagal mengikuti MCGJWC 2024. Sepulang dari mengikuti wisuda sekolahannya di Amerika Serikat, Rayhan mengikuti pemusatan latihan untuk menghadapi PON di Medan. Ia sempat diminta untuk mengikuti ajang profesional yang digelar di Medan.
Meskipun komunikasi yang baik bisa dilakukan dan Rayhan akhirnya bisa bertanding di Jakarta, toh ia menghadapi tantangan yang tidak mudah. Persiapannya di PIK Course menjadi minim dan harus mengandalkan seluruh kemampuannya. Sponsors Golf Day pada hari Minggu (9/6) menjadi momen berharga baginya untuk menemani sponsor sekaligus memainkan lapangan dengan pengaturan yang mendekati turnamen.
Sebanyak 16 birdie dengan tiga bogey dan satu double bogey membuktikan performa driving dan approach yang mengagumkan untuk menjadi kekuatan yang dominan sepanjang pekan.
Hal serupa terjadi dengan Elaine. Bedanya, Elaine harus mengikuti wisuda SMA-nya persis pada putaran pertama. Beruntung ia kemudian mendapat waktu tee yang lebih pagi sehingga masih sempat mengikuti wisuda pada siang harinya.

Juara Individu Putra Kelima dan Putri Kedua
Sejak kejuaraan ini menjadi kejuaraan dunia pada tahun 2007, hanya ada empat pegolf putra Indonesia, namun hanya ada satu pegolf putri Indonesia yang menyabet Best Gross Overall.
Jovi Ocvandio Panggabean (2010), Jordan Surya Irawan (2011), dan Joshua Andrew Wirawan (2012) memenangkan kejuaraan ini ketika pertandingan dilakukan selama empat putaran. Selain itu, mereka juga bermain dari ter hitam.
Tidak satu pun dari ketiga pegolf ini menang dengan skot under di Damai Indah Golf, PIK Course. Jovi meraih kemenangannya setelah mencatatkan skor total 297, sementara Jordan bermain dengan skor 295, dan Joshua menang dengan skor 287.
Ketika Kentaro Nanayama meraih kemenangan dengan 10-under 206 pada 2019, ia menjadi pegolf pertama yang mencatatkan skor under. Akan tetapi, ia menang dengan bermain dari tee biru dan hanya tiga putaran.
Rayhan Abdul Latief mencatatkan skor kemenangan terendah, sekaligus menjadi satu-satunya juara Indonesia yang mencatatkan skor under dalam tiap putaran yang ia mainkan. Skor 68-66-71 miliknya membuatnya bermain satu stroke lebih baik daripada Kentaro (67-67-72).
Sementara itu, Elaine Widjaja menjadi pegolf putri pertama sejak Rivani Adelia Sihotang mengangkat trofi Enterpreneur pada tahun 2014.
Rivani mencatatkan skor 73-69-69 untuk skor total 5-under 211 dan meraih kemenangan tiga stroke dari Patty Tavatanakit.
Penampilan Elaine selama tiga putaran pada 12-14 Juni lalu menghadirkan level permainan yang berbeda. Seperti halnya Rayhan, ia juga mendominasi penuh pertandingan dengan skor 68-67-71 untuk menang delapan stroke atas pegolf No.75 Dunia Savannah de Bock asal Belgia.
Prestasi Rayhan dan Elaine ini praktis turut membuat Ciputra Golfpreneur Foundation tersenyum, mengingat kedua atlet tersebut telah menjadi bagian dari yayasan, masing-masing sejak 2021 dan 2022.

Perbesar Peluang Mengikuti Junior Presidents Cup
Penampilan Rayhan di Damai Indah Golf, PIK Course dibayangi oleh sejumlah target. Sebagai salah satu dari tujuh atlet Ciputra Golfpreneur Foundation yang tampil pada kejuaraan ini, ia diharapkan tampil prima dan meraih kemenangan.
Percaya diri sudah ia tunjukkan sejak sebelum bertanding, bahkan mengikrarkan keinginannya untuk menang dalam jumpa pers menjelang pembukaan.
Namun, ia juga menyimpan target lain yang tak kalah besar: kembali menjadi anggota Tim Internasional pada Junior Presidents Cup. Ketika klasemen Tim Internasional diumumkan untuk pertama kalinya, ia menduduki peringkat ke-4. Namun, kala hendak bertanding di PIK Course posisinya melorot ke peringkat ke-8. Hanya sepuluh pegolf teratas yang otomatis bisa mengikuti Junior Presidents Cup.
Kemenangannya di Jakarta diperkirakan memperbesar peluangnya untuk menjadi pegolf Indonesia pertama yang bisa mengikuti Junior Presidents Cup dua kali berturut-turut.


