Amari Avery dan Eila Galitsky memastikan melangkah ke akhir pekan dan bersaing untuk menjadi pegolf amatir terbaik pada The Chevron Championship.
Dua pegolf amatir memastikan melangkah ke dua putaran final pada ajang Major wanita pertama tahun 2023, The Chevron Championship. Pegolf Amerika Amari Avery dan pegolf Thailand Eila Galitsky memastikan tempat mereka untuk bermain penuh pada kejuaraan yang dimainkan untuk pertama kalinya di The Club at Carlton Woods, The Woodlands, Texas ini.
Posisi terbaik kini menjadi milik Avery setelah pada putaran kedua kemarin ia mengemas skor 3-under 69. Dengan skor total 3-under 131, ia menempati posisi T26. Sementara Galitsky, yang pada putaran pertama bermain dengan 2-under 70 harus puas menorehkan skor 75 dan menghuni peringkat T58.
Penampilan Avery memang mengagumkan. Ia menjadi pegolf amatir terakhir yang mendapat spot undangan untuk mengikuti The Chevron Championship, dua pekan sebelum kejuaraan dimulai. Dan lantaran ia harus terlebih dahulu membela kampusnya, University of Southern California, untuk menjuarai Pac-12 Championship, ia tidak bisa mengikuti putaran latihan di The Club at Carlton Woods.
Setelah mengawali pekan ini dengan skor 73, ia memperbaiki catatan skornya dengan mengemas empat birdie dan sebuah bogey.
”Kemarin saya mengalami putaran yang berat. Ada hole yang buruk. Permainan saya sebenarnya bagus. Pukulan saya juga bagus dan putting saya juga demikian,” tutur Avery menyinggung putaran pertamanya. ”Saya pikir itulah yang membantu saya untuk sedikit lebih tenang karena saya merasa sedikit bersemangat, dan kami memainkan dua hole di bawah hujan, jadi saya berusaha menjaga bola agar tetap di fairway dan melakukan pukulan yang saya tahu bisa saya lakukan.
”Namun, saya pikir penundaan itu cukup membantu dan membuat saya lebih rileks, bisa mengobrol dengan beberapa teman, dan kemudian kembali ke lapangan dan berusaha menyelesaikan putaran ini sebelum matahari terbenam.”
Meskipun tidak melakukan putaran latihan, Avery menyebut peran sang ayah dan adiknya sangat membantunya untuk mengenal lapangan dengan baik.
”Ayah saya pergi ke sini pekan lalu. Dia banyak dibantu oleh beberapa kedi, dan membuat beberapa catatan yang bagus, tapi sejujurnya adik sayalah yang memberikan catatan itu. Saya tahu kalau dia memang tidak bermain dari tee yang sama, tapi ia memberi beberapa jalur dari tee yang mesti dihindari dan dia ingatkan agar tidak memukul ke air. Sejauh ini saya belum melakukannya, jadi saya akan berusaha melanjutkan hal ini,” jelasnya.
Keberhasilannya berkontribusi bagi timnya dalam menjuarai Pac-12 Championship termasuk salah satu yang ikut memotivasi Avery untuk bermain pada pekan ini. Bekal momentum tersebut ikut memberinya percaya diri, yang berhasil ia terjemahkan dalam penampilan solid dalam 18 hole keduanya pekan ini.
”Saya pikir kedua ajang ini punya kemiripan dari segi kompetitifnya. … Saya hanya berusaha untuk bisa terus bermain, lolos cut, dan memanfaatkan beberapa hole yang saya tahu bisa saya maksimalkan, ….” — Amari Avery.
”Saya pikir kedua ajang ini punya kemiripan dari segi kompetitifnya. Saya tahu, khususnya bagi kami yang baru saja menuntaskan ajang Pac-12, kami sangat kompetitif, berusaha untuk menjadi yang terbaik di antara tim-tim lainnya,” sambung pegolf yang baru kali ini lolos cut pada ajang LPGA ini—ia gagal lolos cut dalam dua penampilan terdahulu. ”Saya pikir hal yang sama juga terjadi di sini. Saya hanya berusaha untuk bisa terus bermain, lolos cut, dan memanfaatkan beberapa hole yang saya tahu bisa saya maksimalkan, dan saya pikir saya berhasil melakukannya.”
Golf jelas bukan menjadi salah satu konsentrasinya pada pekan ini, meski mungkin mengambil porsi yang jauh lebih besar. Avery, yang mengambil bidang studi komunikasi di kampusnya ini juga harus melakukan beberapa tugas kampus. Penasihat akademik dan pelatihnya ikut mendampingi pegolf yang hampir memutuskan profesional tahun lalu ini di The Woodlands.
”Saya punya banyak tugas tiap pekan yang harus saya lakukan, dan sayangnya penasihat dan pelatih-pelatih saya ikut sedikit mendampingi saya. Saya agak tertinggal di sekolah dan berusaha melakukan sesuatu setiap harinya supaya saya tidak tertinggal lebih jauh,” jelasnya.
Akan tetapi, persaingan untuk menjadi pegolf amatir terbaik masih jauh dari berakhir. Seperti halnya Avery, Galitsky juga berhasil mewujudkan targetnya pekan ini dengan melangkah ke putaran akhir pekan. Meskipun penampilannya berbanding terbalik dengan permainannya pada hari pertama, skor total 145 yang dibukukan Juara Women’s Amateur Asia-Pacific 2023 ini sudah cukup membantunya melangkah ke akhir pekan.
Meski statistik pukulan ke fairway-nya menyerupai catatannya pada hari pertama, performa putting Galitsky kali ini menjadi sesuatu yang mengecewakan. Ia membutuhkan total 31 putt untuk mencatatkan hanya dua birdie dengan lima bogey.


