An Byeonghun menjaga peluangnya untuk mewujudkan hasil terbaik pada ajang The Open Championship.

Pekan Major kali ini mungkin terasa sedikit unik bagi para penggemar golf Asia. Dua nama yang selama ini kerap menghias tajuk utama, Hideki Matsuyama dan Im Sungjae, tak terlihat pada papan klasemen sejak hari pertama. Inilah untuk pertama kalinya sejak kedua pemain ini menciptakan sensasi kelas dunianya masing-masing, para penonton The Open Championship tidak dapat menyaksikan permainan mereka.

Sejak memenangkan Masters Tournament bulan April 2021 lalu, Matsuyama menjadi salah satu sosok yang dinanti-nantikan, terutama dalam ajang Major lainnya. Sayangnya, pegolf berusia 29 tahun itu harus mundur dari ajang Major tertua ini setelah terbukti positif COVID-19.

Sementara itu, Im memutuskan absen dari The Open untuk mempersiapkan dirinya dalam mengikuti Olimpiade Tokyo. Keputusan ini bukan hanya milik Im, sebab rekan senegaranya yang telah memenangkan tiga gelar PGA TOUR, Kim Siwoo, melakukan hal serupa demi memenuhi impian medali Olimpiade.

Absennya tiga nama tersebut membuat fokus dunia, khususnya mereka yang menantikan para pegolf Asia berjaya pada ajang Major, tertuju pada nama An Byeonghun. Sejauh ini, mantan Juara U.S. Amateur ini mengusung bendera Asia dengan baik. Usai mencatatkan skor 3-under 67 pada hari pertama, skor even par 70 yang ia mainkan di Royal St. George’s menempatkannya di peringkat T25.

Performa pegolf asal Korea ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Statistiknya untuk akurasi driving dan pukulan approach-nya meningkat ketimbang pada putaran pertama. Akurasi driving-nya kali ini mencapai 64,29% ketimbang 57,14%. Lalu approach-nya juga meningkat dari sebelumnya hanya 61,11% menjadi 72,22%. Satu-satunya aspek permainan yang menurun justru putting, yang menjelaskan mengapa ia hanya mencatatkan tiga birdie dengan tiga bogey. Pada putaran kedua ini An mencatatkan 1,72 putt per green in regulation, 0,28 putt lebih buruk ketimbang sehari sebelumnya.

Persaingan menuju ke papan atas jelas memang tidak mudah, meskipun dengan 36 hole tersisa, peluang tersebut tetap ada. Louis Oosthuizen kali ini kembali tampil dominan setelah mencatatkan skor 5-under 65, yang memberinya keunggulan delapan stroke atas An, dan dua stroke dari pesaing terdekatnya, Collin Morikawa. Morikawa sendiri mencatatkan skor terbaik hari kedua ketika membukukan tujuh birdie dengan satu bogey, menyamai skor 64 yang dibukukan Oosthuizen pada hari pertama.

 

 

Oosthuizen kini memecahkan rekor dua putaran terendah dalam sejarah The Open berkat skor total 129 yang ia raih.

”Saya hanya mendengarnya setelah masuk (untuk melaporkan skor), jadi tidak begitu sadar sebelumnya. Bisa membuat rekor atau menjadi bagian dari rekor pada The Open akan selalu menjadi hal yang sangat spesial. Saya pikir saya sudah bermain dengan baik dalam dua hari terakhir. Mungkin permainan saya sedikit lebih baik kemarin (pada putaran pertama), tapi kali ini bisa dibilang kami sedikit beruntung di sembilan hole terakhir,” tutur Oosthuizen, yang telah mencatatkan dua runner-up pada ajang U.S. Open dan PGA Championship tahun ini.

Bagi Morikawa yang melakoni debutnya pada The Open Championship pekan ini, keputusannya bermain pada ajang abrdn Scottish Open pekan lalu terbukti menjadi bekal berharga untuk memainkan lapangan links. Ia bahkan memutuskan mengubah iron-nya untuk bisa bersaing di Royal St. George’s.

”Saya tidak akan berada di sini setelah memainkan dua putaran kalau pekan lalu tidak bermain pada Scottish Open,” akunya. ”Saya sudah bermain dalam kondisi (lapangan yang) keras. Saya juga bisa memikirkan beberapa tempat yang telah saya mainkan dengan kondisi yang lebih sulit dan lebih kering, tapi bisa memainkan fairway dengan fescue dan bola yang berdiri di rumput dengan posisi yang sedikit berbeda pekan lalu jelas sangat berarti.

”Saya mengubah iron saya, 9 sampai 7-iron yang biasa blade saya ganti menjadi muscle back karena saya kesulitan memukul solid di tengah face. Pekan lalu saya mendudukkan iron saya untuk melakukan pukulan, yang biasanya tidak saya lakukan, dan swing saya terasa bagus, tapi pekan lalu menjadi kesempatan besar untuk belajar. Saya ingin menang pekan lalu, tapi menyudahinya dengan mempelajari banyak hal, dan bersyukur semua itu membantu saya pekan ini.”

Wakil Asia lainnya yang sukses melangkah ke putaran akhir pekan ialah Jazz Janewattananond (T40) berkat skor 1-under 139, Ryosuke Kinoshita, Poom Saksansin, dan pegolf amatir Lin Yuxin yang sama-sama menempati posisi T65 dengan 1-over 141.