Enam atlet Ciputra Golfpreneur Foundation ikut meramaikan persaingan pada ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament, yang mulai bergulir hari ini (24/8).
Setelah absen selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, BNI Ciputra Golfpreneur Tournament akhirnya segera digelar. Kehadiran Bank BNI sebagai sponsor utama turnamen ini juga turut memungkinkan kembalinya penyelenggaraan ajang ini, yang kembali menjadi turnamen skala Asian Development Tour (ADT) dengan hadiah uang terbesar di Indonesia.
Pekan ini BNI Ciputra Golfpreneur Tournament menyediakan hadiah total sebesar US$110.000 atau sekitar Rp1,6 milyar rupiah. Angka ini juga menjadi salah satu yang terbesar dari kalender ADT musim ini.
Kembalinya BNI Ciputra Golfpreneur Tournament juga tak hanya memberi panggung ujian bagi para pegolf Tanah Air, tetapi juga atlet-atlet Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF). Empat pegolf profesional CGF Joshua Andrew Wirawan, Kevin Caesario Akbar, Peter Gunawan, dan Fadhli Rahman Soetarso akan kembali bertanding pada pekan ini, menyusul serangkaian ajang ADT yang telah dilangsungkan di Indonesia sebelumnya. Adapun Markus Maximus Soenarjo dan Mikail Jaydra yang masih berstatus amatir juga akan ikut berkompetisi pada pekan ini.
Kevin dan Peter bakal berniat melanjutkan tren positif yang belakangan ini mereka nikmati. Dari serangkaian ajang ADT yang telah berlangsung, kedua pegolf ini telah dua kali lolos cut.
”Permainan saya semakin hari semakin baik. Ada saja ketemu ’klik’ yang membuat kualitas pukulan saya menjadi lebih bagus. Mungkin sekarang hanya butuh bermain lebih sabar saja,” tutur Kevin yang finis T28 pada ajang Indo Masters Invitational presented by TNE dan T43 pada The 2nd Gunung Geulis Invitational supported by Nomura yang baru pekan lalu berakhir.
”Tahun ini bisa dibilang merupakan tahun pengembangan dan eksperimen buat saya.” — Peter Gunawan.
Dari keempat atlet profesional CGF yang akan berlaga pada pekan ini, Peter menjadi yang paling banyak mengikuti kompetisi sejak bulan Maret lalu. Bermula dari ajang Asian Tour dan ADT di India, ia sempat mengikuti dua ajang Pro Golf Tour di Mesir, sebelum kemudian bertanding empat pekan berturut-turut di Phuket pada bulan Mei.
”Tahun ini bisa dibilang merupakan tahun pengembangan dan eksperimen buat saya. Namun, kali ini kami akan bermain dengan apa yang kami miliki dan melihat bagaimana hasilnya,” tutur Peter.
Peter sempat tampil cemerlang di Gunung Geulis pekan lalu, bahkan sempat ikut memimpin putaran pertama, sebelum akhirnya finis di posisi T36.
”Perbedaan besar di BSD ada dua: satu putting lalu pukulan kedua. Di Gunung Geulis putting saya luar biasa bagus pada hari pertama, jadi momentumnya sudah ada. Sekarang kami harus memastikan permainan iron-nya, sesuatu yang saya dan Philippe (DeBusschere, pelatihnya) sudah latih sejak tahun ini, untuk berkembang, tapi yang paling penting tidak berpikir terlalu banyak. Saya akan berusaha membuang semua tekanan pada diri sendiri dan berusaha menikmati tiap putaran dan bermain sebaik mungkin.”
Bagi Fadhli BNI Ciputra Golfpreneur Tournament pekan ini menjadi turnamen profesional ketiga yang ia jalani sebagai pegolf profesional, setelah Mandiri Indonesia Open dan The 2nd Gunung Geulis Invitational supported by Nomura.
”… jalur karier ini adalah sesuatu yang ingin saya lakukan sejak lama.” — Fadhli Rahman Soetarso.
Fadhli mengaku belajar banyak dari bermain dengan para pegolf lain yang sudah lebih dulu melakoni jalur profesional ini, terutama bagaimana agar tak hanya bisa bertahan mengikuti kompetisi Tour, tapi juga bisa bersaing dengan para pemain top dan berpeluang untuk menang.
”Dalam dua turnamen tersebut pengalamannya ialah bagaimana bisa mendapatkan ritme yang stabil untuk memainkan permainan saya sendiri,” ujarnya. ”Di BSD saya berencana untuk kembali mendapatkan ritme permainan dan supaya bisa menikmati turnamen ini karena jalur karier ini adalah sesuatu yang ingin saya lakukan sejak lama.”
Fadhli sendiri sempat mengikuti turnamen ini ketika pertama kali diselenggarakan tahun 2014. Kala itu ia masih berstatus amatir dan hanya bisa bermain dalam dua putaran. Kini tampil sebagai pegolf profesional, ia pun mengincar hasil yang lebih baik.
Joshua Andrew Wirawan, yang sempat menghabiskan beberapa pekan berlatih di Thailand, juga turun pada pekan ini. Sejauh ini ia masih mencari bentuk permainan terbaik yang nyaris memberinya kartu Asian Tour pada awal 2020 lalu.
Sementara itu, Markus Maximus Soenarjo dan Mikail Jaydra juga melengkapi lini atlet CGF yang tampil pada BNI Ciputra Golfpreneur Tournament pekan ini. Kedua atlet yang masih berstatus amatir ini bergabung dengan CGF sebagai bagian dari program CGF Development yang dimulai tahun 2021 lalu.


