Bermain dengan baik tidak menjamin seorang pemain bisa lolos cut pada gelaran sekaliber BNI Indonesian Masters. Inilah untuk pertama kalinya Indonesia tidak menempatkan wakilnya pada ajang Asian Tour ini.

BNI Indonesian Masters tahun ini menegaskan berbagai pernyataan yang kerap diungkapkan, bahkan oleh para pegolf papan atas dunia. Permainan yang bagus tidak menjadi jaminan ia bisa meraih kemenangan, termasuk lolos cut. Itulah yang terjadi pada Elki Kow, Randy Arbenata Mohamad Bintang, dan Rayhan Abdul Latief. Ketiganya mencatatkan total skor terbaik di antara 18 wakil Indonesia yang berpartisipasi pada ajang Asian Tour ini. Ketiganya juga bermain dengan baik dengan dua pegolf amatir, Randy dan Rayhan mencatatkan skor penampilan terbaiknya pada turnamen yang juga menjadi bagian dari International Series ini.

Perasaan Randy dan Rayhan memang campur aduk pada pekan ini. Meskipun mereka berhasil memperbaiki penampilan mereka pada ajang ini, kualitas turnamen pada pekan ini benar-benar menuntut permainan yang tidak sekadar bagus, tetapi juga harus luar biasa bagus.

Akurasi pukulan tee masih menjadi salah satu poin yang menyulitkan permainan Randy. Setelah hanya mengantarkan bolanya ke 7 dari 14 fairway, pada putaran kedua itu ia hanya bisa bermain satu fairway lebih baik. Selain itu, di sembilan hole pertamanya ia hanya berhasil tiga kali melakukan green in regulation, yaitu di hole 1, 6, dan 9. Ia juga terpaksa mencatatkan bogey di hole 3 dan 5 sehingga melangkah ke sembilan hole terakhirnya dengan 2-over.

”Hari ini sebenarnya saya terlalu banyak membuang up-and-down yang relatif mudah.” — Randy Arbenata Mohamad Bintang.

Statistik menunjukkan, ketika ia berhasil memukul bolanya ke fairway, ia tak hanya berhasil mengantarkan bola ke green, tapi juga menciptakan birdie. Hal ini terlihat dari permainannya di hole 10, 17, dan 18. Dari 8 fairway, ya hanya gagal mengantarkan bolanya ke 2 green, di mana salah satunya membuahkan bogey, seperti yang terjadi di hole 5.

Sayangnya, tiga birdie tersebut tidak cukup membuatnya bermain di bawah par. Terutama setelah ia mendapat bogey di hole 10 dan 16 sehingga harus menutup putaran kedua, sekaligus putaran terakhirnya, di atas par.

”Sebenarnya ada beberapa hal positif pada pekan ini. Permainan driver saya sudah lumayan jauh daripada sebelumnya. Sekarang jarak pukulan saya sudah bertambah sehingga bermain di Royale Jakarta Golf Club ini relatif lebih mudah daripada tahun lalu,” jelasnya.

Jika pada putaran pertama ia masih bisa sedikit berbangga dengan kualitas putter dan short game, kali ini kemampuannya memainkan club yang lebih pendek justru menjadi salah satu faktor besar yang membuatnya gagal melangkah ke putaran akhir pekan.

”Putter sebenarnya oke juga hari ini, cuma chipping di sekitar green yang kurang prima,” tutur Randy yang hari ini melakukan 29 putt, satu putt lebih baik daripada hari pertamanya.

 

Rayhan Abdul Latief, R2 BNI Indonesian Masters 2024.
Chip-in di hole 6 ini sempat membuka peluang Rayhan Abdul Latief untuk bermain pada akhir pekan pada BNI Indonesian Masters. Foto: GolfinStyle.

 

”Tapi hari ini sebenarnya saya terlalu banyak membuang up-and-down yang relatif mudah. Up-and-down yang harusnya mudah untuk mendapatkan par, malah menjadi bogey. Jadi, hari ini saya terlalu banyak melakukan blunder. Tadi sempat ada satu hole, di hole 8, driver saya ke kanan masuk ke semak-semak di sisi kanan. Untung bisa mengamankan par. Kalau up-and-down yang menantang seperti itu malah bisa selamat, tapi up-and-down yang relatif mudah, dengan permukaan yang benar-benar datar, 13 meter dengan spot pendaratan bola yang 9 meteran, malah bogey. Banyak terjadi begitu hari ini.”

Adapun Rayhan, sebenarnya sempat menunjukkan permainan yang menjanjikan. Bermain dari hole 10, ia justru memainkan sembilan hole pertamanya dengan 2-under berkat birdie di hole 12 dan 17. Ia masih bisa mempertahankan skor tersebut hingga hole 4, sampai ia terpaksa mendapat bogey di hole 5.

”Di hole 5 (hole ke-14 baginya) itu saya mendapat bogey pertama. Angin kencang sekali dan menyisakan jarak 162 meter, agak uphil. Di yardage book ditulis perlu menambah 4 yard, tapi saya tambah menjadi 166 meter, tapi dengan angin lagi, akhirnya saya tambahkan jadi 172 meter, tapi malah sisa 30 meter,” tutur Rayhan menjelaskan konteks lapangan yang ia hadapi.

Ia sempat bangkit dengan chip-in di hole 6, namun harus membuat bogey di hole 7. Dan ketika melewatkan peluang birdie di hole 8, batas cut-off 3-under membuatnya harus menciptakan eagle di hole 9.

Tekanan yang kian besar itu membuatnya tak dapat maksimal mengendalikan bola dengan baik. Pukulannya meleset jauh ke kiri dan masuk ke rough di sisi kiri hole 8. Upayanya mengembalikan bola ke fairway hole 18 juga terhalang oleh rumput tebal yang membatasi pinggiran jalur cart. Alih-alih mendapat eagle, ia pun harus menutup partisipasi ketiganya pada BNI Indonesian Masters ini dengan bogey dan kembali mencatatkan even par 72.

 

Elki Kow, R2 BNI Indonesian Masters 2024.
Elki Kow hanya bertanding dalam satu turnamen sebelum mendapat undangan mengikuti BNI Indonesian Masters 2024. Foto: GolfinStyle.

 

”Karena sudah tahu batas cut-off ada di 3-under dan di beberapa hole terakhir itu saya sudah 2-under. Saya berada pada posisi skor yang tanggung sehingga tidak boleh main-main; hitungannya satu proses hilang, habislah peluang. Jadi, harus benar-benar mengatur semuanya dan benar-benar tertekan dengan situasi. Menurut saya itu salah satu faktor yang paling berpengaruh di beberapa hole terakhir.”

Meski harus bersabar untuk bisa menikmati turnamen terakbar di Indonesia ini dalam empat putaran, Rayhan mengaku bersyukur bisa kembali mendapat kesempatan mengikuti turnamen ini. ”Ini pengalaman yang bisa saya bilang tidak bisa dibeli dengan uang. Meskipun saya tidak lolos cut, sebagai amatir saya bersyukur bisa bermain pada ajang ini, bisa bermain cukup baik, even par-even par, dan saya tahu betapa sulitnya bagi pegolf profesional maupun amatir bisa bermain pada ajang ini,” ujarnya.

Adapun Elki menjadi satu-satunya pegolf profesional Indonesia yang bermain even par dalam dua putaran. Meskipun permainannya pekan ini bukan menjadi catatan terbaiknya, bermain even par jelas bukan sesuatu yang buruk, terutama bagi pegolf yang hanya mengikuti satu turnamen sepanjang tahun ini. Satu-satunya turnamen yang ia ikuti hanyalah Mandiri Indonesia Open sehingga statusnya pada pekan ini ialah sebagai pemain undangan sponsor.

Penampilan terbaik Elki pada turnamen ini terjadi pada tahun 2019 ketika ia berhasil lolos cut dan finis di posisi 67.