An Byeonghun finis sebagai wakil Asia terbaik pada The Honda Classic 2023 dengan finis di posisi T21.

Setelah sepanjang pekan bermain even par atau lebih baik, An Byeonghun akhirnya harus bermain di atas par pada putaran final The Honda Classic hari Minggu (27/2). Pegolf Korea ini harus mencatatkan angka 73 di kartu skornya sehingga harus rela finis di jajaran 25 besar. Skor total 5-under 275 pun membuatnya harus mengakhiri turnamen di PGA National Resort tersebut di peringkat T21.

Dua birdie di hole 3 dan 4 tampaknya menciptakan momentum awal bagi An, sekaligus memberinya peluang untuk mencatatkan hasil solid pada turnamen yang telah dua kali memberinya finis di peringkat lima besar (2018 dan 2020). Akan tetapi, momentum itu kandas akibat tiga bogey berturut-turut dari hole 5.

Bahkan ketika ia sepertinya bakal bangkit dengan birdie ketiganya dari hole 10, harapan An untuk setidaknya menembus jajaran sepuluh besar harus kandas. Selain bogey di hole 12 dan 13, ia harus mengakhiri putaran finalnya dengan bermain 3-over 73 lantaran mencatatkan bogey di hole terakhirnya setelah pukulan approach-nya masuk ke air.

Pencapaiannya pekan itu menjadi finis 25 besar ketiga musim ini setelah T17 pada ajang Butterfield Bermuda Championship 2022 dan T12 pada Sony Open in Hawaii bulan Januari 2023.

Permainan pemegang satu gelar DP World Tour ini menempatkannya sebagai wakil Asia terbaik pekan ini. Rekan senegaranya yang juga merupakan Juara The Honda Classic 2020 Im Sungjae, harus puas finis di posisi T42 setelah untuk kedua kalinya secara berturut-turut mengemas skor even par. Adapun Rookie of the Year Korn Ferry Tour 2022 Kim Seonghyeon harus finis di posisi T63 setelah menorehkan skor 71 dan skor total 2-over 282.

 

 

Adapun Chris Kirk (71), yang memulai putaran final sebagai pimpinan klasemen akhirnya berhasil menuntaskan misi mewujudkan glear pertamanya dalam delapan tahun terakhir. Kemenangan ini tidak ia raih dengan mudah lantaran skor 69 pada putaran final hanya membuatnya berbagi posisi teratas dengan pegolf Amerika lainnya, Eric Cole (67).

Dengan skor total 14-under, keduanya harus kembali memainkan hole 18 par 5 di PGA National tersebut. Kirk memastikan kemenangannya usai menorehkan birdie di hole play-off pertama, sementara Cole hanya mampu bermain par.

”Saya berjuang dengan sangat, sangat keras hari ini. Saya tidak memainkan permainan terbaik, tapi juga tidak pernah menyerah. Saya mendengar Paul Azinger menonton highlight permainan saya kemarin (Sabtu, 26/2), dan dia bilang saya seperti robot yang tak punya rasa emosi dan saya sungguh menyukainya. Saya berkata pada diri sendiri kalau saya akan menjadi robot tanpa emosi hari ini dan akan bermain seagresif mungkin,” tutur Kirk.

”Saya pikir situasi yang saya alami ketika bermain pada ajang Sony dan Amex, meskipun tidak memenangkan kedua turnamen itu, pola pikir saya berubah setelah dua pekan itu, dari berpikir mungkin saya bisa menang, menjadi saya pasti bisa menang lagi. Saya tidak tahu kapan kemenangan itu bisa terwujud, tapi bahwa hal itu bisa terwujud secepat ini sungguhlah luar biasa!”

Kemenangan ini menjadi kemenangan kelimanya pada PGA TOUR, sekaligus yang pertama kalinya sejak terakhir menjuarai Charles Schwab Challenge 2015. Kemenangan ini sekaligus membawanya ke peringkat 6 klasemen FedExCup, dan peringkat 32 pada Official World Golf Ranking.