Tim Internasional gagal meraih satu kemenangan pada sesi fourball ajang Presidents Cup di Quail Hollow Club.

Tim Internasional harus menempuh jalan terjal untuk bangkit dari ketertinggalan poin menghadapi Tim Amerika Serikat pada ajang Presidents Cup di Quail Hollow Club. Pada sesi fourball yang dimainkan Jumat (23/9) kemarin, para pegolf internasional harus kembali menelan kekalahan. Bahkan tak satu partai pun berhasil mereka menangkan.

Satu-satunya yang cukup membesarkan hati ialah satu poin yang kembali diraih berkat keberhasilan dua pasangan Tim Internasional memaksa Tim AS bermain imbang. Duet Korea-Kolombia, Im Sungjae dan Sebastian Munoz berhasil memberi kejutan dengan memaksa pegolf No.1 Dunia Scottie Sheffler, yang berpasangan dengan Sam Burns bermain imbang. Setengah poin lainnya berhasil dipersembahkan duet Mito Pereira asal Chile dan pegolf Afrika Selatan Christiaan Bezuidenhout, yang memaksa Kevin Kisner dan Cameron Young berbagi poin.

Kombinasi Im dan Munoz layak diacungi jempol. Tidak hanya karena berhadapan dengan dua pegolf asal Texas yang pada musim 2021-2022 lalu mengumpulkan total enam gelar PGA TOUR (Scheffler menjuarai empat gelar; Burns memenangkan dua gelar), tapi juga lantaran mereka berhasil bangkit dan memaksa duet Amerika itu berbagi poin.

Bermain di sembilan hole pertama Quail Hollow Club, Im dan Munoz tertinggal 1-down setelah Scheffler mencatatkan birdie di hole 5. Setelah itu, pasangan internasional ini hanya bisa memaksa Tim AS untuk meraih keunggulan lebih besar. Di sembilan hole pertama itu, Im berhasil mencuri angka dengan birdie di hole 6, sedangkan Munoz menciptakan birdie di hole 8.

Pertahanan mereka luluh setelah Tim AS unggul 2-up di hole 10. Beruntung Scheffler dan Burns tak kunjung menambah poin di dua hole berikutnya. Dan di hole 13, Munoz mengambil peranan penting dengan menorehkan birdie yang memaksa Tim AS kembali unggul 1-up. Ia kembali menorehkan birdie penentu di hole 18 sehingga kedua kubu bermain imbang.

”Saya merasa senang kami tidak memberi mereka kemenangan satu poin. Kami main terlalu bagus untuk menyerahkan satu poin. Saya senang bisa meraih setengah poin,” ujar Im.

 

 

”Super puas. Partai ini partai yang berat. Sam melakukan banyak putt yang gila di sana-sini. Mereka mendapat momentum. Mereka bahkan mendapat keberuntungan. Kami malah harus berjuang keras, terus berusaha, dan berupaya memenangkan beberapa hole dan akhirnya bisa memaksa hasil imbang,” timpal Munoz. ”Berjuang habis-habisan atau pulang. Rasanya besok akan menjadi hari yang besar.”

Sayangnya, hal sebaliknya justru terjadi pada pasangan Pereira dan Bezuidenhout. Sempat tertinggal 1-down mulai hole 7, duet Chile-Afrika Selatan ini membuat keadaan seimbang dengan birdie yang diraih oleh Bezuidenhout di hole 9. Pereira membawa Tim Internasional unggul 1-up dengan birdie di hole 10 par 3.

Keunggulan ini berhasil mereka pertahankan hingga tiga hole berikutnya sampai duet Kisner-Young mengubah keadaan dengan birdie di hole 14. Sayangnya, di tiga hole berikutnya kubu internasional gagal mencuri birdie lagi sehingga kedua kubu harus berbagi poin.

”Kami harus kembali melakukan analisis,” ujar Kapten Trevor Immelman, sebagaimana dikutip dari BBC. ”Kami harus berjuang lebih keras lagi. Tapi sudah jelas harus mengawalinya dengan memasukkan beberapa putt (birdie).”

Posisi Tim Internasional memang di ambang kritis. Tim AS praktis dapat menuntaskan Presidents Cup pada hari Sabtu (24/9) ini apabila kembali menang besar pada empat partai foursome dan empat partai fourball yang dimainkan hari ini. Tim AS hanya membutuhkan 7,5 poin lagi untuk kembali memenangkan Presidents Cup.

Unggul enam poin tidak membuat kubu Tim AS bersantai. Kapten Davis Love III mengungkapkan, ”Kita telah melihat kekalahan yang terjadi meski satu pihak unggul besar. Kami akan berusaha untuk tetap termotivasi dan tidak membahas hasil akhirnya sampai ajang ini tuntas.”