Eila Galitsky memimpin perburuan status amatir terbaik pada ajang The Chevron Championship setelah bermain dengan target sederhana.
Juara Women’s Amateur Asia-Pacific 2023 Eila Galitsky asal Thailand mengawali The Chevron Championship dengan permainan yang gemilang. Lima birdie dan tiga bogey di The Club at Carlton Woods, The Woodlands, Texas kemarin (20/4) menempatkannya di jajaran sepuluh besar, berbagi peringkat 9 dengan 13 pegolf lainnya, termasuk seniornya asal Thailand Atthaya Thitikul.
”Rasanya drive saya kurang solid, tapi saya juga cukup kaget melihat cukup banyak birdie yang saya dapatkan di hole par 3 karena biasanya hal seperti itu bukan kekuatan saya,” tutur Galitsky yang pekan ini ditemani oleh keluarga dan pelatihnya.
Bermain sebagai satu dari tujuh amatir pada pekan ini, Galitsky tidak mematok target yang muluk-muluk lantaran menyadari level kompetisi yang ia hadapi pada pekan ini. Selain itu, ia juga mengaku tidak punya persiapan yang cukup panjang menuju Texas.
Usai menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific pada bulan Februari lalu, ia berfokus mengikuti Augusta National Women’s Amateur (ANWA) bulan lalu dan bertolak ke Texas untuk mempersiapkan dirinya.
”Ketika mendengar soal ajang ini, saya hanya punya waktu sekitar satu setengah bulan setelah menjuarai (Women’s Amateur) Asia-Pacific dan saya cukup kaget. Saya kira saya bakal punya waktu lebih untuk mempersiapkan diri,” jelas pegolf yang memegang dua kewarganegaraan, Thailand dan Kanada dari pihak ayahnya ini.
”(Namun,) saya sudah cukup lama berada di sini karena bermain pada ajang ANWA dan setelah itu saya ke sini. Namun, lapangan ini ditutup untuk persiapan turnamen ini, jadi saya berkeliling di The Woodlands dan mendapatkan lapangan yang bagus untuk berlatih.”
Permainannya di sembilan hole pertama, yang ia awali dari hole 1, memang terkesan biasa. Ia hanya mengemas birdie di hole 3 dengan bogey di hole 5 yang membuatnya membukukan even par. Penampilannya mulai bersinar di sembilan hole terakhir dengan mencatatkan empat birdie dan dua bogey untuk menuntaskan 18 hole pertamanya dengan skor 70.
”Pola pikir saya hanyalah sekadar memainkan permainan saya dan menjaga bola agar tetap berada di fairway,” sambung Galitsky, yang sukses mencapai 8 dari 14 fairway. ”… kalau bola saya masuk fairway, saya bisa mendapatkan birdie atau par. Kalau berada di bawah pepohonan, saya bakal mendapat bogey hari ini.
Dengan pola pikir klasik demikian, Galitsky sama sekali tidak menargetkan menjadi pemain amatir terbaik pekan ini. Alih-alih, ia hanya berharap bisa lolos cut dan menikmati empat putaran penuh dalam debut Major-nya pekan ini.
”… sekarang ada tekanan tambahan. Namun, saya menyukainya. Saya suka bermain di bawah tekanan.” — Eila Galitsky.
Meski demikian, ia menyadari adanya tekanan setelah menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific, yang merupakan ajang Major bagi golf wanita se-Asia Pasifik.
”Ada sedikit tekanan, tapi tidak ada yang memperkirakan sebesar ini sebelumnya, tapi sekarang ada tekanan tambahan. Namun, saya menyukainya. Saya suka bermain di bawah tekanan,” tutur pegolf yang mengidolakan Atthaya dan Ariya Jutanugarn ini.
Kini ia berbagi tempat dengan salah satu idolanya, bahkan mengungguli Ariya dengan satu stroke, termasuk mengungguli juara edisi 2021 Patty Tavatanakit.
Pegolf amatir asal Amerika Amari Avery menjadi pesaing terdekat Galitsky saat ini. Avery, yang langsung menuju The Club at Carlton Woods usai mengikuti Pac-12 dan tanpa melakukan putaran latihan, bermain cukup baik. Empat birdie, dua bogey dan satu triple bogey menempatkannya untuk sementara di posisi T51 dengan skor 73.

