Mengapa bermain di Torrey Pines untuk ajang Genesis Invitational 2025, yang dimulai hari ini (13/2), membuat Im Sungjae berasa seperti bermain di rumah sendiri?
Im Sungjae mengaku tidak keberatan ketika Genesis Invitationala harus dipindah dari Riviera Country Club ke Southe Course di Torrey Pines Golf Course. Perubahan ini bahkan berpotensi memberinya kesempatan meraih kemenangan ketiganya di panggung PGA TOUR. Alasannya, bermain di San Diego pada pekan ini membuatnya merasa bermain di rumah sendiri.
South Course di Torrey Pines juga menjadi tuan rumah ajang Farmers Insurance Open setiap tahunnya. Bagi Im, lapangan ini sudah menjadi salah satu lapangan favoritnya. Apalagi ia cenderung bermain bagus di sini. Dari tujuh penampilannya di lapangan ini, ia sudah tiga kali finis di sepuluh besar, termasuk T4 tiga pekan lalu. Sementara di Riviera, penampilan terbaiknya ialah finis T33 dari empat kali bermain di sana.
”Beberapa pekan lalu saya finis di tempat keempat dan punya peluang menang. Saya ingin membawa kenangan bagus dari turnamen itu dan main bagus pekan ini,” tutur pegolf yang mengawali musim ini dengan finis sendirian di tempat ketiga pada ajang The Sentry di Hawaii ini.
”Long game di Torrey Pines sangatlah penting. Saya mesti fokus di sisi ini, seperti biasanya.” — Im Sungjae.
Hujan diperirakan akan mewarnai dua hari pertama di lapangan sepanjang 7.100 meter ini. Meski begitu, Im bakal bisa memaksimalkan kekuatannya untuk bersaing dengan 71 pegolf lainnya, termasuk No.1 Dunia dan Juara FedExCup 2024 Scottie Scheffler, serta No.3 Dunia Rory McIlroy, yang menjuarai AT&T Pebble Beach Pro-Am dua pekan lalu.
Im merupakan salah satu pemukul bola terbaik PGA TOUR. Saat ini ia duduk di peringkat 29 untuk kategori Strokes Gained: Off the Tee. Selain itu, permainan long iron miliknya sangat akurat. Belakangan ini ia juga mempertajam short game-nya dan berharap bisa membantunya menambah koleksi gelar dan memberinya kemenangan pertama sejak Oktober 2021.
”Long game di Torrey Pines sangatlah penting. Saya mesti fokus di sisi ini, seperti biasanya. Di tiap hole, dari pukulan tee (fairway-nya) sempit dan panjang, dan akurasi driver menjadi krusial. Rough juga lebih tebal ketimbang lapangan-lapangan lain, jadi begitu bola berada di rough kondisinya akan sulit. Itu beberapa hal yang mesti diingat pada pekan ini,” ujarnya.
Pekan ini menjadi penyelenggaraan ke-99 dari turnamen ini. Sejak digelar pertama kali tahun 1926, ajang yang hingga 1994 dikenal sebagai Los Angeles Open ini—lalu menjadi Nissan Open (1995-2007), Northern Trust Open (2008-2016), Genesis Open (2017-2019), dan Genesis Invitational (2020-sekarang) dua pegolf Asia telah menikmati sukses dan menjadi juara pada ajang ini. Setelah T.C. Chen dari China Taipei pada tahun 1987, Hideki Matsuyama asal Jepang memenangkan ajang ini tahun 2024 lalu dan segera mempertahankan gelarnya. Dengan sejarah yang demikian panjang, Im juga sadar betapa istimewanya jika ia bisa memenangkan ajang ini, entah pada pekan ini, entah pula kelak.
”Saya akan sangat senang (jika bisa menang), terutama ada banyak pemain top yang mengikuti ajang ini tiap tahun dan pesertanya sangat tangguh. Kalau bisa menjuarai turnamen seperti ini, dan karena sponsornya adalah perusahaan Korea, rasanya akan lebih berarti dan istimewa lagi buat saya,” tutur Im, yang saat ini menduduki peringkat ke-7 pada klasemen FedExCup.

Sementara itu, pegolf Korea lainnya, An Byeonghun, menggambarkan lapangan pekan ini sebagai ujian yang berat dalam perburuannya meraih gelar PGA TOUR pertamanya. Selain lapangan, ia juga harus menghadapi tantangan dari 46 pegolf yang berada di jajaran 50 besar dunia.
”Ini lapangan yang berat. Pekan seperti ini persis seperti saat turnamen Major. Saya mesti benar-benar fokus pada manajemen lapangan. Saya juga mesti beradaptasi dengan rough-nya yang tebal. Lantaran sudah lama sejak terakhir saya bermain di sini, saya mesti mempersiapkan diri dengan baik,” tutur An.
An masih dalam kondisi penuh semangat setelah untuk pertama kalinya berhasil menembus TOUR Championship dan finis T21 pada ajang pamungkas FedExCup itu. Ia juga kemudian terpilih membela Tim Internasional untuk kedua kalinya pada ajang Presidents Cup.
”Sepertinya saya belum mencapai level yang saya inginkan. Perlahan-lahan saya mulai kembali mendapatkan irama permainan dan berharap bisa lebih tajam. Saya akan terus berfokus pada permainan dan berusaha menunjukkan persiapan saya,” ujar pegolf yang finis T75 ketika terakhir bermain di Torrey Pines tahun 2021 ini.
Kim Siwoo dan Tom Kim melengkapi kuartet Korea pada turnamen yang pada pekan ini juga mengadakan penggalangan dana melalui California Rises. Penggalangan dana ini turut menjadi bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang mengalami kebakaran besar di Los Angeles. Sponsor utama turnamen ini, Genesis, juga telah menyumbangkan US$8 juta dalam bentuk 100 kendaraan turnamen dan dana tunai.


