Kisah kemenangan Yosuke Asaji adalah kisah kebangkitan dari keterpurukan selama empat tahun yang berakhir pada ajang The Crowns Minggu (4/5) kemarin.
Bagi Yosuke Asaji, kemenangan bukanlah hal yang baru. Ketika banyak yang harus menanti lama untuk mewujudkan kemenangan kedua, ia sukses membuktikan kualitasnya dengan menjuarai ANA Open, sekitar tiga bulan usai meraih gelar perdananya lewat Asia Pacific Open Golf Championship Diamond Cup Golf pada tahun 2019.
Dua tahun berselang, Asaji kembali mengangkat trofi. Kali ini lewat ajang Mynavi ABC Championship. Skor total 16-under 272 yang ia bukukan kala itu membuatnya mengungguli Tomohiro Ishizaka dan Mikumu Horikawa. Senyumnya kembali melebar dengan kemenangan ketiga sejak ia beralih profesional pada 2011 silam.
Akan tetapi, kemenangan tidak selalu bisa menjadi kisah bagi setiap orang. Asaji harus menjalani periode yang jauh dari harapan.
Pada musim setelah ia meraih gelar JGTO ketiga dalam kariernya itu, ia hanya bisa sembilan kali lolos cut dari total 24 turnamen yang ia ikuti. Kala itu prestasi terbaiknya hanya berada di peringkat ke-12 pada ajang Japan PGA Championship.
”Saya kehilangan rasa percaya diri saya.”
Musim 2023 penampilannya memang lebih baik. Dari 22 turnamen, ia berhasil lolos cut 14 kali. Bahkan ia sebenarnya berpeluang menambah koleksi kemenangannya ketika sempat memimpin dalam dua putaran dan berada di posisi keempat menuju putaran final Shigeo Nagashima Invitational Sega Sammy Cup 2023. Sayangnya, ia akhirnya harus puas finis di posisi T13 setelah hanya mampu bermain 1-under 71 pada putaran final.
”Saya kehilangan rasa percaya diri saya,” ujar Asaji menyinggung periode berat dalam tiga musim terakhir, ”tapi pelatih saya banyak memberi dukungan dan membantu saya untuk kembali percaya diri.”
Ketika pada hari Minggu (4/5) pagi itu ia melangkah ke Nagoya Golf Club dengan berbagi posisi teratas bersama Takanori Konishi dan Kohei Okada, ia juga sadar bahwa kali ini ia memiliki peluang yang lebih baik ketimbang dua tahun silam.
Bogey di hole pertama memang sempat menghambat permainannya, namun ia lekas bangkit dan menciptakan birdie di hole berikutnya, sebelum kemudian menciptakan birdie lagi di hole 6 dan 10.

Dalam posisi 8-under, ia mendapat persaingan dari Hiroshi Iwata dan Yusakau Miyazato, yang memasuki hole terakhir dengan sama-sama menorehkan skor 6-under. Iwata bermain solid dengan menorehkan lima birdie, termasuk di hole 17, dengan satu bogey. Sementara Miyazato, memberi tekanan kepada Asaji dengan raihan dua birdie dan satu bogey.
Pertandingan berpeluang berakhir dengan play-off kalau saja Iwata dan Miyazato berhasil menciptakan birdie di hole terakhir itu. Namun, kegagalan mereka bermain di bawah par di hole terakhir membuat bogey sudah cukup bagi Asaji untuk kembali menikmati kemenangan.
”Dalam empat tahun terakhir, hampir tidak ada hal yang berjalan sesuai harapan saya, jadi ketika memikirkan smeua itu, air mata saya mengalir—meskipun saya sendiri bukan tipe orang yang mudah menangis. Hanya saja, semuanya seakan meledak,” ujar pegolf berusia 31 tahun ini penuh emosi.
”Kemenangan ini terasa berbeda ketimbang yang lain. Meskipun sekarang ini harusnya saya sudah tahu bagaimana caranya untuk menang, saya masih merasakan gugup, hampir seperti kemenangan pertama. Sejujurnya, saya sangat senang hari ini.”
”Tentu saja kalau berkesempatan mengikuti ajang PGA TOUR atau DP World Tour, saya ingin bermain di sana.”
Grafik penampilannya memang mengalami peningkatan. Setelah finis T28 pada turnamen awal musim ini, Token Homemate Cup, ia finis di peringkat T15 pada ajang Maezawa Cup. Bahkan skor terburuknya selama 12 putaran terakhir ialah 2-over 72, yang terpaksa ia raih pada putaran kedua di Nagoya Golf Club—ia bermain even par 72 pada putaran kedua ajang Token Homemate Cup.
Kemenangan ini jelas tak hanya mempertegas rasa percaya dirinya, tapi juga membuatnya bisa melanjutkan mimpi yang lebih besar.
”Target saya pekan depan, tentunya, bisa finis di lima besar. Saya menantikannya karena saya akan bermain di lapangan tempat saya menjadi anggota,” tutur Asaji, yang bersiap mengikuti Kansai Open Golf Championship di Hino Golf Club, di Prefektur Shiga.
”Tentu saja kalau berkesempatan mengikuti ajang PGA TOUR atau DP World Tour, saya ingin bermain di sana. Saya ingin mengikuti turnamen-turnamen di sana, dan bahkan turnamen lainnya jika punya kesempatan.”


