PGA TOUR telah mengumumkan sejumlah perubahan signifikan untuk musim depan. Bagaimana dampaknya bagi para wakil Asia yang ikut mengejar sejarah?
Dalam olahraga golf, konon, penentuan waktu adalah segalanya. Dan para pemburu sukses dari Asia telah sepenuhnya sinkron dan sejalan dalam melakukan lompatan besar dari Korn Ferry Tour ke panggung PGA TOUR yang luar biasa kompetitif, namun luar biasa bernilai.
Dengan lima turnamen tersisa dalam musim reguler, di mana 25 pemain teratas akan mendapatkan kartu PGA TOUR, dan 25 pemain lainnya akan mengikuti tiga ajang Korn Ferry Tour Final, pegolf China Yuan Yechun dan duo Korea An Byeonghun serta pendatang baru Kim Seonghyeong sudah terlebih dulu mengamankan kartu impian itu.
Trio pemain yang sangat berbakat ini jelas tak sabar untuk bisa mengikuti kompetisi PGA TOUR musim 2022-2023, apalagi setelah Komisioner PGA TOUR Jay Monahan mengumumkan ”perubahan substansial” belum lama ini. Perubahan yang dimaksud terkait dengan peningkatan hadiah yang luar biasa pada delapan turnamen, pembaruan terhadap jumlah peserta pada rangkaian FedExCup Playoff, dan jadwal musim gugur baru yang akan menampilkan tiga ajang internasional tanpa cut off.
Kalaupun belum cukup motivasi bagi pemain Asia lainnya yang masih mengejar hadiah uang dan, yang terpenting, peluang untuk mengukirkan nama-nama mereka dalam halaman sejarah golf, waktunya kini sudahlah tepat bagi para pegolf dari China, seperti Dou Zecheng dan pegolf China Taipei Yu Chunan. Keduanya kini berada dalam jangkauan posisi 25 besar.
Sejauh ini, para bintang Asia yang sudah mapan terus merintis jalan baru. Pahlawan Jepang Hideki Matsuyama sudah menang dua kali pada musim ini, yang sekaligus menyamai raihan rekor delapan kemenangan PGA TOUR terbanyak yang pernah diraih pegolf Asia. Rekor itu sebelumnya hanya milik K.J. Choi. Sementara itu, pegolf Korea Im Sungjae dan Lee Kyounghoon juga sudah sudah menang sekali pada musim ini sehingga masing-masing telah mengoleksi dua gelar.
Lalu ada juga pegolf India Anirban Lahiri yang juga meraih pencapaian terbesarnya saat finis di tempat kedua pada ajang THE PLAYERS Championship bulan Maret 2022 lalu, sekaligus mengantongi hadiah uang terbesar dalam kariernya, US$2,18 juta. Pemegang tiga gelar PGA TOUR Kim Siwoo dan pegolf China Taipei C.T. Pan juga telah bermain dengan baik sehingga hampir pasti mengikuti FedExCup Playoff bulan Agustus 2022 ini. Sejauh ini belum ada pegolf Asia yang berhasil meraih hadiah terbesar FedExCup itu.

Tahun depan, jumlah pemain yang bisa mengikuti rangkaian FedExCup Playoff akan mengalami perubahan. Para pemain di jajaran 70 besar berhak mengikuti FedEx St. Jude Championship di TPC Southwind, di Memphis. Lalu 50 besar akan mengikuti BMW Championship, sedangkan 30 besarnya akan bersaing untuk menjuarai FedExCup lewat ajang Tour Championship di East Lake.
Hadiah yang menanti mereka yang berhasil tampil pada level tertinggi dan menaklukkan para pemain terbaik dalam olahraga golf ini juga sangatlah besar. Peningkatan hadiah yang luar biasa sudah diumumkan untuk tahun 2023. Kompetisi FedExCup sepanjang musim kini menawarkan total hadiah sebesar US$75 juta, dengan US$18 juta menjadi hak bagi sang pemenang.
Meskipun akan ada lebih banyak hadiah uang yang bisa diperebutkan, Rory McIlroy, yang telah menjuarai 21 gelar PGA TOUR, memberi penekanan yang sangat penting ketika menyampaikan bahwa bermain pada PGA TOUR lebih bertujuan untuk menciptakan sebuah ”warisan”. Menurutnya, turnamen-turnamen pada PGA TOUR sebagian besar berusia beberapa dekade dengan sejumlah nama legendaris, seperti Sam Snead, Arnold Palmer, Jack Nicklaus, Tom Watson, dan tentunya, Tiger Woods telah memenangkan berbagai ajang tersebut.
”(Bermain pada PGA TOUR) sangatlah penting bagi saya. Sangat berarti. Lihatlah sejarah dan tradisinya dan menempatkan nama Anda pada trofi-trofi yang juga telah menempatkan nama-nama legenda dari olahraga ini,” ujar McIlroy, yang sejauh ini telah menjuarai empat gelar Major.
Para pemain, seperti Yuan, An, dan Kim juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar sejarah, plus jutaan dollar.
Bagi Yuan, promosinya ke PGA TOUR adalah sesuatu yang pantas baginya. Pasalnya, ia telah melakukan pengorbanan besar dengan mengedepankan negaranya pada tahun lalu. Kala itu ia berpeluang menjadi salah satu yang meraih kartu PGA TOUR. Namun, ia memilih untuk mempersiapkan diri ke Olimpiade Tokyo dan mewakili negaranya. Dengan kegigihan, determinasi, dan bakat segudang, pegolf berusia 25 tahun ini hanya butuh tujuh turnamen untuk menjadi pegolf pertama dari Korn Ferry Tour musim ini, yang memastikan statusnya ke PGA TOUR.

”Saya tahu kalau saya punya kemampuan … tak seharusnya saya takut bermimpi besar,” ujar Yuan, yang meraih satu kemenangan dan tiga kali finis di sepuluh besar untuk tak hanya melampaui batas poin yang dibutuhkan, tapi juga menempati posisi No. 1 Korn Ferry Tour. ”Tahun lalu saya menikmati tahun yang bagus, ada beberapa finis di posisi yang tinggi, bermain dengan baik, dan memperoleh berlimpah rasa percaya diri. Saya tidak menyesal bermain pada Olimpiade. Kesempatan itu sangat berarti buat saya pribadi karena target semua atlet adalah menembus Olimpiade,” sambung alumni University of Washington ini. Ia menjadi pegolf China daratan ketiga setelah Dou dan Zhang Xinjun, yang meraih kartu PGA TOUR.
Sementara itu, An, yang sempat menempati peringkat 29 dunia dan biasa berada di jajaran 100 besar, sempat mengalami kekecewaan besar setelah kehilangan kartu PGA TOUR tahun lalu. Namun, ia menyebut pengalaman tersebut sebagai pengingat yang tepat. Ia kembali mendedikasikan dirinya pada olahraga ini dengan pelatih baru, Sean Foley. Dan dalam turnamen ketiganya pada Korn Ferry Tour, ia meraih kemenangan, yang segera membantunya kembali ke PGA TOUR.
”Motivasi itu selalu ada pada saya. Saya selalu ingin menjadi pegolf terbaik di dunia,” ujar An, yang sempat menjadi anggota Tim Internasional Presidents Cup 2019. ”Itulah yang menjadi tujuan semua orang. Saya mengalami musim yang buruk (pada tahun 2021) dan pengalaman itu menghantam saya, dan saya memutuskan untuk mencurahkan lebih banyak waktu untuk golf dan melihat seperti apa rasanya berlatih lebih keras.”
Selain mengumumkan perubahan substansial dari jadwal PGA TOUR, Monahan juga mengungkapkan rencananya untuk mengembalikan jadwal penuh mulai 2024. ”Perubahan-perubahan itu akan lebih memperkuat FedExCup dan menciptakan jadwal global yang terkoordinasi dan kuat dan menawarkan produk yang komplet bagi para pemain, penggemar, dan mitra kami.
”Pada PGA TOUR, para anggota kami bersaing untuk kesempatan menambahkan nama mereka ke dalam buku sejarah, dan ya, manfaat finansial yang signifikan, tanpa harus bergulat dengan ambiguitas moral mana pun. Dan kompetisi yang murni akan menciptakan relevansi dan konteks, yang dibutuhkan dan diharapkan para penggemar sehingga mereka bisa mencurahkan waktunya dalam olahraga ini dan mengikuti para pemain. Itulah keindahan PGA TOUR.”
Perkembangan ini jelas menjamin para pengusung bendera Asia akan kian mengejar bagian sejarahnya masing-masing.


