Meskipun harus merasa kecewa lantaran hanya bisa finis di tempat kedua pada ajang Sony Open in Hawaii, An Byeonghun masih bersyukur untuk perjuangannya.
An Byeonghun hanya menghadapi putt berjarak 1,2 meter untuk birdie pada ajang Sony Open in Hawaii. Jika berhasil, ia masih bisa memperpanjang play-off, yang ia mainkan dengan pegolf Amerika Grayson Murray, sekaligus menjaga peluang mewujudkan kemenangan pertamanya pada PGA TOUR. Sayangnya, upayanya itu gagal dan ia harus puas finis di tempat kedua.
Pegolf berusia 32 tahun ini sebenarnya menampilkan permainan yang luar biasa dan membukukan skor 6-under 64 pada putaran final di Waialae Country Club, di Honolulu itu. Skor total 17-under yang ia raih itu menyamai skor total milik Keegan Bradley (67) dan Murray (67), yang akhirnya tampil sebagai juara. Murray sendiri mewujudkan gelar PGA TOUR kedua dalam kariernya setelah memasukkan putt birdie dari jarak 11,4 meter.
Perasaan yang campur aduk juga dirasakan oleh pegolf China Carl Yuan, yang justru bermain dengan skor 63. Bogey di hole 17 terbukti membuatnya gagal meramaikan persaingan pada babak play-off dan harus puas menuntaskan pekan di Hawaii itu dengan berada di posisi T4.
Bagi An, tempat kedua kali ini merupakan pencapaian kelima kalinya selama berkiprah pada PGA TOUR. Prestasi ini sekaligus menjadi lima besar keduanya dalam dua pekan terakhir menyusul finis sendirian di posisi keempat pada ajang The Sentry di Maui sepekan sebelumnya. Dan meskipun ia akan mengingat kegagalannya itu sebagai hal yang menyakitkan, upayanya meraih eagle dari jarak 3,9 meter dalam putaran reguler di hole 18, An melihat semua peristiwa ini dalam kerangka yang lebih besar.
”Rasanya sangatlah mengecewakan. Tinggal putt terakhir itu saja,” ujar An, yang kini menempati peringkat kedua pada klasemen sementara FedExCup. ”Saya tidak melakukan start dengan baik karena menorehkan bogey, birdie, bogey dan meleset memasukkan beberapa putt jarak pendek. Saya masih bisa bertahan dan melakukan sejumlah pukulan bagus untuk birdie di hole terakhir.
”Saya melakukan sejumlah kesalahan konyol kemarin, hari ini, dan dalam empat hari terakhir, jadi sebenarnya, saya tidak hendak menyalahkan putt terakhir itu, tapi jelas akhirnya itulah penentunya.” — An Byeonghun.
”Saya melakukan sejumlah kesalahan konyol kemarin, hari ini, dan dalam empat hari terakhir, jadi sebenarnya, saya tidak hendak menyalahkan putt terakhir itu, tapi jelas akhirnya itulah penentunya. Secara keseluruhan permainan saya pekan ini solid. Rasanya seluruh aspek permainan saya lagi bagus. Tidak terlalu buruk.
Meski gagal menang, An hampir dipastikan kembali masuk 50 besar dunia untuk pertama kalinya sejak Maret 2020. Sementara itu, penampilan prima dalam dua pekan terakhir kian menegaskan bahwa ia berada dalam tren yang positif.
Pegolf asal Korea ini memang sempat mengalami keterpurukan. Sejak kehilangan kartu PGA TOUR pada tahun 2021, ia harus bermain pada Korn Ferry Tour selama semusim, sampai akhirnya bisa kembali, dan finis di 50 besar pada daftar peraih poin FedExCup tahun lalu. Meskipun latihan kerasnya bersama para pelatihnya, Sean Foley dan John Graham, serta keputusan mengganti putter ke long puter, sangat penting, An yakin bahwa perubahan cara pandang pada karier golfnya juga menjadi hal yang krusial. Apalagi kini ia punya dua anak bersama Jamie, sang istri.
”Sejujurnya, saya merasa bersyukur,” balasnya ketika ditanya soal perubahan terbesar dalam dirinya. ”Saya berupaya keras dalam beberapa bulan terakhir ketika jeda kompetisi dan berusaha dan agak terlalu berlebihan dalam melihat kembali tiap putaran yang penting. Tim kami akhirnya menyimpulkan bahwa tidaklah masalah. Golf tidak benar-benar sepenting itu.
”Tentulah artinya buat saya dan keluarga besar, tapi saya berusaha untuk meringankan sedikit beban saya. Saya tahu kalau saya mempersiapkan diri dengan cukup baik pada jeda kompetisi. Bahkan dengan start yang berat hari ini dan beberapa pekan terakhir, saya selalu bisa kembali menciptakan beberapa birdie dan akhirnya finis cukup meyakinkan. Saya pikir itulah perubahan terbesarnya. Saya pikir hasilnya terlihat pada pekan ini dan pekan lalu. Hasilnya cukup bagus.”
”Saya sering ingin menyerah, menyerah pada diri sendiri, menyerah dari olahraga golf, dan terkadang menyerah akan hidup. Golf masih sebuah permainan.” — Grayson Murray.
Dalam permainan reguler, pegolf yang memegang satu kemenangan pada DP World Tour ini mengakui bahwa ia gagal membaca jalur putt untuk eagle di hole ke-72 itu, serta dalam upayanya meraih birdie di hole tambahan pertama untuk memperpanjang play-off. ”Saya memukul bola persis ke tempat yang saya arahkan. Putt-nya bagus, hanya saja salah membaca jalur,” ujar An soal peluang eagle itu. ”(Dan) putt yang buruk (saat play-off) dan pada akhirnya gagal membaca yang bisa saja terjadi dalam 73 hole. Sungguh sayang turnamen ini berakhir demikian, tapi Anda mesti terus melangkah.
”Jalan saya masih panjang, swing, putting, short game, semuanya. Rasanya kami selalu berkata kalau semua itu bukan punya saya, kami selalu menyewanya. Kami menyewa penampilan bagus dua pekan ini, dan berharap bisa menyewa penampilan seperti ini untuk sedikit lebih lama lagi. Ketika mengambil jeda dan kembali ke Pebble Beach, semoga saya bisa mengulangi penampilan bagus ini (lagi).”
Murray, yang seperti halnya Juara The Sentry 2024 Chris Kirk juga mengatasi kecanduan alkohol, sungguh merasa luar biasa senang dengan kemenangan ini. Kemenangan pertamanya tercipta justru pada tahun 2017, ketika ia memainkan musim pertamanya pada PGA TOUR.
”Bahwa semua kerja keras itu menghasilkan sesuatu. Tidaklah mudah. Saya sering ingin menyerah, menyerah pada diri sendiri, menyerah dari olahraga golf, dan terkadang menyerah akan hidup,” ujarnya.
”Golf masih sebuah permainan. Salut untuk Ben (An Byeonghun) dan Keegan yang sudah main dengan bagus. Sayangnya, hanya satu orang yang bisa menang, dan begitulah akhir dari sebuah play-off. Namun, saya sangat puas. Saya tahu kalau saya harus mencoba memasukkan birdie. Saya tidak mau menyisakan jarak. Tentunya semua putt yang tidak pas akan menyisakan jarak dan tidak masuk. Saya hanya melakukan pukulan terbaik, dan tentunya bolanya pun masuk.”


