Joshua Andrew Wirawan menjadi satu dari empat pemain yang kini berada di puncak klasemen sementara pada ajang Sabah Masters.

Salah satu wakil Indonesia pada ajang Asian Tour pekan ini, Sabah Masters, Joshua Andrew Wirawan menampilkan permainan yang luar biasa. Pegolf berusia 23 tahun ini bermain nyaris sempurna dengan menorehkan skor 5-under 66 dan kini menjadi satu dari empat pemain teratas di puncak klasemen.

Pegolf yang akrab disapa Andrew ini memulai permainannya dari hole 1 di Sutera Harbour Golf and Country Club dan bermain 2-under di sembilan hole pertamanya. Dua birdie ia bukukan di hole 5 dan 7.

Setelah bermain even par di enam hole berikutnya, pegolf asal Surabaya ini menorehkan tiga birdie di lima hole terakhir untuk meramaikan posisi teratas pada hari pertama.

Andrew membutuhkan 27 putt untuk mencatatkan skor 66 tersebut. Dalam 18 hole pertamanya ini, ia menampilkan performa drive dan approach yang cukup baik. Ia, di antaranya, berhasil memukul bola ke 11 dari 14 fairway, sekaligus memenuhi 14 dari 18 green in regulation.

“Pukulan driver saya hari ini bagus, dan permainan wedge saya juga bagus. Pukulan mid-iron saya memang tidak begitu bagus, tapi saya masih bisa memperbaiki permainan dan melakukan up-and-down,” tutur Andrew, yang pekan ini bermain dengan status sebagai pemain undangan.

“Ini pertama kalinya saya bermain di lapangan ini. Saya sampai di Kota Kinabalu kemarin (Rabu, 20/11) dan masih bisa ikut practice round sore harinya. Lapangannya bagus. Tapi Anda mesti bisa memukul dengan baik dari tee supaya bisa mendapat skor bagus. Senang bisa mendapat tiga birdie di lima hole terakhir itu.”

Bagi Andrew, turnamen pekan ini menjadi turnamen Asian Tour kedua baginya setelah Bank BRI Indonesia Open. Pada turnamen yang dimainkan di Pondok Indah Golf Course tersebut, ia finis di posisi T68.

Tiga pemain lain yang juga berhasil mencatatkan hasil serupa ialah bintang muda asal Thailand Phachara Khongwatmai, dan duo Australia David Gleeson dan Aaron Wilkin.

Meskipun mencatatkan tujuh birdie, Phachara justru harus mendapat dua bogey. Adapun Gleeson menorehkan enam birdie dan satu bogey, sedang rekan senegaranya Wilkin, mendapat empat birdie, sebuah eagle, dan satu bogey. Dengan demikian, Andrew menjadi satu-satunya pimpinan klasemen yang bermain tanpa bogey.

Phachara Khongwatmai menorehkan tujuh birdie, namun juga mendapat dua bogey pada putaran pertama Sabah Masters hari ini (21/11). Foto: Asian Tour.

“Targetnya ialah memukul ke fairway lalu membidik ke green. Hari ini saya berhasil melakukannya. Memang banyak pemain yang kesulitan memainkan green di sini, jadi memukul fairway dan green menjadi kuncinya. Tapi saya pikir sekarang saya bisa memainkan green di sini. Saya mulai merasa nyaman di sini,” ujar Phachara, yang menjadi pegolf termuda yang menjuarai ajang Asian Development Tour, ketika masih berusia 15 tahun.

Lima pegolf untuk sementara terpaut satu stroke dari kuartet pimpinan klasemen tersebut. Kelimanya ialah Lee Sunghi, pemain tuan rumah asal Sabah Ben Leong, Rashid Khan dari India, Wang Wei-lun dari China Taipei, dan Juara Panasonic Open India pekan lalu Kim Joohyung.\

Wakil Indonesia lainnya, Danny Masrin, memulai turnamen ini dengan torehan even par 71. Pada putaran pertama tadi, Danny hanya mendapatkan satu birdie dan satu bogey.

Adapun Juara Asian Tour pertama asal Indonesia, Rory Hie, harus puas bermain dengan skor 2-over 73. Rory yang harus bermain dengan cedera di lengan kirinya, hanya mendapat satu birdie dengan tiga bogey.