Dari debut ayah dan anak Spieth, sampai antusiasme berlaga dan menyaksikan Tiger dan Charlie Woods berada di panggung yang sama, PNC Championship menjanjikan kompetisi dan relasi yang indah, yang diciptakan olahraga golf.
Jelang PNC Championship yang akan dimulai hari Sabtu (17/12) ini, antusiasme melanda para peserta dan publik luas. Meskipun dipandang sebagai salah satu ajang eksibisi, turnamen ini akan menampilkan setidaknya 13 mantan pegolf No.1 Dunia dengan total 71 gelar Major dan 1.066 kemenangan profesional.
Salah satu pasangan yang akan melakukan debut pekan ini ialah duet ayah-anak Shawn dan Jordan Spieth. Yang tak kalah menarik, mereka dijadwalkan bermain dengan duet Petr dan Nelly Korda. Jordan, yang telah memenangkan 13 gelar PGA TOUR dan tiga gelar Major akan berpasangan dengan Shawn, sang ayah, yang berusia 60 tahun.
”Hanya melihat keberhasilan Nelly dan saya sendiri besar bersama Jessica (kakak Nelly), dan melihat keduanya menguasai LPGA, rasanya akan sangat menyenangkan bermain dalam ajang yang sama,” ujar Spieth, ”namun tidak terlalu bersemangat karena dia akan bermain dari tee yang sama dengan ayah saya. Saya berharap ayah saya bisa unggul 1-up dengan ayahnya, tapi mungkin ia akan menganggapnya sebagai tantangan dan siap menghadapinya.
”Saya menantikannya. Rasanya akan seperti bermain dengan Adam Scott. Swing-nya benar-benar manis. Akan sangat menyenangkan bisa melihat tempo tersebut dan semoga ayah menyaksikannya dan mengambil tempo tersebut. Swing seperti Nelly, itu target ayah hari Sabtu ini.”

Sementara itu, pemegang tiga gelar Major lainnya, Padraig Harrington akan berpasangan dengan putranya, Paddy, yang baru berusia 19 tahun. PNC Championship pekan ini menjadi penampilan kelima bagi mantan Kapten Ryder Cup Eropa ini.
Meski sudah tampil beberapa kali, Harrington masih mengaku bakal merasakan gugup ketika memulai pertandingan pada hari Sabtu nanti.
”Sejujurnya, seperti pekan ini, saya tidak merasa gugup seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, rasanya ketika kami mulai menjalani hari Sabtu dan saya berdiri di tee pertama, saat itulah saya akan merasa gugup,” ujarnya. ”Jelas dari segi persiapan dan lain-lain, seperti tahun-tahun yang lalu, saya bakal merasa—kalau tidak memukul dengan baik, rasanya saya akan merasa tertekan, tapi tahun ini saya tidak setertekan itu.”
Tak diragukan lagi, keberhasilan Harrington yang baru-baru ini memenangkan Charles Schwab Cup Championship, ajang tutup musim pada PGA TOUR Champions, pertengahan November 2022.
Akan tetapi, fokus sebagian besar publik tentulah kembali kepada Tiger Woods. Setelah duetnya dengan Rory McIlroy pada ajang The Match pekan lalu harus berakhir dengan kekalahan dari duet Jordan Spieth dan Justin Thomas, publik masih bersemangat untuk bisa kembali menyaksikan Woods beraksi.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Stewart Cink. Kehadiran Woods untuk ketiga kalinya pada ajang PNC Championship juga menunjukkan betapa istimewanya ajang keluarga ini, sekaligus betapa layaknya ajang ini disaksikan.
”Ini tahun ketiga secara berturut-turut ia bermain pada ajang ini. Bisakah Anda menyebut turnamen lain yang ia ikuti seperti ini? Entahlah ada turnamen lain yang bisa ia ikuti selama tiga tahun berturut-turut? Yang mau saya bilang ialah betapa berartinya turnamen ini untuk kami semua yang mengikutinya; bahwa Tiger Woods bermain untuk ketiga kalinya secara beruntun, mengingat apa yang telah ia alami,” tutur juara The Open 2009 ini.
Meski tertarik untuk menyaksikan Charlie ketimbang sang ayah, Harrington juga menyuarakan hal senada dan meyakini Tiger berada dalam kondisi yang lebih baik.
”Sebenarnya, sejujurnya, saya sangat ingin melihat Charlie, Charlie, Charlie. Namun, agak aneh juga, setelah menyaksikan Tiger pada ajang The Match, buat saya, dengan kecepatannya yang lebih tinggi dan aspek lainnya, Anda tidak pernah meragukan kemampuan mental Tiger, dan itulah sesuatu yang selalu membuatnya bisa kembali, dan Anda tidak ingin menyerah melihatnya—ia terlihat lebih baik secara fisik pada The Match dan (begitu pula) kecepatannya,” tutur Harrington.

