Sejumlah bintang golf internasional telah membuat Kapten Tim Internasional Trevor Immelman mulai membayangkan potensi timnya untuk menyulitkan Tim AS pada Presidents Cup mendatang.
Oleh Chris Cox, PGA TOUR.
Hideki Matsuyama mungkin telah memikat hati dan melampaui bayangan para penggemar golf di seluruh dunia tatkala ia menjuarai Masters Tournament. Namun, kemenangannya itu tidaklah mengejutkan bagi Kapten Tim Internasional Trevor Immelman.
Turnamen itu merupakan satu dari 11 ajang FedExCup musim 2020-2021 yang dimenangkan oleh para pegolf yang berpotensi menjadi bagian dari Tim Internasional. Jadi, ya, mungkin prestasi itu menjadi kemenangan luar biasa bagi Matsuyama dan golf di Jepang, tapi juga menjadi pengingat terbaru bahwa Immelman kini memiliki bakat yang dibutuhkan untuk mengalahkan Tim Amerika Serikat pada bulan September 2022 di Quail Hollow Club.
”Ada sejumlah pemain yang membuat saya bersemangat saat ini,” ujar Immelman, ”dan untuk tahun lalu setidaknya kami memiliki skuad yang terdiri dari 20 atau 25 pemain yang sering kami upayakan bisa berkumpul bersama untuk menciptakan iklim persahabatan dan menikmati waktu bersama agar sedikit lebih mengenal satu sama lain.”
Sejarah memang tidak berpihak pada kubu Immelman. Tim AS telah mendominasi sejarah Presidents Cup yang masih cukup muda ini. Tim Internasional hanya dua kali mencegah kekalahan dari 13 pertandingan. Tim ASa bermain imbang dengan Tim Internasional tahun 2003, dan hanya kalah sekali pada tahun 1998, ketika Kapten Tim Internasional Peter Thomson memimpin timnya meraih kemenangan 20,5-11,5.
Dalam edisi terkini pada tahun 2019 yang diadakan di Royal Melbourne Golf Club, Australia, Kapten Tiger Woods memimpin kebangkitan timnya dengan kemenangan 16-14 atas Ernie Els pada hari terakhir. Kala itu Tim Internasional memimpin dalam tiap tiga hari dari penyelenggaraan ajang ini.
”Kami menyadari jalan terjal yang harus kami tempuh,” ujar Immelman. ”Tim Amerika menunjukkan (pada Ryder Cup) potensi mereka yang sebenarnya, memainkan golf dengan begitu fantastis, dan mereka bakal memiliki berlimpah rasa percaya diri dan para penggemar di belakang mereka. Namun, itulah yang membuat Anda bersemangat sebagai pesaing, bisa memiliki kesempatan untuk bangkit menghadapi yang terbaik, jadi pasti bakal sangat menyenangkan. Tak sabar rasanya.”
”Rintangan bagi kami cukup jelas: kami mewakili sebagian besar dunia. Jadi, kami harus mencoba dan menjembatani jurang-jurang dari sisi komunikasi dan budaya ….”
Meski begitu, harapan masih tetap ada. Tim Internasional ada dalam posisi yang bagus untuk mengecewakan lawan mereka dua tahun silam. Mereka memimpin menuju partai tunggal hari Minggu, sampai akhirnya diluluhlantakkan oleh skuad AS.
Matsuyama, yang bakal diharapkan menjadi pemain kunci bagi tim tahun depan, membantu membuka jalan dengan 2,5 poin, unggul 2-0 dalam dua partai Fourball sembari menyumbangkan setengah poin pada sesi tunggal. Pegolf Meksiko Abrahamm Ancer menyumbangkan 3,5 poin—ia menang 2-0 dalam dua partai Fourball dan 1-0-1 dalam partai Foursome—sedang megabintang Korea Im Sungjae menyamai skor Ancer berkat rekor 3-1-1 dalam debutnya bagi Tim Internasional.
”Seluruh penjuru dunia kini menghasilkan bakat-bakat spesial,” tutur Immelman. ”Kami mendapati sejumlah pemain muda, Joaquin Niemann yang telah bermain dengan sangat baik sejak masuk PGA TOUR. Dia baru berusia awal 20-an. Di sisi lain planet ini, Anda mendapati nama Im Sungjae dari Korea. Dia menembus PGA TOUR dan benar-benar mengesankan orang banyak dengan kemampuannya memukul bola. Ada sejumlah pemain lain, Abe Ancer, Cameron Smith. Mereka ini datang ke Australia sebagai pemain debutan dan tampil cukup baik.”
Sudah tentu, beragam bakat tersebut menghadirkan tantangan yang unik, seperti bahasa dan budaya yang berbeda. Kapten Els mengambil langkah pertama menghapus perbedaan itu pada tahun 2019 dengan melengkapi Tim Internasional di bawah satu bendera dan logo tim.
”Rintangan bagi kami cukup jelas: kami mewakili sebagian besar dunia. Terakhir kali di Australia kami diwakili oleh delapan negara berbeda,” jelas Immelman. ”Jadi, kami harus mencoba dan menjembatani jurang-jurang dari sisi komunikasi dan budaya; itulah hal-hal yang kami kerjakan dengan giat.”
Perbedaan-perbedaan itu berhasil diatasi saat Presidents Cup berakhir tahun 2019. Entah kekalahan tipis atau karaoke oleh pegolf Afrika Selatan Louis Oosthuizen, Tim Internasional berhasil menunjukkan persatuan yang belum pernah ada sebelumnya.
Itulah yang juga membuat Immelman optimis untuk masa depan.

Adam Hadwin menjadi asisten
Ernie Els dalam menyatukan keberagaman
pada Presidents Cup 2019. Foto: Getty Images.
”Itulah hal yang akan Anda ingat selamanya, sekadar mendapat kesempatan untuk bersantai dan benar-benar mengenal sesama dan mengenal keluarga mereka dan berbaur menjadi satu untuk tujuan yang sama,” ujarnya. ”Sangat menarik, dan sangat bisa dinikmati. Anda banyak tertawa satu dengan yang lain. Anda pun mulai melihat kepribadian yang lain.”
Kepribadian tersebut—dan bakat-bakat unik masing-masing—perlu mencapai puncaknya jika Tim Internasional ingin kembali ke posisi pemenang dalam persaingan ini. Tim AS membuktikan keberaniannya pada ajang Ryder Cup, mendominasi Tim Eropa dengan kemenangan 19-9.
Meski demikian, Immelman merasa tidak terpengaruh.
”Bagi kami para pemain internasional, pekan Ryder Cup itu akan selalu menjadi dorongan, ’Saya ingin seperti ini, saya butuh aksi seperti ini, permainan tim, mewakili sesuatu yang lebih besar daripada diri sendiri, match play,” ujar Immelman. ”Kami harus mencari cara untuk bermain sedikit lebih baik dan mengimbangi mereka. Saya sangat bersyukur melihat pertumbuhan dan bagaimana semua rencana dijalankan.
”Saya pikir (Presidents Cup) yang akan datang akan menjadi yang terbaik.”
Sebelas ajang PGA TOUR pada FedExCup musim 2020-2021 yang dimenangkan oleh para pegolf yang berpotensi menjadi bagian dari Presidents Cup 2022.
Carlos Ortiz (Meksiko) – Houston Open
Kim Siwoo (Korea) – American Express
Branden Grace (Afrika Selatan) – Puerto Rico Open
Matt Jones (Australia) – Honda Classic
Hideki Matsuyama (Jepang) – Masters Tournament
Marc Leishman dan Cam Smith (Australia) – Zurich Classic
Lee Kyounghoon (Korea) – AT&T Byron Nelson
Garrick Higgo (Afrika Selatan) – Palmetto Championship at Congaree
Cameron Davis (Australia) – Rocket Mortgage Classic
Erik van Rooyen (Australia) – Barracuda Championship
Abraham Ancer (Meksiko) – WGC-FedEx St. Jude Invitational


