Charlie Woods tampaknya menjadi alasan mengapa kita bisa lebih sering melihat Tiger Woods.

Oleh Jim McCabe.

Ketika menganalisis statistiknya, Anda akan mendapatkan gambaran yang suram.

Sejak berumur 35 tahun pada Desember 2010, Tiger Woods hanya bermain dalam 108 turnamen PGA TOUR. Sejak menjuarai gelar Masters kelima dan ajang Major ke-15 pada April 2019, ia hanya mengikuti 21 turnamen dengan satu kemenangan dan dua kali masuk sepuluh besar. Finis terbaiknya dalam tiga musim terakhir? T38.

Jadi, ketika Anda mempertimbangkan faktor operasi di kaki kanan yang membuatnya absen sejak April 2023 dan fakta bahwa ia akan berumur 48 pada akhir tahun ini, tidaklah terlalu sulit untuk memahami bahwa Woods bisa dibilang telah pensiun dari statusnya bermain penuh pada PGA TOUR.

Namun, sebelum Anda merasa sedih dan khawatir bahwa Woods akan tenggelam di balik bayang-bayang dan mungkin bertapa di perahu layarnya atau di kediamanna, tidak usah khawatir. Woods lebih mencurahkan dirinya ke golf daripada sebelumnya. Dan sejumlah hal akan membuatnya tetap terlihat di depan publik.

Memang tidak seseksi masa-masa jayanya, tapia da beberapa bab dalam kisahnya yang masih bisa dituliskan.

 

Tiger Woods, Inside the Ropes November 2023.
Gelar ZOZO CHAMPIONSHIP 2019 menjadi gelar PGA TOUR terakhir yang Tiger Woods menangkan. Foto: Getty Images.

 

Sekarang kita bisa mengungkap penunjukannya sebagai direktur pemain keenam pada Dewan Kebijakan PGA TOUR, dan bagaimana ia bisa menjadi sosok penting dalam membentuk kesepakatan apa pun yang dilakukan dengan Public Investment Fund dari Arab Saudi.

Atau, kita bisa menyinggung perannya dalam TMRW Sports–perusahaan media olahraga dan hiburan yang ia mulai dengan Rory McIlroy—dan kerja kerasnya dalam liga golf inovatif yang disebut TGL yang bermitra dengan PGA TOUR, yang menyertakan teknologi dan data yang kaya. TGL bahkan telah mendapat dukungan finansial dari megabintang, seperti Justin Bieber, Darius Rucker, dan Khaled Mohammed Khaled—Bieber dan Rucker merupakan musisi, sedang Khaled seorang DJ yang juga menjadi produser rekaman (Ed).

”Sebagai penggemar olahraga sejati, saya bersemangat untuk memadukan golf dengan teknologi dan elemen tim yang lumrah dalam olahraga-olahraga lain,” ujar Woods. ”Kita semua tahu apa rasanya berada di stadion futbol atau arena basket di mana Anda bisa menyaksikan tiap permainan, tiap menit aksi yang terpampang jelas di hadapan Anda.”

Namun, tentu saja, kembalinya Woods ke arena golflah yang paling memikat mayoritas orang. Jadi, pertanyaanya ialah kapan kita akan melihatnya?

Hero World Challenge di Bahamas (30 November-3 Desember) menjadi kemungkinannya (dan ia bertanding pekan ini-Ed). Namun, justru pada ajang PNC Championship/Father-Son Challenge (15-17 Desember) yang membuat keingintahuan kami mencuat: akankah Woods bermain dengan putranya Charlie untuk empat edisi berturut-turut?

”Sebagai penggemar olahraga sejati, saya bersemangat untuk memadukan golf dengan teknologi dan elemen tim yang lumrah dalam olahraga-olahraga lain.” — Tiger Woods.

Siapa tahu? (Dan memang Woods sudah mengonfirmasi hal ini).

OK, jadi Anda menginginkan sesuatu yang lebih jelas, tapi saat ini kita tahu bahwa Woods tidak pernah benar-benar berkomitmen kecuali dia 100% yakin. Meskipun mengingat ia sangat menikmati ajang four-ball dengan Charlie (mereka finis T7 pada 2020, T2 pada 2021, dan T8 pada 2022) dan fakta bahwa golf cart diperbolehkan, rasanya jadi taruhan yang bagus kalau kita akan melihat mereka mengenakan seragam merah pada hari Minggu untuk tahun keempat.

Hal ini jelas menjadi pemikiran yang sangat menarik dan akan mengaduk emosi para penggemar setia Woods karena, faktanya, menjadi mentor dan pemandu bagi Charlie tampaknya akan mendominasi kehidupan Tiger.

Oh, ia bakal bermain pada beberapa ajang PGA TOUR Champions tahun 2026 (ia akan berumur 50 tahun pada 30 Desember 2025), tapi bahkan hal itu takkan mengimbangi sukacita Tiger dalam mengarahkan karier Charlie. Dan jangan salah paham, akan ada banyak sorotan bersama Charlie Woods. Bahkan sorotan itu sudah dimulai!

Misalnya saja beberapa waktu lalu. Remaja berusia 14 tahun yang bersekolah pada The Benjamin School, sekolah swasta elite di Palm Beach Gardens, tak jauh dari rumah Tiger di Florida ini, menutup turnamennya dengan skor 68 dan mencatatkan skor 102 untuk menjuarai West Coast High School Tournament, ajang 27 hole yang dipersingkat lantaran cuaca.

 

Tiger Woods dan Rory McIlroy, Inside the Ropes November 2023.
Tiger mendorong Charlie meniru swing Rory McIlroy (kanan) yang keras, namun masih mempertahankan keseimbangan. Foto: Getty Images.

 

Beberapa hari sebelumnya, Charlie menorehkan skor 71-66 untuk menjuarai Divisi Putra 14-15 dalam kualifikasi yang membuatnya berhak mengikuti Notah Begay III Junior National Golf Championship. Tiger menjadi kedi baginya selama turnamen 36 hole itu dan layak mendapat kredit yang tidak kecil lantaran ia sangat membantu putranya itu.

Tiger, yang membagi tugas sebagai orangtua dengan mantan istrinya, Elie (yang tinggal di Palm Beach Gardens, bersama Samantha, putri dan kakak Charlie), tidak mendorong Charlie untuk bermain golf. Ia menunggu dan melihat apakah putranya itu tertarik.

Ternyata, kesempatan bermain pada ajang PNC saat berusia 11 tahun menyulut api dalam diri Charlie. Beruntung baginya, sang ayah sangat memahami kondisinya dan sangat berhati-hati agar tidak terlalu mendorong putranya mengikuti banyak turnamen, mengejar kompetisi level elite pada AJGA (American Junior Golf Association) di seluruh Amerika.

Sebaliknya, Charlie bermain dalam turnamen-turnamen setempat dan meskipun mewarisi bakat sang ayah di lapangan (ia bermain 1-under dalam 36 hole untuk menang delapan stroke dalam ajang Hurricane Junior Golf Tournament), sang ayah mengingatkannya agar tidak meniru swing-nya.

”Tiru (swing) Rory,” Woods memberi tahu Charlie, sembari menunjuk bagaimana McIlroy melakukan swing dengan sangat keras, tapi masih bisa mempertahankan keseimbangannya.

 

Tiger dan Charlie Woods 2, Inside the Ropes November 2023.
Tiger dan Charlie Woods dengan polo merah seperti ini hampir pasti terlihat lagi pada PNC Championship/Father-Son Challenge 15-17 Desember 2023. Foto: Getty Images.

 

Woods mengakui kalau ia tidak selalu mempertahankan keseimbangan dengan baik dalam swing golfnya, tapi ia melakukannya dengan baik dengan Charlie. Sepertinya, Woods menyadari bahwa putranya hadir dalam waktu yang sangat menarik—ada kekayaan yang bisa diraih untuk atlet kuliahan berkat lanskap Nama, Citra, dan Lisensi (Name, Image and Licensing, NIL)–tapi ia berjuang sebaik mungkin agar putranya menjalani kehidupan secara normal. Sekolah, sepakbola, video game, semuanya ada dalam kehidupan Charlie saat ini, dan Tiger ingin hal itu tetap ada.

Meskipun demam golf telah menerpa Charlie, langkahnya masih tetap sama. Ini bukan lari cepat, ujar Woods, jadi sabarlah. Ada banyak sukacita yang bisa dialami; maka jadilah seorang anak. UPaya mengejar kemegahan dalam golf akan tiba, jadi nikmatilah kesempatan beregu ini.

”Dia rekan tim yang hebat. Dia putra saya,” ujar Tiger. ”Pada akhirnya, itulah yang penting. Bagaimana kami punya kesempatan untuk menjalin ikatan. Kami saling berpadu. Kami saling menyemangati. Dia ke saya, saya ke dia.”

Apakah anugerah kemampuan mencatatkan skor rendah dan menjuarai turnamen akan menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya, jelas masih harus kita tunggu. Dan itulah yang membuat mengapa Charlie Woods menjadi sangat penting–karena kecintaannya pada golflah kita bisa lebih sering melihat Tiger Woods.

CATATAN: Para penggemar golf di Indonesia kini bisa menyaksikan para pegolf terbaik dunia bertanding di kancah PGA TOUR melalui Mola TV.