Arjun Atwal seakan memutar kembali waktu dengan membukukan skor 63 pada putaran pertama Butterfield Bermuda Championship.
Bintang veteran asal India Arjun Atwal menciptakan kejutan pada putaran pertama Butterfield Bermuda Championship kemarin (27/10). Skor 63 yang ia torehkan membawanya terpaut satu stroke dari duo pimpinan klasemen sementara, Austin Smotherman dan Harrison Endycott.
Sejauh ini pegolf berusia 49 tahun ini menjadi satu-satunya juara PGA TOUR asal India. Selama beberapa waktu setelah sang ayah meninggal dunia, baru kali ini Atwal kembali melakoni sebuah kompetisi. Dan secara mengagumkan, ia mencatatkan skor terendah dalam sepuluh tahun berkat sembilan birdie di Port Royal Golf Club.
”Satu-satunya yang saya harapkn ialah bisa bermain dan berjalan di lapangan ini karena saya tak banyak bermain golf,” tutur Atwal. ”Saya kehilangan ayah saya tiga bulan lalu di India, jadi kami pulang ke sana. Saya belum bermain golf lagi, bahkan lupa berjalan. Hari Jumat yang lalu saya bermain 18 hole di Isleworth dengan golf cart dan tempatnya tidaklah sama seperti di sini, seperti yang kalian ketahui, jadi saya sangat puas bisa bermain 18 hole dan tidak kelelahan.
”Saya belum pernah kehilangan seseorang dari keluarga langsung saya, jadi keadaan ini sulit untuk saya hadapi. Dan dengan kedua orangtua saya tinggal di India, ibu saya masih di sana. Rasanya berat buat saya karena belum bertemu mereka selama bertahun-tahun.”
Setelah harus menghentikan waktu sarapannya dan harus bergegas dalam 20 menit untuk bersiap bertanding, setelah Nicholas Lindheim mundur, Atwal justru tampil luar biasa dan langsung menorehkan tiga birdie berturut-turut. Ia memainkan sembilan hole pertamanya dengan 30 pukulan. Dan meski mendapat boogey di hole 10, ia masih bisa melesakkan tiga birdie lagi di sembilan hole terakhirnya.
Ia menyebut putter lamanya berperan dalam memberikan skor istimewa ini. Tidak heran jika ia kemudian mencatatkan posisi teratas untuk kategori Putts per Green in Regulation (1,25).
”… saya juga tak perlu membuktikan apa-apa kepada orang lain. Saya sudah pernah menang, saya menang pada European Tour, Asian Tour, ….” — Arjun Atwal.
”Saya sampai di sini sekitar pukul 7:30, memukul wedge beberapa kali, dan langsung sarapan dan sekitar pukul 8:45 kedi saya memberi tahu. Dia bilang, sepertinya kita harus bertanding pukul 9:10. Jadi, kami keluar, memukul beberapa driver dan bertanding. Menyenangkan, bisa memulai dengan tiga birdie berturut-turut,” ujar Atwal.
Ajang PGA TOUR terakhir yang ia ikuti ialah 3M Open pada bulan Juli 2022 lalu. Kala itu ia terpaksa didiskualifikasi lantaran tidak membubuhkan tanda tangannya usai bermain dengan skor 73 pada putaran pertama.
”Putting saya sangat bagus. Beginilah seharusnya saya melakukan putt. Saya membawa putter lama saya, Craz E, dan saya bahkan belum pernah melakukan putting sebagus ini dalam beberapa tahun terakhir ketika memainkannya, tapi hari ini saya mendapatkan sensasi yang lama. Kalau tak salah saya memimpin kategori putting pada PGA TOUR tahun 2005 dan inilah putter yang saya mainkan waktu itu, dan kemudian saat menjuarai Wyndham (Championship 2010) putter ini juga saya gunakan. Jadi, sudah ada empat kemenangan dengan putter ini, termasuk beberapa gelar Eropa juga. Saya mulai melihat jalurnya dan benar-benar menyenangkan.”
”… saya juga tak perlu membuktikan apa-apa kepada orang lain. Saya sudah pernah menang, saya menang pada European Tour, Asian Tour, ….” — Arjun Atwal.
Atwal merupakan salah seorang legenda golf Asia. Ia telah memenangkan beberapa gelar Asian Tour dan DP World Tour dan masih menjadi satu-satunya juara PGA TOUR dari India. Bulan Maret 2023, usianya akan genap 50 tahun dan bakal segera layak untuk mengikuti PGA TOUR Champions.
”Saya sudah masuk Q-School final di Phoenix, dan akan berusaha ke sana sejauh tubuh saya masih sanggup. Masih ada beberapa turnamen, seperti Senior British (Open) karena kemenangan saya di seluruh dunia. Namun, saya hanya akan berusaha main ke sana untuk bertemu beberapa teman karena saya tidak lagi mengenal banyak orang di Tour ini. Ada begitu banyak pemain baru, dan ketika melihat saya, mereka bertanya-tanya, orang tua ini siapa? Dan semua teman saya ada di Champions Tour, jadi saya sangat menantikan ke sana,” jelas pegolf yang kini berdomisili di Orlando ini.
Terakhir kalinya Atwal masuk sepuluh besar dalam sebuah putaran PGA TOUR terjadi pada ajang 3M Open 2019. Meski demikian, ia tidak berniat membuktikan dirinya lagi, mengingat prestasinya sendiri sudah terbilang banyak di seluruh dunia. ”Olahraga ini hanyalah sebuah permainan. Saya memandangnya sebagaimana adanya sekarang, dan saya juga tak perlu membuktikan apa-apa kepada orang lain. Saya sudah pernah menang, saya menang pada European Tour, Asian Tour, dan tak sabar mengikuti Tour untuk pemain berusia 50 tahun ke atas setelah Maret tahun depan, pasti akan menyenangkan,” tandasnya.
Sementara itu, pendatang baru asal China Taipei Kevin Yu Chunan, juga mencatatkan skor yang sangat solid. Ia menorehkan skor 64 untuk berada di posisi T8. Adapun pegolf Korea An Byeonghun dan Marty Dou Zecheng dari China sama-sama bermain dengan skor 65.


