Matti Schmid menjadi pegolf Jerman kedua setelah Martin Kaymer yang meraih predikat Sir Henry Cotton Rookif of the Year Award.

Empat belas tahun setelah Martin Kaymer meraih predikat Sir Henry Cotton Rookie of the Year, Matti Schmid menjadi pegolf Jerman kedua yang meraih kehormatan tersebut. Musim 2021 ini praktis menjadi terobosan besar dalam kariernya setelah ia memastikan meraih statusnya untuk bermain pada DP World Tour 2022, tiga bulan setelah beralih profesional.

Penghargaan ini praktis melengkapi tahun membanggakan bagi pegolf yang juga memenangkan Silver Medal sebagai pegolf amatir terbaik pada The Open Championship bulan Juli 2021 lalu. Prestasi di Royal St. George’s itu turut mendorongnya untuk beralih profesional dan ia pun lekas membuktikan kapasitasnya di level tersebut.

Setelah resmi berstatus profesional, Schmid, yang juga finis di 15 besar pada ajang BMW International Open bulan Juni 2021 lalu, berhasil lolos cut dalam dua penampilan perdananya pada ajang European Tour. Ia kemudian menjadi pesaing tangguh dan finis di tempat kedua pada ajang Dutch Open bulan September 2021, tiga stroke di belakang Kristoffer Broberg.

Prestasi itu memang belum memastikan statusnya untuk musim 2022. Setelah finis di sepuluh besar pada ajang Alfred Dunhill Links Championship dan finis T11 pada Mallorca Golf Open, barulah ia dipastikan meraih keanggotaannya di sirkuit yang kini bernapa DP World Tour ini, dengan finis di peringkat 114 pada klasemen akhir Race to Dubai Rankings presented by Rolex.

Schmid menjadi pegolf Jerman kedua yang dianugerahi penghargaan Sir Henry Cotton Rookie of the Year setelah terpilih oleh Komite Tournament European Tour. Kaymer sendiri meraih predikat serupa pada tahun 2007 sebelum kemudian menjadi pegolf No.1 Dunia, pemenang dua gelar Major, dan legenda Ryder Cup.

”Sungguh luar biasa bisa menyandang predikat Sir Henry Cotton Rookie of the Year 2021,” ujar Schmid. ”Tahun ini benar-benar intens, tapi saya puas dengan awal kehidupan saya sebagai profesional.

”Bisa menjuarai Silver Medal pada The Open Championship juga merupakan pencapaian yang sangat spesial, tapi bermain sebagai seorang profesional menjadi tantangan yang berbeda. Saya pikir saya bisa bersaing di level tertinggi, sesuatu yang memberi rasa percaya diri bagi saya pada masa mendatang.

”Bisa mengamankan kartu DP World Tour hanya dalam tujuh turnamen menjadi sesuatu yang saya banggakan dan bisa memenangkan penghargaan ini juga menjadi bonus yang luar biasa dan hadiah yang bagus untuk kerja keras yang sudah saya curahkan.” — Matti Schmid.

”Dan bisa mengamankan kartu DP World Tour hanya dalam tujuh turnamen menjadi sesuatu yang saya banggakan dan bisa memenangkan penghargaan ini juga menjadi bonus yang luar biasa dan hadiah yang bagus untuk kerja keras yang sudah saya curahkan.”

Keith Pelley CEO European Tour Group memuji performa Schmid ini. ”Dari catatannya sebagai pemain amatir dan performanya pada The Open Championship 2021, sudah jelas Matti memiliki bakat yang spesial. Tapi bisa bermain dan tampil sebagus yang ia lakukan dalam beberapa turnamen pertamanya sebagai profesional menunjukkan ia benar-benar ditakdirkan untuk meraih hal-hal besar.

”Ada banyak pemain hebat dari Jerman yang mengikuti Tour kami ini selama bertahun-tahun dan bisa bergabung dengan Martin Kaymer sebagai dua pemain Jerman yang memenangkan penghargaan ini tentu menjadi pencapaian yang spesial. Kami tak sabar untuk mengikuti perkembangan Matti,” ujar Pelley.

Ketua Komite Turnamen David Howell menambahkan, ”Transisi dari amatir ke profesional terkadang bisa menyulitkan dan Silver Medal yang ia raih pada The Open Championship bisa meningkatkan tekanan itu, namun ia menanganinya dengan luar biasa dan langsung membuktikan inilah tempatnya.

”Jelas Matti memiliki permainan yang hebat dan mentalitas yang kuat, jadi saya tidak ragu kalau ia bakal menjadi pemain yang dikenal dalam tahun-tahun mendatang.”

Berikut ini daftar pemenang Sir Henry Cotton Rookie of the Year sejak 1960.

1960 – Tommy Goodwin (Inggris)
1961 – Alex Caygill (Inggris)
1963 – Tony Jacklin (Inggris)
1966 – Robin Liddle (Skotlandia)
1968 – Bernard Gallacher (Skotlandia)
1969 – Peter Oosterhuis (Inggris)
1970 – Stuart Brown (Inggris)
1971 – David Llewellyn (Wales)
1972 – Sam Torrance (Skotlandia)
1973 – Philip Elson (Inggris)
1974 – Carl Mason (Inggris)
1976 – Mark James (Inggris)
1977 – Sir Nick Faldo (Inggris)
1978 – Sandy Lyle (Skotlandia)
1979 – Mike Miller (Skotlandia)
1980 – Paul Hoad (Inggris)
1981 – Jeremy Bennett (Inggris)
1982 – Gordon Brand Jnr. (Skotlandia)
1983 – Grant Turner (Inggris)
1984 – Philip Parkin (Wales)
1985 – Paul Thomas (Wales)
1986 – José María Olazábal (Spanyol)
1987 – Peter Baker (Inggris)
1988 – Colin Montgomerie (Skotlandia)
1989 – Paul Broadhurst (Inggris)
1990 – Russell Claydon (Inggris)
1991 – Per-Ulrik Johansson (Swedia)
1992 – Jim Payne (Inggris)
1993 – Gary Orr (Skotlandia)
1994 – Jonathan Lomas (Inggris)
1995 – Jarmo Sandelin (Swedia)
1996 – Thomas Bjørn (Denmark)
1997 – Scott Henderson (Skotlandia)
1998 – Olivier Edmond (Perancis)
1999 – Sergio Garcia (Spanyol)
2000 – Ian Poulter (Inggris)
2001 – Paul Casey (Inggris)
2002 – Nick Dougherty (Inggris)
2003 – Peter Lawrie (Irlandia)
2004 – Scott Drummond (Skotlandia)
2005 – Gonzalo Fernandez-Castaño (Spanyol)
2006 – Marc Warren (Skotlandia)
2007 – Martin Kaymer (Jerman)
2008 – Pablo Larrazábal (Spanyol)
2009 – Chris Wood (Inggris)
2010 – Matteo Manassero (Italia)
2011 – Tom Lewis (Inggris)
2012 – Ricardo Santos (Portugal)
2013 – Peter Uihlein (AS)
2014 – Brooks Koepka (AS)
2015 – Byeong Hun An (Korea)
2016 – Jeunghun Wang (Korea)
2017 – Jon Rahm (Spanyol)
2018 – Shubhankar Sharma (India)
2019 – Robert MacIntyre (Skotlandia)
2020 – Sami Välimäki (Finlandia)
2021 – Matti Schmid (Jerman)